SATELITNEWS.COM, TIGARAKSA—Rapat penetapan besaran jumlah nominal zakat fitrah di tahun 2021/ 1442 H selesai digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tangerang, Rabu (24/3) lalu. Hasilnya besaran zakat fitrah tahun ini adalah Rp35 ribu. Bila digantikan dengan beras, maka banyaknya mencapai 3 liter lebih.
“Alhamdulillah, Baznas Kabupaten Tangerang telah menggelar rapat penetapan tentang besaran jumlah nominal zakat fitrah di tahun 2021/ 1442 H, hasilnya yakni Rp35 ribu atau 3 liter lebih untuk beras,” ungkap Achmad Nawawi, selaku Ketua Baznas Kabupaten Tangerang kepada Satelit News, Kamis (25/3).
Lanjut Nawawi, rapat penetapan besaran zakat fitrah ini digelar Baznas Kabupaten Tangerang, dengan melibatkan unsur dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang.
“Rabu kemarin langsung hasil rapat itu diusulkan ke Pak Bupati Tangerang unutk di SK-kan. Setelah itu kami baru dicetak kupon-kupon untuk masyarakat,” imbuhnya.
Pria yang pernah menjabat Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang ini menjelaskan, penetapan nominal itu pertimbangannya disesuaikan dengan kondisi wilayah dan dari harga tertinggi hingga terendah.
“Kami ambil alternatif, tengah-tengah sehingga jadi standarisarasi, bahwa besaran zakat fitrah keseluruhannya itu Rp35 ribu,” katanya.
Baca Juga: Baznas: Zakat Fitrah Rp50 Ribu
Saat ditanya apakah ada pertimbangan bagi kelonggaran bagi masyarakat untuk membayar zakat di masa pandemi Covid-19 ini, Nawawi mengatakan, dalam kaidah syar’i tidak ada pertimbangannya oranh tidak membayar zakat fitrah.
“Ya semua sama, mampu dan tidak mampu juga semua wajib (bayar) zakat fitrah. Standarisasinya itu (Rp35 ribu) tidak memberatkan semua pihak,” tegasnya.
Nawawi mengaku, besaran zakat fitrah tahun ini sama dengan tahun 2020 yakni Rp35 ribu. Bahkan target untuk zakat fitrah tahun ini juga masih sama seperti tahun 2020 yakni Rp11 miliar. Target ini kata dia, diliat dari sekian banyak jumlah penduduk muslim.
“Tahun lalu target sama, cuma hanya raealisasi perolehannya hanya sekitar Rp2 miliar lebih, tidak mencapai Rp3 miliar. Karena pada wkatu itu, ada beberapa paham, seperti dari unsur guru ngaji menghimpun, serta kurangnya kepercayaan terhadap lembaga Baznas. Nah sekarang kami sudah melakukan audiensi di seluruh kecamatan se-Kabupaten Tangerang, menyamakan persepsi tentang kewajiban-kewajiban zakat fitrah,” jelasnya.
Guna mengumpulkan zakat fitrah se-Kabupaten Tangerang, menurut Nawawi, ada 5 komisioner di Baznas yang terbagi dalam 5 tim. Selain itu, Baznas juga memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di 29 kecamatan dan 48 UPZ di dinas atau Satuan Kerja Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang. “Pembukaan pembayaran zakat itu mulai masuk bulan ramadan,” ucapnya.
Selain itu kata Nawawi, juga ada program Baznas peduli, yakni memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana banjir dan lain sebagainya. “Kami bekerjasama dengan Pemda. Jadi kami itu membantu melalui Pemda, di samping kami secara insidentil langsung ke lapangan. Tadi (Kamis kemarin) 500 paket sembako (dibagikan melalui Pemda),” ujarnya.
Baca Juga: Zakat Fitrah di Lebak Ditetapkan Rp 40 Ribu-Fidyah Rp 50 Ribu
“Dan insya Allah ditindaklanjuti pada Bulan Ramadan nanti, kami akan menggelontorkan dana sebesar Rp5 miliar bagi warga pra sejahtera, dhuafa dan guru-guru ngaji di Kabupaten Tangerang. Bantuan tunai ini nanti diserahkan langsung kepada para mustahik (orang yang berhak menerima zakat),” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyambut baik adanya bantuan dari Baznas Kabupaten Tangerang. Secara simbolis, bupati menerima bantuan 500 paket sembako, di sela-sela Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW ta
hun 1442 H/ 2021 M Tingkat Kabupaten Tangerang di Masjid Agung Al-Amjad, Pusat Pemkab Tangerang secara virtual, Kamis (25/3).
Bupati mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 4M, tanpa mengurangi nilai-nilai ibadah. “Insya Allah, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan mengeluarkan imbauan pelaksanaan baik Salat Tarawih, pelaksanaan Idul Fitri, maupun kegiatan ibadah lain di Bulan Suci Ramadan. Mari sama-sama kita makmurkan masjid dengan penerapan protokol kesehatan 4M yang ketat, dan Insya Allah ini akan berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Diinformasikan, acara Isra Mi’raj tersebut menghadirkan penceramah KH. Zulfa Mustofa selaku Wakil Ketua PBNU Pusat, yang semula rencananya dihadiri oleh Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A untuk mengisi ceramah namun tidak jadi. (aditya)
