SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pandemi Covid-19 mengalami penurunan signifikan. Hal ini membuat pemerintah mulai mengizinkan penyelenggaraan kegiatan berskala besar seperti resepsi pernikahan, pesta, festival, konferensi hingga konser musik.
Namun demikian, di Kota Tangerang hal tersebut masih menjadi pertimbangan. Pasalnya hingga saat ini belum ada instruksi resmi dari pemerintah pusat terkait perizinan kegiatan berskala besar di tengah pandemi Covid-19.
Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, izin akan diberikan bila pemerintah pusat memberikan instruksi resminya. Apalagi Kota Tangerang masuk dalam wilayah aglomerasi Jabodetabek.
“Masih nunggu arahan pemerintah pusat, karena biar seragam. Karena Tangerang ini masuk dalam aglomerasi Tangerang Raya dan Jabotabek Provinsi Banten,” jelasnya Selasa, (28/09/2021).
Kebijakan ini juga kan diberikan bila kondisi pandemi Covid-19 ini dapat ditangani. Atau Tangerang masuk dalam zona hijau yang artinya aman dari penyebaran Covid-19. “Kebijakan pesta ini, tentu akan kita lakukan melihat kondisi wilayah di Kota Tangerang,” katanya.
Sejauh ini kata Arief, pihaknya masih fokus pada proses vaksinasi untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal. Sejauh ini diungkapkan Arief, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang sudah menyuntikkan hampir 1,2 juta dosis vaksin kepada masyarakat.
Baca Juga: Sachrudin Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Jadi Fondasi Persatuan
“Sekarang udah mendekari 1,2 juta. Jadi data terakhir itu udah 1.187.000 dosis 1, sudah 80 persen target 1,4 juta,” jelas Arief. Dalam mencapai target, Pemkot Tangerang telah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan vaksin door to door. Hal ini dilakukan untuk menyisir masyarakat yang belum tervaksin. Sekaligus, mensosialisasikan manfaat vaksin.
“Kita diminta nantinya menyisir kelompok masyarajat yang belum divaksin, agar segara divaksinasi. Jadi door to door sudah mulai dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Jadi masyarakat yang enggak bisa dateng ketempat vaksinasi. Disabilitas, ODGJ dan lain sebagainnya,” jelasnya. “Sesuai arahan Pangdam, serbuan vaksinasi TNI dan kepolisian memang menyasar kepada mereka mereka yang perlu diedukasi, bahwa vaksinasi ini memang aman buat masyarakat,” tambah Arief. (irfan)
