SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG-Meningkatnya jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang keteteran, sehingga segera menambah ruang rawat inap atau isolasi Covid-19.
Ketua Satgas Covid-19 RSUD Berkah Pandeglang, dr. Eko Prasetio Novianto mengungkapkan, terhitung dari dua pekan lalu kasus terkonfirmasi Covid-19 mengalami lonjakan secara signifikan. Katanya, dari semula hanya 20 persen ruang rawat inap yang digunakan, kini lonjakannya mencapai 200 persen.
Untuk mengantisipasi supaya tidak keteteran dalam melakukan perawatan dan isolasi pasien Covid-19, Eko mengungkapkan, kini pihak RSUD telah menambah ruang rawat inap dengan 10 unit tempat tidur untuk pasien.
“Kami mencatat mulai dua pekan lalu mengalami pelonjakan signifikan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19, tadinya ruang rawat inap Covid-19 hanya 20 persen digunakan, tiba-tiba melonjak sampai 200 persen,” kata dr Eko, Rabu (23/6).
Sebelumnya, di RSUD Berkah Pandeglang hanya 14 unit tempat tidur terdiri dari 4 unit berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan 10 unit berada di ruangan rawat inap isolasi. Namun dengan penambahan itu, kini ada sekitar 24 unit tempat tidur di RSUD Berkah Pandeglang.
“Untuk penambahan tempat tidur pasien sebanyak 10 unit dengan rincian 4 unit di IGD, 4 unit di ruang perawatan dan 2 unit lagi tambahan di bekas rumah dinas dokter yang dijadikan ruang perawatan tambahan,” jelas Eko.
Baca Juga: Bupati Dewi Bantu Biaya Operasional dan Gratiskan Biaya Perawatan Korban Luka Bakar
Lanjut Eko, penambahan itu juga untuk merespon adanya permohonan dari Puskesmas dan klinik yang butuh bantuan, karena masih banyak pasien yang membutuhkan perawatan.
“Akhirnya satu minggu lalu dirapatkan ke Res Satgas Covid-19 dan diputuskan ada penambahan tempat tidur pasien lagi dan kemarin (Senin) diputuskan, kalau ruangan penyakit dalam dan bekas rumah dinas dokter dijadikan ruang isolasi Covid-19,” ujarnya.
Selain hal tersebut yang menjadi prioritas, kata Eko, dikarenakan merawat pasien Covid-19 berbeda dengan pasien lain, maka pihaknya juga meminta penambahan tenaga medis sebanyak 6 orang untuk merawat pasien.
“Pelayanan pasien Covid-19 harus total seperti mulai dari memandikan, memberi makan itu semua dilakukan oleh perawat jadi jumlah tenaga yang diperlukan lebih banyak. Misalnya untuk satu pasien membutuhkan satu perawat, sekarang membutuhkan dua perawat, jadi memang masih kekurangan tenaga medis,” tandasnya.
Untuk yang sedang dirawat di ruangan saat ini menurut Eko, ada 14 orang dan di IGD ada 1 orang. “Jadi belum bisa masuk ke ruang biasa, karena ruang isolasi masih penuh dan ini dari sejak semalam ada 2 orang lagi yang membutuhkan perawatan dari puskesmas dan Rumah Sakit Aulia membutuhkan perawatan,” pungkasnya. (nipal/aditya)
