SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Warga dihebohkan dengan penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan, yang diduga dibuang orang tuanya di irigasi block Ranca Ketrek, tepatnya di Desa Kadubumbang, Kecamatan Cimanuk, Selasa (9/3). Hingga kini polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pelaku yang tega membuang bayi malang tersebut.
Seorang warga yang pertama kali menemukan mayat bayi, Iman mengungkapkan, penemuan itu bermula saat dia melintas di sekitar irigasi pukul 13.00 WIB dan mencium bau yang menyengat. Saat melihat ke irigasi, tampak benda seperti boneka terapung dengan kondisi dikerumuni lalat. Penasaran, dia pun mendekati dan mengamati hingga diketahui bahwa itu adalah mayat bayi.
“Awalnya saya mencium bau. Setelah itu saya melihat bayi sudah mengapung di air irigasi dikerumini lalat. Dikira saya boneka, eh, pas didekati benar saja ternyata bayi sudah meninggal dunia,” kata Iman, Selasa (9/3).
Kaget dengan penemuannya itu, Iman langsung memberitahu kepada warga lainnya dan ke Kepala Desa (Kades) setempat, agar melaporkan adanya mayat bayi ke pihak kepolisian. Tidak lama, pihak kepolisian berdatangan dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Tadi barusan saja, pihak kepolisian berdatangan dan melakukan pemeriksaan terhadap bayi itu. Bayinya juga sudah langsung diamankan oleh pihak kepolisian,” tandasnya.
Terpisah, Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi membenarkan telah terjadi peristiwa penemuan bayi yang keadaannya sudah meninggal dunia. Bahkan pihaknya juga sudah melakukan olah TKP. Hasilnya, diduga bayi itu sengaja dibuang.
“Untuk sementara dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh jajaran Reskrim Polres Pandeglang, diduga bayi itu sengaja dibuang oleh orang tuanya atau ibunya,” kata AKBP Hamam.
Namun dia belum bisa memastikan, apakah bayi hasil dari hubungan gelap atau bukan. Sebab, pihaknya masih mendalami kasus tersebut.
“Kami masih mendalami motifnya, apakah hasil hubungan gelap atau unsur lain seperti tidak mau bertanggungjawab atas kelahiran bayi tersebut,” ujarnya.
Supaya kasus pembuangan bayi itu terbongkar, selain melakukan olah TKP, pihaknya juga bakal mengumpulkan saksi-saksi dan mencari barang bukti lainnya. Pihaknya juga bakal mendalami apakah dalam pembuangan itu ada pelaku lain yang membantunya atau turut serta.
:Apakah nanti ada keterangan terkait dengan identitas orang tua atau ibu yang membuang, kemudian kami menunggu hasil autopsi dan mencari siapa yang bertanggungjawab atas pembuangan bayi tersebut,” jelasnya.
Untuk saat ini, bayi tersebut sudah dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang untuk dilakukan autopsi. “Hasil berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, kemungkinan bayi itu baru berumur 10 hari dan kurang lebih sudah empat hari di TKP,” tandasnya. (nipal/aditya)