SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pemerintah Kota Tangerang menutup 15 SMP setelah 25 siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka terpapar Covid-19 pekan lalu. Kini, Pemkot Tangerang sedang mengkaji ulang kebijakan tersebut.
Wali Kota Arief R Wismansyah menjelaskan tidak ada klaster sekolah pada kasus ditemukannya siswa terpapar Covid-19. Menurut Arief, hanya ada sedikit siswa yang positif Covid-19 namun mereka tidak menularkan virus ke siswa lainnya.
Kondisi tersebut membuat Pemkot Tangerang kembali mengkaji kebijakan penutupan sekolah. Wali Kota dua periode itu membuka peluang menutup kelas, alih-alih menghentikan kegiatan belajar mengajar tatap muka di satu sekolah.
“Satu sekolah satu siswa atau satu sekolah dua sisa yang terpapar. Mereka beda kelas. Jadi kondisinya itu bagusnya. Mereka rata-rata tanpa gejala. Yang bergejala cuma 2-3 orang, terus CT-nya sudah tinggi. Ini kita lagi evaluasi, kalau kemarin kita tutup satu sekolah, kita mau mencoba melaksanakan sesuai dengan kelasnya saja. Karena kan enggak jadi klaster,” ujar Arief, Rabu (6/10/2021)
Menurut Arief, sebanyak 5 siswa dari 25 siswa positif Covid-19 akibat belum divaksin. Untuk itu, Pemkot Tangerang akan akan terus mendorong agar vaksinasi terhadap pelajar dilakukan. Saat ini vaksinasi sudah dilakukan terhadap 90 ribu siswa atau 50.01 persen dari total keseluruhan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin mengatakan belum ada penambahan jumlah siswa yang terpapar Covid-19. Pihaknya hanya mendapatkan laporan sebanyak 25 siswa positif Covid-19 dan 15 sekolah masih ditutup.
Jamaluddin menegaskan hingga saat ini, aturan yang diterapkan tetap sama. Apabila terdapat satu siswa yang terpapar Covid-19 maka sekolahnya akan ditutup. Menurut pria yang juga Ketua PGRI Kota Tangerang itu, tindakan penutupan sekolah sudah sesuai dengan standard operasional procedure.
“Itu kan sesuai SOP ya. Kalau ada yang positif satu, kita masih tutup sekolah dulu. Nanti Insya Allah sesuai arahan ditutup satu kelas kalau satu yang positif,” jelasnya.
Jamaluddin mengatakan saat ini pembelajaran tatap muka tetap berlangsung. Sebanyak 148 SMP di Kota Tangerang masih melaksanakan PTM dengan protokol kesehatan yang ketat.
“Minggu depan tambah 22 SMP lagi,”ungkapnya. (mg5)