SATELITNEWS.ID, LEBAK–Program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 110, di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, rupanya memiliki cerita dan kesan tersendiri, khususnya bagi Serda Sopandi. Disela kegiatannya sambil mengisi waktu istirahatnya, ia memilih bermain dengan anak-anak warga setempat, sambil memberikan edukasi melalui pengetahuan yang dimilikinya.
TMMD ke 110 oleh Kodim 0603 Lebak, yang mulai dilaksanakan 6 Februari 2021, dengan membuka akses jalan pedesaan dengan panjang 6 kilomter dengan lebar 8 meter, yang menghubungkan Desa Gununganten dengan Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga.
Setidaknya membuka akses jalan pedesaan, kegiatan yang menerjunkan 150 personil gabungan tersebut juga diantaranya membangun Mushola, saluran air, Rumah Tidak Kayak Huni (RTLH), dan pelayanan kesehatan, untuk masyarakat setempat.
Adapun tujuannya, mendukung pembangunan Pemkab Lebak dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Rasa lelah sudah pasti dirasakan oleh anggota, tapi bukan berarti malas untuk berbuat kebaikan. Salah satunya, seperti yang dilakukan Serda Sopandi ini. Disela kegiatan diwarnai keakraban dengan anak-anak di Desa Jayasari. Ia pun mengajak mereka bermain bersama, sambil belajar.
“Saya ikut senang, melihat mereka tertawa gembira. Ini adalah obat penawar, saat ingat anak-anak di rumah. Raut wajah kegembiraan, tampak terlihat pada anak-anak,” katanya.
Tak ada canggung diantara mereka, anak-anak langsung mendekatkan diri. Mereka bersenda gurau bersama, sambil mendengarkan obrolan dari kata demi kata yang dikeluarkan Serda Sopandi.
Hal ini adalah salah satu upayanya, untuk menciptakan indahnya kebersamaan dalam membangun rasa cinta tanah air, yang diawali sejak dini. “Ini membuktikan, TNI selalu dekat dengan semua kalangan masyarakat, termasuk anak-anak. Selalu menyatu dengan rakyat, sesuai jati diri TNI sebagai tentara rakyat, yang berjuang untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Kehadiran anggota TNI yang mengedukasi anak-anak kecil, mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Sebab, ditengah pandemi Covid-19 ini sekolah anak, khususnya lebih banyak meluangkan di rumah lantaran kegiatan belajar tatap muka untuk sementara waktu ditiadakan, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Kami atas nama warga Desa Jayasari, menyambut baik apa yang dilakukan prajurit TNI itu. Kami melihat, kegiatan itu sangat positif. Selain membangun desa, TNI ini juga memberikan pembelajaran yang positif bagi masyarakat,” ucap Ikbaludin, warga setempat. (mulyana/mardiana)