SATELITNEWS.ID, NEGLASARI—Persoalan sampah menjadi hal yang menjadi momok di tengah-tengah masyarakat. Berbagai kelompok mencoba untuk menanggulanginya. Seperti yang dilakukan oleh Kecamatan Neglasari.
Kecamatan Neglasari yang identik dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing ini merealisasikan alat pengolahan yang dapat mengolah sampah menjadi bahan bakar Bio Solar. Alat yang bernama Pyrolysis Reaktor ini telah telah beroperasi sejak Agustus 2021 lalu.
Camat Neglasari, Tubagus Sanny Soniawan mengatakan sejauh ini alat tersebut baru pertama kali ada Kota Tangerang. Kata dia, pengadaan Pyrolysis Reaktor ini bermula dari masalah sampah di TPA Rawa Kucing.
“Salah satu keinginan saya agar Neglasari ini lebih bersih dengan kecamatan lain. Saya kita dengan adanya TPA Rawa Kucing ini sampah akan tersedot kesana semua tapi ternyata tidak. Oleh karena itu kita cari kegiatan atau ide yang bisa sejalan dengan semangat itu,” ujarnya, Jumat (10/09/2021).
Setelah berkomunikasi dengan sejumlah pihak, Sanny akhirnya tertarik dengan program kelompok mahasiswa tentang pengelolaan sampah plastik. Lantaran sejalan akhirnya kata Sanny, Kecamatan Neglasari bekerjasama dengan mahasiswa tersebut.
“Dia mengelola sampah plastik jadi bio solar,” katanya.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Tangsel Siagakan Pesapon
Sunny mengatakan sampah plastik yang dimasukkan ke alat tersebut kemudian menjadi bio solar adalah yang tidak bernilai ekonomis. Seperti kantong kresek, plastik bekas produk sampo dan sabun. Prosesnya pun tak lama hanya dua jam sampah yang dicampur dengan air tersebut bisa langsung menjadi bio solar.
“Kita ingin program ini jadi pilot project pengelolaan sampah yang tidak menghasilkan sampah. Saya berharap ini jadi role model di LH (Lingkungan Hidup), karena persolan sampah bukan hanya di rawa kucing,” jelasnya.
Kini alat tersebut berada di wilayah Kelurahan Karang Anyar untuk dioperasionalkan. “Intinya kita kelola sampah dengan manfaatkan yang lebih dari sampah. Kita kelola sampah tanpa tersisa sampah,” imbuhnya.
Nantinya alat tersebut akan dioperasikan oleh Komunitas pengelola sampah terpadu Bersih, Indah, Makmur, Sejuk, Nan Asri (Bimasena). Sehingga, alat itu akan konsisten dalam menanggulangi persoalan sampah di Neglasari.
Tak hanya itu, Kecamatan Neglasari juga memiliki alat pemusnahan sampah atau Incenetator yang ramah lingkungan. Alat itu juga berasal dari hasil kerjasama Kecamatan Neglasari dengan kelompok Mahasiswa yang sama. (ADV)
Baca Juga: Maraknya Pembuangan Sampah Liar di Tangsel, DLH Soroti Rendahnya Kesadaran Warga
