SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Permintaan kelapa muda hijau cukup tinggi di wilayah Tangerang belakangan ini. Abdul Rahman (65), salah satu pedagang kelapa muda hijau di Jalan KH. Hasim Ashari, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, mengaku dapat menjual 700 buah kelapa muda dalam tiga hari.
Rahman mengaku jika kelapa yang dijualnya berasal dari Menes Kabupaten Pandeglang, yang dikirim setiap dua kali dalam sepekan. Sekali pengiriman kata dia, bisa sebanyak 1.300 buah. Dia biasa berjualan mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.
“Dari jam 8 (pagi) sampai sekarang udah jam 2 siang, alhamdulillah udah abis 300 kelapa,” ujar Rahman kepada Satelit News, Rabu (21/7/2021).
Bagi Rahman, saat ini penjualannya justru mengalami peningkatan penjualan. “Tahun lalu sehari paling banyak 100 buah kelapa yang terjual, tapi saat ini sehari bisa lebih dari itu,” tegasnya.
Rahman mengungkapkan, bermodal Rp500 ribu untuk berjualan kelapa muda hijau, kini omzetnya dalam seminggu sekitar Rp10 juta. “Saya dulu buka usaha kelapa, cuma modal Rp500 ribu. Pada saat itu saya jual satuan itu masih Rp200,” tandasnya.
Saat ini lanjut Rahman, harga satu buah kelapa hijau Rp25.000. Setiap tahun harga kelapa mengalami kenaikan.
“Di tahun lalu satu buah kelapa dihargai Rp15.000, sekarang Rp25.000,” imbuhnya.
Menurut Rahman, masyarakat meyakini bahwa manfaat kelapa sangatlah baik untuk tubuh. Terutama pada kondisi pandemi Covid-19, sebagai suplemen untuk menjaga imunitas tubuh.
Rahman menyarankan, untuk mendapatkan manfaat air kelapa secara maksimal, sebaiknya mengonsumsi air kelapa murni yang diperoleh langsung dari buah kelapa. Selain itu, tidak menambahkan gula atau pemanis buatan saat mengkonsumsinya.
“Air kelapa hijau rasanya lebih manis dari air kelapa biasa. Buah pada kelapa hijau jarang ditemukan. Sementara kelapa biasa, buahnya banyak dan bisa dimakan,” ucapnya.
Salah satu tips usaha kelapanya tetap lancar, dia selalu menuruti keinginan pelanggan sehingga puas saat mengkonsumsi kelapa. “Saya selalu mengutamakan keinginan pelanggan. Misalnya mau kelapa yang banyak dagingnya atau banyak airnya, nanti saya kasih dan menghadapi konsumen secara sopan santun. Itu yang selalu saya terapkan agar pelanggan kembali lagi,” katanya.
Sejak memulai usaha tahun 1992, Rahman mengaku tidak mengalami kendala. Hanya saja pada saat musim penghujan, minat pembeli sedikit berkurang. “Alhamdulillah, sudah hampir 30 tahun berjualan tidak ada kendala. Cuma kadang kalo musim hujan sepi, ramenya saat musim panas,” pungkasnya. (mg3/aditya)