SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Aksi anak-anak menghadang truk tanah atau yang dikenal dengan istilah nge-BM di Jalan Raya Pakuhaji-Sepatan, Kabupaten Tangerang menelan korban jiwa. MF (15), warga Kampung Pisangan Desa Kayu Agung Kecamatan Sepatan tewas terlindas saat berusaha menghentikan kendaraan yang melaju kencang, Rabu (28/4) dini hari.
Video kecelakaan lalu lintas yang mengiris hati itu tersebar di media sosial kemarin. Dalam rekaman video tersebut, terlihat anak-anak berusaha menghentikan truk tanah yang melaju kencang di Kampung Pisangan Lor Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan. Salah satu diantara banyak anak-anak itu terjatuh dan kemudian terlindas truk hingga tewas.
Menurut keterangan dari warga sekitar, insiden itu terjadi pada Rabu (28/4) pukul 01:00 dini hari waktu setempat. Mobil dump truk berwarna jingga dengan muatan limbah puing bangunan yang dikendarai R (26) menabrak remaja berinisial MF (15) hingga tewas di tempat.
Diduga, aksi konyol para remaja tersebut sengaja direkam untuk konten media sosial. Sebab, video dibuat lebar (wide,16:9) atau horizontal. Selain itu terlihat rapi dan fokus pada aksi para remaja tersebut saat mencoba menghentikan truk. Namun berubah drastis, tiba-tiba panik saat salahsatu remaja mengenakan baju putih bergaris-garis tertabrak dan terlindas truk tersebut.
Kanit Lantas Polsek Sepatan, IPTU Junaedi mengatakan, korban yang berinsisial MF dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan autopsi. Usai dilakukan pemeriksaan, kasus dilimpahkan kepada pihak Polres Metro Tangerang Kota.
“Untuk pengendara dan truk dibawa ke Polsek Sepatan. Untuk korban meninggal dunia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Untuk penanganan lebih lanjut dilimpah ke Laka Polres Metro Tangerang Kota,”Kata Junaedi kepada Satelit News, Kamis (29/4).
Baca Juga: Layanan SIM Keliling Kota Tangerang Sabtu 8 Agustus, Cek Lokasinya
Sementara, pihak keluarga korban, kini harus menelan pil pahit dan terpukul atas kejadian yang menimpa anak tersebut. Asim, ayah MF warga Kampung Pisangan, Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan mengaku sangat sedih dan merasa terpukul atas kejadian yang menimpa anak keduanya tersebut.
“Jujur dengan kejadian ini saya sangat terpukul dan sedih,”ungkap Asim.

Menurut Asim, MF merupakan anak yang penurut, dan baik. Asim mengaku, tidak tahu jika MF suka menaiki mobil dum truk. Kemungkinan besar, anaknya hanya diajak oleh teman-temannya.
“Saya tidak tahu kalau suka menumpang mobil truk,”ujarnya.
Kanit Lantas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Dhanar Dono menambahkan, sopir tanah yang berinisial R sudah diamankan oleh pihak Kepolisian Resort Metro Tangerang Kota, untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Sopir sudah diamankan di Polres. Penyelidikan tetap dilanjut, ” katanya.
Baca Juga: Layanan SIM Keliling Kota Tangerang Jumat 7 Agustus, Cek Lokasinya
Menurut Dhanar, kedua belah pihak sedang membuat permohonan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Karena pihak keluarga menerima kejadian ini merupakan sebuah musibah.
“Belum ada penetapan tersangka, kedua belah pihak sedang membuat permohonan untuk diselesaikan secara keluarga, ” ujarnya.
Kepala Dinas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Tangerang, Nadlirotun mengaku sangat pihatin atas kejadian tersebut. Menurutnya, kebanyakan yang menjadi korban dibujuk oleh teman-temannya.
“Saya juga ikut prihatin atas kejadian itu, ” katanya.
Lanjut Nadli, pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang, sudah melakukan rapat koordinasi untuk meminimalisir dan menciptakan anak-anak Kabupaten Tangerang yang bermartabat dan santun.
“Kita sudah rapat membuat program Si Sabar (Sayang Barudak). Yang intinya bagaimana membuat anak-anak bermartabat dan santun, ” jelasnya. (alfian/gatot)

















