SATELITNEWS.ID, LEBAK— Cucum (25) serta anaknya Yosef (9), harus merasakan sakit setelah keduanya terjatuh dari jembatan gantung di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Rabu (15/09/2021). Beruntung kejadian tersebut tidak sampai memakan korban jiwa. Para korban yang merupakan warga Bogor Jawa Barat tersebut berhasil dievakuasi oleh warga dan diberikan pengobatan oleh tim medis desa setempat.
Informasi yang dihimpun, kejadian yang membuat sakit serta syok keduanya tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Cucum, Yosef serta Yadin (32) (suami Cucun) yang merupakan warga Desa Cileuksa, Sukajaya Bogor akan berkunjung ke rumah orangtua Cucum di kecamatan setempat dengan menggunakan sepeda motor. Nahas ketika melintasi jembatan gantung di Kampung Muhara, nahas di pertengahan jembatan motor yang dikemudikan Yadin terpeleset dan hingga akhirnya terjatuh dengan ketinggian 15 meter di atas permukaan air Sungai Ciberang.
“Anaknya (Yosef) lebih dulu jatuh ke sungai, disusul ibunya (Cucum) jatuh juga, sementara ayahnya (Yadin) tergantung memegangi papan jembatan,” kata Kepala Desa Ciladaeun Yayat Dimyati, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (15/09/2021)
Warga yang melihat kejadian tersebut, berusaha menolong. Beruntung, kata Yayat tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Anak dan ibu itu kemudian ditolong oleh warga. Sementara ayahnya, ditarik ke atas jembatan. “Korban kemudian dibawa ke rumah warga dan dilakukan pengecekan kondisi tubuh oleh dokter setempat,” katanya.
“Betul korban merupakan warga Kabupaten Bogor, jatuh saat melintas di jembatan gantung dengan sepeda motor akibat terpeleset. Mereka akan berkunjung ke wilayah Kecamatan Lebakgedong,” timpalnya.
Kata Yayat tidak ada akses jalan lain untuk melintasi sungai Ciberang, selain jembatan gantung tersebut. Jembatan gantung itu, kata Yayat, kondisinya masih layak dilintasi karena baru dibangun 2020 lalu. “Jembatan utama lagi dibangun permanen, jadi hanya bisa lewat jembatan gantung, jembatannya masih bagus, tapi memang goyang jadi harus berhati-hati ketika melintasinya,” kata Yayat.
Baca Juga: Waduk Karian Lebak Semakin Mengering, Jejak Permukiman Lama Jadi Magnet Wisata
Yayat mengimbau, untuk warga yang hendak melintas jembatan itu, supaya berhati-hati dan tidak membawa muatan berlebih. Pengendara juga diimbau untuk tidak berboncengan. “Kalau boncengan mending turun dulu, atau jika tidak yakin bisa minta tolong untuk dibawakan kendaraannya sama warga setempat,” imbuhnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labak, Febby Rizki Pratama membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kata Febby tidak ada korban jiwa dan para korban sudah mendapat pertolongan dari warga dan tim medis. “Betul infonya para korban terpeleset saat melintasi jembatan dan terjatuh. Alhamdulilah tidak menelan korban jiwa,” kata singkatnya.(mulyana/made)
























