SATELITNEWS.ID, LEBAK—Kabar menggembirakan khususnya bagi para orangtua siswa yang merindukan anaknya bisa kembali belajar secara tatap muka di sekolah. Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lebak bakal segera menggelar kegiatannya Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka. Bahkan rencananya akan dimulai bulan Agustus 2021 ini.
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka segera akan digelar di Kabupaten Lebak, pada bulan Agustus 2021 di Minggu ketiga, yang diperuntukkan untuk siswa-siswi dijenjang PAUD, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut seiring dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementrian Agama, Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementrian Kesehatan (Kemenkes).
SKB yang ditandatanggani 4 menteri itu telah mengizinkan pelaksanaan PTM dimasa PPKM Level 1-3. Dengan hal, itu PTM bisa dilakukan di Kabupaten Lebak yang mengingat kini berada di Level 3 penerapan PPKM.
“Insya Allah menyusul SKB ini, KBM secara tatap mula di Lebak akan bisa dimulai minggu depan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Lebak, Wawan Ruswandi saat dihubungi melalui teleponnya, Kamis (12/08/2021).
Namun demikian, karena masih dengan pandemi Covid-19 maka perlu dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus tersebut. Sebab, kegiatan belajar tatap muka akan kontak langsung dengan siswa lainnya.
“PTM ini mewajibkan pihak sekolah untuk meminta persetujuan pelaksanaan KBM tatap mula terlebih dahulu kepada para orangtua siswa, menyiapkan standar protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Dan memberlakukan pembatasan jam masuk para siswa-siswi,” terang Wawan.
Baca Juga: Pemkab Lebak Alokasikan Rp75 Miliar untuk Pilkada 2029
“Jadi nantinya di KBM tatap muka ini terbatas ini jaga jaraknya diatur, 1,5 meter batasnya. Dengan maskimal 50 persen kapasitas siswa yang masuk setiap jam pelajarannya. Siswa pun yang masuk dibatasi hanya dua jam untuk tingkat PAUD, SD dan 3 jam tingkat SMP per harinya. sehingga nanti akan diberlalukan shift juga untuk siswanya,” timpal Wawan.
Kata Wawan, KBM tatap muka dapat dilakukan setiap hari oleh pihak sekolah, dengan teknis secara rincinya diserahkan kepada pihak sekolah. Untuk mempertegasnya, pihaknya akan membuat surat edaran mengenai tata pelaksanaan KBM tatap muka yang sangat dirindukan oleh para siswa-siswi itu. “Penerpaanya akan diserahkan kepada pihak sekolah, namun harus tetap sesuai dengan buku panduan pelaksanaan KBM tatap muka,” imbuhnya.
Menanggapi rencana tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak, M Agil Zulfikar mengaku senang adanya kabar tersebut. Menurutnya, kabar tersebut akan menjadi kabar menggemberikan khususnya para orangtua siswa. “Agar rencana tersebut nantinya tidak batal digelar. Maka masyarakat untuk tetap meningkatkan prokes Covid-19,” ujarnya.
Menurut Agil, selama ini belajar dalam jaringan (daring) dinilai kurang efektif dan itu terlihat banyak siswa yang putus sekolah atau yang tidak aktif. Maka dengan adanya kabar ini menjadi angin segar untuk pendidikan di Lebak. “Kita dukungan rencana tersebut, semoga di minggu ketiga ini KBM secara tatap muka bisa digelar,” imbuhnya.(mulyana)
























