SATELITNEWS.ID, SETU—Kota Tangerang Selatan kini memiliki Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kepengurusan asosiasi ini dilantik dan diresmikan keberadaannya oleh Ketua Umum UMKM Indonesia Pusat, M Iksan, di Puspiptek, Serpong, Selasa (30/3/2021).
Iksan pada saat peresmian DPC UMKM Kota Tangsel, bersama Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. Dalam kesempatan itu dia menyatakan bahwa didirikannya Asosiasi UMKM di Kota Tangsel sebagai penerapan Undang-undang Nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM.
“Dibentuknya asosiasi ini sebagai pelaksanaan UU 20 tahun 2008 tentang UMKM. Dan yang kedua, cipta kerja mengenai UMKM bahwa UMKM DI kota Tangerang Selatan harus diberikan akses pemasaran seluas-luasnya, serta pembinaan dan pelatihan seluas-luasnya dan juga permodalannya,” kata Iksan.
Para pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya akan didampingi oleh para pembina. Mereka akan menyelenggarakan pemberdayaan UMKM di kota Tangsel. Keberadaan asosiasi ini sebagai partner nagi Pemkot Tangsel dalam melakukan pemberdayaan. “Dia sebagai partner pemerintah untuk melakukan langkah-langkah pemberdayaan, karena UMKM kita ini butuh keberpihakan pemerintah,” ujar Iksan.
Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie pun mengapresiasi pembentukan DPC UMKM di Kota Tangsel. Sebab, keberadaannya akan meningkatkan perkembangan perekonomian daerah. “Ini pelantikan asosiasi, memang bukan hanya satu (asosiasi) di Tangsel untuk wadah UMKM, adanya pembentukan memang bagus sekali sehingga UMKM kita berkembang,” kata Benyamin.
Dia meminta para pelaku UMKM di Tangsel agar selalu solid dan bergerak secara bersama-sama dengan para pelaku UMKM lainnya. “Kalo mereka nanti bergerak sendiri, akan terjadi kesenjangan, makanya mereka harus bergabung dalam forum dan bergerak bersama,” ungkapnya.
Baca Juga: Gubernur Andra Soni Sebut UMKM Jadi Penggerak Perekonomian Masyarakat
Adanya pembentukan DPC UMKM Kota Tangsel ini menjadi pembuka pintu bagi perkembangan ekonomi di Kota Tangsel karena akan menjadi potensi yang besar bagi perkembangan UKM dan UMKM sehuingga semakin mudah membantu memasarkan dan mengekspos produknya.
Bidang perdagangan dan jasa yang digandrungi UMKM, sebagai salah satu ruh dan jiwa perekonomian di Kota Tangsel. Namun begitu, tergantung soal bagaimana mekanisme pemasaran produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM tersebut. “Sekarang tergantung bagaimana mekanismenya memasarkan produknya tersebut,” tandasnya.
Ketua Asosiasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Cabang Kota Tangsel Andrie Wisnu menyebutkan, sebanyak 80 persen pelaku UMKM di Kota Tangsel, membuka usahanya hanya untuk mempertahankan hidup. Sedangkan sisanya, murni dari para pelaku entrepreneur yang bergerak di bidang UMKM. Untuk itu, pihaknya berupaya membantu pemasaran produk UMKM mengingat hal tersebut sebagai tujuan dibentuknya asosiasi UMKM di Kota Tangsel.
“Kita tau UMKM di Tangsel itu 80 persen dari data yang kita terima, banyak yang hanya sekedar untuk bertahan hidup, sementara 20 persen itu memang asli dari entrepreneur,” kata Andrie Wisnu.
Pihaknya akan mendorong UMKM yang hanya sekedar niat bertahan hidup agar kedepannya dapat naik kelas dan bersaing dengan produk-produk yang sudah lama malang melintang di pasaran. “Sesuai dengan arahan presiden UMKM, kita ingin mendorong yang 80 persen itu agar bisa naik kelas, yakni dengan cara bermitra dengan pemerintah dan swasta,” terang Andrie. (jarkasih)

















