SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Maraknya remaja yang melakukan kenakalan hingga kejahatan di jalan seperti menumpang paksa kendaraan hingga penyerangan dengan senjata tajam di Kota Tangerang mendapat sorotan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA). LPA menyebut hal ini diakibatkan oleh minimnya pengawasan orang tua
“Keluarga harusnya memberikan pendidikan, memberikan pemahaman kepada anak agar tidak terlalu bebas, era digitalisasi saya kira Sangat berpengaruh,” ujar kata Ketua LPA Kota Tangerang, Dani Samiun, Selasa (16/3).
Kemudian, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang juga dinilai belum maksimal dalam menjalankan perannya. Seperti memberikan edukasi dan pemahaman kepada anak ataupun orang tua.
“Terkait dinas terkait dan P2TP2A, itu seharusnya memberikan edukasi karena ada keterbatasan pengetahuan orang tua di era digital ini,” kata Dani.
Menurut Dani, era digital seperti ini membuat anak-anak mudah terjerumus dalam prilaku yang buruk bahkan bisa cenderung berprilaku kriminal. Sehingga, peran orang tua dalam melakukan pengawan tentunya sangat penting.
“Di era digitalisasi seperti ini pergaulan bebas (perubahan prilaku) terpengaruh Google, YouTube dan itu harus ada pembatasan di era digital, diberikan pengawasan harusnya konten yang tidak mendidik harus ada pembatasan oleh pemerintah,” kata dia.
Baca Juga: Hari Ketiga Pencarian, Remaja Tenggelam di Sungai Ciujung Lebak Ditemukan Meninggal
Dani mengungkapkan, peran lembaga P2TP2A harusnya bisa maksimal dalam memainkan peran edukasi untuk pencegahan hingga peran advokasi. “Saya kira ini kurang maksimal dalam hal ini,” imbuhnya.
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak untuk Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Irna Rudiana, menyebut pihaknya dan P2TP2A sebagai lembaga dibawahinya sudah berupaya maksimal. Namun kini terbatas akibat pandemik Covid-19.
“Sebetulnya kita kan saat ini kondisinya di kita sedang engga normal yah. Jadi sebetulnya kita selalu mengupayakan parenting sering kita lakukan, cuma kita hanya bisa sebatas online selama ini,” kata Irna. (irfan/gatot)
