Minggu, 6 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Sembilan Solusi di Hari Tani

Oleh: Dr Abidin*

Oleh Deddy Maqsudi
Jumat, 27 Agu 2021 18:51 WIB
Rubrik Headline, Kolom
Sembilan Solusi di Hari Tani

SOLUSI DI HARI TANI: Dr Abidin, Doktor Bidang Ilmu Teknik Sistem dan Industri – IPB. Ketua Program Studi Teknik Industri – Universitas Buddhi Dharma Tangerang. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

LEBIH dari setengah abad, Hari Tani Nasional diperingati setiap tahun oleh bangsa Indonesia. Tanggal 24 September 1963 adalah peringatan perdana, setelah Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno mengeluarkan Keppres nomor 169/1963.

Peringatan Hari Tani Nasional bertujuan untuk mengenang terbitnya Undang-undang nomor 5/1960 tentang Pokok-pokok Agraria (UUPA) sebagai penghargaan kepada para petani Indonesia. UUPA 1960 mengandung spirit dan menjadi landasan dalam upaya perombakan struktur agraria di Indonesia.

Penguasaan dan pemanfaatan tanah yang timpang dan sarat akan kepentingan sebagian golongan saat itu, dirombak menjadi berasaskan keadilan dan kemakmuran bagi pembangunan masyarakat. UUPA 1960 juga mengatur penguasaan dan pemanfaatan air serta udara sebagai anugerah dari Tuhan yang perlu dijaga kelestariannya untuk kepentingan bersama.

Sudah lebih dari 60 tahun UUPA disahkan, namun kenyataannya keadilan penguasaan dan pemanfaatan tanah masih jauh dari harapan. Petani semakin terpinggirkan oleh pemodal yang memiliki dana tak terbatas.

Lahan pertanian berubah menjadi kawasan industri, real estate, hingga bangunan modern lainnya. Lahan pertanian semakin sempit, sedangkan kebutuhan pangan semakin meningkat. Laksana panggang jauh dari api.

Peringatan Hari Tani Nasional yang ke-58 ini, merupakan momentum yang pas untuk kembali membangkitkan spirit keberpihakan terhadap petani. Mengedepankan asas keadilan dan kemakmuran, kelestarian, serta kepentingan bersama. Objektif dan berimbang, karena memang pembangunan di segala bidang tidak dapat dihindarkan.

Baca Juga: Jalan Pisangan Pakuhaji Dibongkar Lagi, Tak Sesuai Spesifikasi

Sebagai negara berpenduduk lebih dari 270 juta jiwa, kebutuhan produk-produk pertanian sangat besar. Pangan misalnya, sebagai kebutuhan primer, tentu menjadi peluang sekaligus tantangan yang sangat besar bagi para petani. Jika pemanfaatan lahan tidak sesuai dengan spirit dan asas sesuai UUPA 1960, maka tidak mustahil Indonesia akan menjadi negara importir murni produk-produk pertanian.

Di sisi lain, pertambahan penduduk dan tuntutan pembangunan fisik lainnya juga tidak dapat diabaikan begitu saja. Tuntutan terhadap sarana perumahan, pendidikan, jalan, bandara, dan sarana lainnya terus bertambah sesuai dengan pertambahan penduduk. Adalah sebuah keniscayaan, jika pengembangan pertanian juga harus berkompromi dengan kebutuhan-kebutuhan infrastruktur tersebut.

BeritaTerbaru

28 Tim Sepakbola Kecamatan Berebut Piala Bupati Tangerang

Sabtu, 5 Sep 2026 20:04 WIB

Bobol Gawang PSIM Lebih Dulu, Persita Harus Puas Bawa Satu Poin

Sabtu, 5 Sep 2026 19:54 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau Hasilkan Lava Air Mancur

Erupsi Gunung Anak Krakatau Hasilkan Lava Air Mancur

Sabtu, 5 Sep 2026 08:42 WIB
80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti

80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti

Sabtu, 5 Sep 2026 08:04 WIB

Sungguh membanggakan sektor pertanian tetap tumbuh positif walaupun Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19. Berdasarkan data Produk Domestik Bruto (PDB) dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan II 2021 sektor pertanian tercatat tumbuh sebesar 12,93%. BPS juga mencatat kinerja ekspor sektor pertanian sebesar US$906,7 juta meningkat 13,24% dibandingkan triwulan II tahun 2020.

Capaian pertumbuhan tersebut merupakan tertinggi di antara semua sektor lapangan usaha. Sektor pertanian juga menduduki urutan kedua terbesar sebagai kontributor PDB nasional sebesar 14,27%. Kontributor PDB terbesar adalah sektor pengolahan yang berkontribusi sebesar 19,29% terhadap PDB nasional.

Untuk tetap menjaga pertumbuhan sektor pertanian, terdapat sembilan solusi yang bisa dilakukan oleh antara lain pemerintah, lembaga legislatif, asosiasi pertanian, perguruan tinggi, lembaga riset, lembaga keuangan, dan lembaga terkait lainnya. Lembaga-lembaga itu memiliki kontribusi yang sangat besar dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan sektor pertanian dan pembangunan lainnya.

Solusi pertama, membuat Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) berkelanjutan. RTRW berkelanjutan mengakomodir kepentingan pembangunan bidang pertanian sejalan dengan pembangunan sarana fisik. Tidak hanya mengakomodir kalangan pemodal bidang infrastruktur, namun juga para petani yang selama ini menggantungkan hidupnya dari hasil-hasil pertanian.

Baca Juga: Tiga Tahun Tak Periksa Kesehatan, Fajar Manfaatkan CKG Pemprov Banten di Kecamatan Curug

Kedua, tidak membuat kebijakan yang merugikan petani seperti impor pada saat atau menjelang panen raya. Buatlah kebijakan terkait dengan harga yang berimbang, seperti harga eceran tertinggi.

Pemerintah membeli produk petani pada saat panen raya dan mengeluarkan pada saat yang tepat, sehingga petani dan konsumen tidak dirugikan. Pengaturan sistem informasi produk-produk pertanian, sehingga masalah asimeteri informasi antara petani dan konsumen dapat diatasi.

Ketiga, menyiapkan teknologi tepat guna dan rekayasa genetika bidang pertanian. Solusi ini bisa ditawarkan terutama kepada petani milenial yang saat ini minim jumlahnya.

Dengan teknologi tersebut, lahan yang sempit bukan lagi masalah bagi pengembangan pertanian. Hidroponik, aeroponik, aquaponik, hingga rekayasa genetik adalah teknik dan teknologi harapan bagi masa depan pengembangan pertanian Indonesia yang cocok dengan generasi milenial.

Keempat, pengembangan industri hilir dari produk-produk pertanian. Dengan hilirisasi produk-produk pertanian, maka pemanfaatan terhadap hasil pertanian, tidak hanya untuk sektor pangan, namun juga sektor kesehatan, kecantikan, hingga gaya hidup. Hilirisasi produk-produk pertanian harus terus didorong dengan mendirikan industri-industri berbasis pertanian di sekitar lahan pertanian.

Pengembangan sistem pertanian tumpang sari merupakan solusi yang kelima. Perkebunan yang dipadukan dengan palawija, perikanan yang dipadukan dengan peternakan, atau peternakan yang dipadukan dengan industri pertanian adalah sebagian contoh dari konsep tumpang sari yang dimodifikasi dan sukses dijalankan selama ini. Konsep ini harus dipertahankan dan ditingkatkan terus penggunaanya.

Keenam, menyiapkan generasi penerus petani atau yang disebut petani milenial. Perguruan tinggi dan lembaga pendidikan serta asosiasi sangat berperan dalam pengembangan generasi petani milenial ini.

Tanpa adanya sumber daya manusia yang mumpuni dan mencintai pertanian, maka seluas apapun lahan yang ada, tidak akan ada artinya. Petani milenial ini harus disiapkan dan menguasai sistem pertanian modern.

Ketujuh, tata niaga pupuk dan produk-produk pertanian yang pro petani. Selama ini tata niaga pupuk dan produk-produk pertanian lebih banyak menguntungkan para middleman, sehingga petani senantiasa berada pada posisi yang dirugikan.

Harga pupuk yang mahal, biaya pemeliharaan dan produksi yang tinggi, namun saat panen tiba, harga jual produk pertaniannya murah. Dengan kondisi seperti ini, mencapai titik impas saja sudah bagus.

Kedelapan, permodalan. Selama ini, kendala terbesar yang dialami petani adalah kekurangan modal.

Banyak lembaga keuangan yang memberikan dana kredit kepada petani. Namun struktur bunga yang tinggi membuat petani kewalahan dalam pengembaliannya. Oleh karena itu, diperlukan pembiayaan bebas bunga seperti lembaga partnership yang siap bermitra dengan petani menggunakan sistem profit loss sharing.

Terakhir, promosi terhadap produk-produk pertanian unggulan ke berbagai pihak. Bangsa Indonesia harus bangga dengan produk-produk pertanian bangsanya sendiri, harus mau menggunakan dan mengkonsumsinya. Semakin banyak promosi produk-produk pertanian unggulan Indonesia, maka keberadaan produk-produk pertanian tersebut akan semakin dikenal di seluruh pelosok negeri.

Sembilan solusi tersebut, semestinya dijalankan secara simultan dan paralel. Jika diabaikan, tidak menutup kemungkinan Indonesia akan mengalami krisis pangan. Akhirnya menjadi pengimpor produk-produk pertanian, dan menjadi pasar besar bagi bangsa lain. Sebutan negara agraris pun tinggal kenangan.

September bulan petani, sebagai wujud terima kasih kita terhadap jasa para petani, sudah saatnya bagi kita berpikir dan bertindak untuk masa depan petani yang lebih baik.

Selamat Hari Tani Nasional.

Bangga Menjadi Petani.

Jaya dan Sejahteralah Petani Indonesia. (*)

 

*Doktor Bidang Ilmu Teknik Sistem dan Industri – IPB. Ketua Program Studi Teknik Industri – Universitas Buddhi Dharma Tangerang

Tags: hari tani nasionalsolusitangerang
Share1TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
Headline

Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki

Sabtu, 5 Sep 2026 07:57 WIB
PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Dalam Kondisi Terbaik
Bola & Sport

PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Dalam Kondisi Terbaik

Sabtu, 5 Sep 2026 07:43 WIB
Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama
Headline

Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama

Sabtu, 5 Sep 2026 07:32 WIB
Headline

Belasan Warga Sesak Nafas Akibat Kebakaran Sampah di Tangsel, Sekolah Diliburkan

Jumat, 4 Sep 2026 16:03 WIB
Banten Region

Perlintasan Sebidang Akses Pasar Rangkasbitung Ditutup Permanen

Jumat, 4 Sep 2026 12:39 WIB
Polres Tangsel Selidiki Kasus 340 Ribu Dolar Singapura Palsu
Headline

Polres Tangsel Selidiki Kasus 340 Ribu Dolar Singapura Palsu

Jumat, 4 Sep 2026 07:41 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

BERSALAMAN : Empat tersangka dan korban pengeroyokan serta penculikan, bersalaman di Mapolda Banten, setelah bersepakat melakukan Restorative Justice. (ISTIMEWA)

Kasus Pengeroyokan dan Penculikan Aktivis di Lebak Berakhir Damai

Selasa, 1 Sep 2026 17:14 WIB
Lini Depan Perlihatkan Ketajaman, Barcelona Pesta Gol

Lini Depan Perlihatkan Ketajaman, Barcelona Pesta Gol

Selasa, 1 Sep 2026 08:48 WIB
MENUNJUKKAN BARANG BUKTI : Dirreskrimum Polda Banten Kombespol Dian Setyawan (tengah) menunjukkan barang bukti pencurian kendaraan roda empat. (ISTIMEWA)

Empat Pelaku Pencurian Mobil Diamankan ke Mapolda Banten, Satu Orang DPO

Selasa, 1 Sep 2026 13:34 WIB
Jaro Kanekes Desak Perluasan Parkir Baduy

Jaro Kanekes Desak Perluasan Parkir Baduy

Senin, 31 Agu 2026 20:18 WIB
Akademisi Soroti Persoalan Persampahan Hingga Drainase di Kota Tangerang

Akademisi Soroti Persoalan Persampahan Hingga Drainase di Kota Tangerang

Selasa, 1 Sep 2026 15:31 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.