SATELITNEWS.ID, PONDOK AREN—Pemerintah Kota Tangsel terus melakukan kegiatan monitoring kepatuhan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan turun langsung memimpin kegiatan monitoring yang digalar pada Selasa (27/7) dini hari, di wilayah Kecamatan Pondok Aren. Dalam kegiatan itu Pilar didampingi pihak Kecamatan Pondok Aren, Koramil 06, Polsek Pondok Aren dan jajaran lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pilar menemukan warung yang menjual minuman keras. Dia kemudian melakukan penyitaan 180 botol miras dari sebuah jamu. Penyitaan tersebut dilakukan karena telah melanggar aturan, serta melanggar PPKM tentang batas jam buka.
“Ada penindakan untuk satu tempat jamu. Nah tadi pak Danramil dan dari Polsek juga menyaksikan langsung, Pak Camat menyaksikan bahwa dia masih buka dan kita coba tes. Kalo di luar itukan tidak ada alkohol tuh, coba saya cek ada alkohol nggak. Nah ternyata dia jual alkohol itukan dia jual pasti buat anak-anak kecil itu di bawah umur. Ini kurang ajar memang,” ungkapnya.
“Kalau pertama sudah menyalahi peraturan PPKM, yang kedua menjual alkohol dimana Tangsel ini aturannya 0 persen alcohol. Jadi kita tadi ambil barangnya lalu kita berikan untuk diproses dan jangan dikembalikan untuk pelanggaran seperti ini,” tambahnya.
Dirinya bersyukur, selama penindakan beberapa masyakat di lokasi, mereka koperatif dan kegiatan tersebut juga berjalan dengan kondusif.
“Alhamdulillah giat hari ini operasi gabungan PPKM level 4 di wilayah Pondok Aren sudah dilaksanakan dengan lancar, aman, tertib. Alhamdulillah pergi sampe pulang juga dengan kondisi selamat,” ujarnya
“Selama penindakan juga masyarakat responnya cepat juga ya walaupun mereka sebagian banyak sudah tau ya aturannya. Tapi kita selalu mencoba melakukan pendekatan secara persuasif, secara humanis karena bagaimana pun juga ya mereka bekerja untuk mencari nafkah begitu,” tambahnya.
Pilar juga mengatakan, dalam kegiatan tersebut, pihaknya juga membagikan paket sembako kepada masyarakat, terutama para pedagang kaki lima yang terlihat dagangannya masih belum laku hingga dini hari. (dra/bnn/gatot)