SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Laga big macth Serie A akan tersaji di Giuseppe Meazza, Minggu (6/2/2022) dini hari WIB, kala Inter Milan menjamu AC Milan. Pertarungan bertajuk Derby della Madonnina atau derby Milan itu menjadi penentu persaingan dua tim ibu kota menuju tangga juara alias scudetto.
Seperti musim lalu, Derby Milan kali ini disebut-sebut sebagai salah satu laga penentu scudetto. Hal itu tak lepas dari posisi kedua tim di klasemen sementara Serie A saat ini. Inter sedang bertengger di puncak dengan 53 poin, unggul 4 poin dari Milan.
Namun melihat performa Inter setahun ke belakang, ditambah sejarah pertemuan selama lima tahun terakhir, semua kondisi justru berpihak kepada skuad asuhan Simone Inzaghi tersebut.
Dalam 11 pertemuan terakhir di Serie A, Milan cuma menang sekali, sedangkan Inter menang enam kali, dan empat laga lainnya berakhir imbang. Satu-satunya kemenangan Milan terjadi pada Oktober 2020, saat unggul 2-1 berkat dua gol Zlatan Ibrahimovic. Sejak kekalahan itu, Inter belum tumbang lagi di San Siro, dan kini sudah berlanjut hingga 28 pertandingan Liga Italia.
Jangan lupakan juga catatan Inzaghi saat beradu taktik dengan pelatih Milan, Stefano Pioli. Dalam 12 pertemuan, Inzaghi menang enam kali, kalah tiga kali, dan seri tiga kali.
Meski begitu, Milan bukannya tak punya peluang. Berkaca sejarah, Rossoneri juga pernah memutus rekor tak terkalahkan Inter di 46 laga kandang pada November 2010. Saat itu, Milan menang 1-0 berkat gol tunggal Ibrahimovic.
Selain itu, jeda internasional selama sekitar dua pekan menjadi waktu yang pas bagi Milan mengisi ulang tenaga, sebelum melanjutkan pertarungan memperebutkan gelar scudetto.
Penyerang Milan Olivier Giroud bicara soal pentingnya AC Milan memenangi derby melawan Inter Milan. Dia menyebut kemenangan atas Inter akan menjaga peluang juara Milan. “Target utama saya adalah meraih scudetto bersama Milan di 2022, lalu yang diraih setelahnya adalah bonus,” ujar Giroud kepada StarCasinoSport seperti dilansir Football Italia.
“Tentu kami percaya scudetto. Sekarang kami akan menghadapi pertandingan penting melawan Inter dan kemenangan akan jadi kesempatan bagus untuk meraihnya di akhir musim.”
“Saya main dan mencetak gol di derby London pertama saya melawan Tottenham, saya tahu apa artinya itu untuk fans Arsenal,” kata Giroud menambahkan.
Di sisi lain, bek kanan Milan Davide Calabria ragu laga ini akan menentukan nasib persaingan Scudetto. “Masih awal untuk mengatakan hal itu,” jawab Calabria kepada DAZN. “Kami ingin menang dan mendekat ke Inter. Derby Milan ini adalah derby terbaik di dunia, mungkin pertandingan terbaik di dunia.”
“Keunggulan Inter adalah pertahanan mereka. Mereka memiliki pemain-pemain berbakat di lini depan, tapi kalau aku bisa mencoret salah satu pemain mereka, aku mungkin akan memilih Stefan De Vrij.”
Pada Derby della Madonnina jilid I pada November lalu tuntas dengan skor 1-1. Mantan pemain Milan, Hakan Calhanoglu, membuka keunggulan Inter Milan di 11 menit pertama. Hanya enam menit berselang, Milan menyamakan kedudukan setelah diuntungkan dengan gol bunuh De Vrij.
Laga itu diwarnai dengan ketegangan di antara Milanisti dan Calhanoglu. Gelandang berdarah Turki itu melakukan selebrasi gol provokatif di depan suporter lawan karena sudah menyoraki dia karena membelot ke rival sekota. “Saat itu situasi yang tidak menguntungkan buat kami sehingga kebobolan. Bagaimanapun, kami tidak menganggap [selebrasi Calhanoglu] serius kok. Sama sekali tidak,” lugas Calabria jelang duel Inter vs Milan.
Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, sudah mengeluarkan peringatan kepada anak asuhnya jelang laga kontra Inter Milan. “Jika kami tak mengalahkan Inter, maka perjalanan kami akan sangat mirip dengan musim lalu, ketika kami menang pada pekan pamungkas untuk naik ke posisi dua dan berisiko keluar dari zona Liga Champions,” kata Stefano Pioli usai duel kontra Juventus pada pekan ke-23 silam.
Sementara itu, mantan pemain Inter Milan, Nicolas Berti, menganggap kualitas lini tengah AC Milan tak sepadan dengan Nerazzurri. Trio lini tengah Si Ular bakal sulit diredam. “Sejauh yang saya lihat, Milan tidak memiliki peluang untuk menang. Trio lini tengah Simone Inzaghi sangat serasi, mereka terlihat seperti telah bermain bersama seumur hidup,” ujar Berty dikutip dari Football Italia
“Mereka memiliki intensitas dan harmoni seperti itu, saya ragu Milan bisa menangani perbedaan kualitas ini,” jelasnya.
Berti mengatakan laga ini akan menjadi kesempatan yang tepat bagi Barella. Ia yakin Barella dan Calhanoglu bakal mendapatkan banyak ruang. Pasalnya, Frank Kessie bakal direpotkan oleh duel dengan Brozovic. “Sejujurnya, saya tidak melihat bagaimana Pioli bisa mencoba menetralisir lini tengah Inter. Ini akan menjadi pertandingan Barella, saya berharap banyak darinya. Dia punya bakat alam, salah satu pemain yang membuat para penggemar bersemangat dan tidak pernah menahan diri,” ungkap Berti menambahkan. (dm/net)
Perkiraan Susunan Pemain
INTER MILAN (3-5-2): Samir Handanovic; Milan Skriniar, Stefan de Vrij, Alessandro Bastoni; Matteo Darmian, Nicolo Barella, Marcelo Brozovic, Hakan Calhanoglu, Ivan Perisic; Edin Dzeko, Lautaro Martinez
Pelatih: Simone Inzaghi
AC MILAN (4-2-3-1): Mike Maignan; Davide Calabria, Pierre Kalulu Kyatengwa, Alessio Romagnoli, Theo Hernandez; Rade Krunic, Sandro Tonali; Junior Messias, Brahim Diaz, Rafael Leao; Olivier Giroud
Pelatih: Stefano Pioli