SATELITNEWS.ID, JAKARTA–Berbagai upaya dilakukan warga agar bisa mudik pada periode libur Hari Raya Idul Fitri 2021. Selain menumpang truk sayur, pemudik pun tak segan “bersembunyi” di dalam ambulan demi pulang kampung. Jajaran Polda Metro Jaya menemukan satu unit ambulans yang mengangkut warga mudik, kemarin.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, ambulans ini terjaring operasi di wilayah Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Ambulans itu dianggap tidak digunakan sebagaimana peruntukannya sehingga diberikan sanksi.
“Ada satu ambulans yang coba mengelabuhi. Ini salah satu modus operandi. Ini kan karena ada pengecualian ya bagi ambulans,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/5).
Yusri menuturkan, ambulans ini diisi 7 orang. Dengan rincian, 1 sopir, 2 orang dewasa pria, 2 ibu-ibu dan 2 anak-anak. Saat dirazia petugas, mereka mengaku hendak membesuk anggota keluarganya yang sakit dan telah meninggal dunia di Subang, Jawa Barat.
“Setelah dicek ternyata ambulans ini dijadikan modus operandi untuk mudik padahal persyaratannya tidak sesuai dengan aturan,” imbuhnya.
Kendati demikian, saat diminta menunjukan surat keterangan dari RT/RW dan kelurahan, orang-orang di dalam ambulans ini tidak bisa. Mereka juga tidak mengantongi hasil swab antigen.
“Ya (alasan) mengada-ada saja, makanya diputarbalikan. Kan harus ada surat keterangan lengkap semua, kayak antigen tapi ini kan tidak ada,”imbuh Yusri.
Hingga kemarin, Mabes Polri mencatat operasi penyekatan mudik telah membuahkan hasil positif. Volume lalu lintas di jalur mudik ke arah Jawa tercatat turun hingga 53 persen.
Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan, penyekatan kendaraan mampu menekan jumlah kendaraan dari Jakarta menuju Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Di gerbang tol Cikampek Utama hanya 8,732 kendaraan, situasi normal jumlahnya 19.338 kendaraan. Adanya penyekatan turun 53 persen,” kata Argo dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5).
Sementara pengendara yang akan mengarah ke Jawa Barat melalui gerbang tol Kaliurip Utam berjumlah 10,629 kendaraan. Jumlah itu turun 46 persen dari situasi normal 19,827 kendaraan perhari.
Penurunan volume kendaraan juga terlihat di penyekatan jalur menuju Sumatera. Sebanyak 12,044 kendaraan tercatat keluar dari gerbang tol Cikupa yang mengarah ke Merak. “Normalnya 14,853 kendaraan, turun 19 persen,” tandas Argo.
Diketahui, Operasi Ketupat Jaya 2021 dimulai pada 6 Mei 2021 pukul 00.00 WIB, dan berakhir pada 17 Mei 2021. Petugas akan melakukan penyekatan kepada warga yang hendak mudik. Pemudik yang terjaring operasi langsung diminta putar balik, kembali ke lokasi asal. (jpg/gatot)