SATELITNEWS.ID, BAYAH—Setelah dilakukan pencarian selama dua hari lebih, akhirnya jasad Nanda Ramdani (14) warga Cilograng yang hilang terseret ombak berhasil ditemukan kurang lebih 500 meter dari lokasi kejadian, sekitar pukul 14.40 WIB, Kamis (27/5). Saat ditemukan siswi SMP tersebut diketahui sudah tak bernyawa dan langsung dibawa pihak keluarga guna dikebumikan.
Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Bayah, Gagan mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh Ace dan Rudi yang merupakan keluarganya, mereka ikut dalam pencarian dengan menyisir bibir pantai dengan berjalan kaki. Setiba di lokasi, mereka melihat benda yang terapung dan langsung mendekatinya. Sontak, keduanya kaget dan terkejut bahwa benda tersebut merupakan jenazah yang tak lain ada Nanda kerabat mereka.
“Saat ditemukan, jasad berusia 14 tahun tersebut dalam kondisi membengkak lantaran sudah dua hari lebih terombang ambing ombak laut,” kata Gagan saat dihubungi melalui telepon selulernya oleh Satelit News, kemarin.
Nanda yang dilaporkan terseret ombak di pantai Ciantir, Kecamatan Bayah yang saat itu berusaha menyelamatkan temannya yakni Unun yang tenggelam. Namun, bukanya berhasil, justru Nanda lah yang akhirnya terseret, sedangkan Unun berhasil selamat. Pencarian selama kurang dari tiga hari itu terus dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama para nelayan. Akhirnya, jasadnya berhasil ditemukan.
“Oleh pihak keluarga langsung dibawa ke rumahnya. Mengingat, kejadian tersebut murni akibat kecelakaan laut pihak keluarga memutuskan untuk langsung mengurus dan ingin segera memakamkannya.” ujar Gagan.
Senada dikatakan tokoh masyarakat Kacamata Bayah, Erwin Komara Sukma, jasad gadis SMP tersebut telah ditemukan dan sudah dibawa pihak keluarga. “Alhamdulilah sudah ditemukan, dan sudah dibawa pihak keluarga,” ujarnya.
Baca Juga: Terpeleset Lalu Terseret Arus, Remaja di Lebak Hilang di Sungai
Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak, ini mengimbau kepada pengunjung pantai untuk selalu waspada. Sebab, saat ini ketinggian ombak masih tinggi akibat cuaca ekstrem. “Kepada pengunjung untuk selalu mematuhi apa yang di instruksikan oleh penjaga pantai. Jangan sampai apa yang dilarang diabaikan. Intinya tetap waspada,” tandasnya.(mulyana/made)
