Sabtu, 25 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Penolakan Terhadap Ustaz Abdul Somad Panen Kecaman, Ini Alasan Singapura

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Rabu, 18 Mei 2022 08:36 WIB
Rubrik Headline, Nasional
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Seharian kemarin, Indonesia dengan digegerkan kabar ditolaknya dai kondang, Ustaz Abdul Somad (UAS) masuk ke Singapura. Berbagai protes langsung dilayangkan warga +62 terhadap perlakuan negeri Lee Kwan Yew itu kepada UAS. Politisi hingga tokoh agama tak kalah kencangnya menyampaikan protes. Mendapat banyak protes itu, akhirnya Pemerintah Singapura buka suara.

Kabar ditolaknya dai jebolan Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir itu, berawal dari unggahan UAS di akun Instagram miliknya, @ustadzabdulsomad_official, Selasa 17 Mei 2022. Dalam postingannya itu, UAS mengunggah foto dan video saat dirinya dipaksa keluar dari wilayah Singapura.

Pada foto yang diunggah itu, UAS tampak menggunakan masker dan topi dalam ruangan berlatar putih. Dari video terlihat, UAS berada di ruangan sempit yang terdapat jeruji besi di atasnya.

“UAS di ruang 1×2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum dideportasi dari Singapore,” tulisnya dikutip dari rakyat merdeka.

Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar pengikutnya. Sampai tadi malam, postingan tersebut mendapat 4.500 komentar. Sebagian penasaran kenapa UAS bisa ditahan. Sebagian lagi langsung melayangkan kecaman kepada Singapura.

Dari keterangan yang disampaikan, UAS mengaku pergi ke Singapura bersama istri dan anaknya, serta sahabatnya untuk berlibur. Rombongan pun berangkat pada Senin (16/5) siang dari pelabuhan Batam, Kepulauan Riau.

Baca Juga: Legislator Kota Tangerang Desak ADEKSI Lebih Responsif Perjuangkan Hak Anggota DPRD

Menurut UAS, semua persyaratan untuk masuk Singapura sudah lengkap. Bahkan, pihak imigrasi Singapura sudah mengeluarkan arrival card. Namun, begitu sampai di PelabuhanTanah Merah pada pukul 13.30 siang, pihak Imigrasi Singapura langsung memisahkan rombongan UAS. Petugas Imigrasi lalu memasukkan alumnus Darul Hadits Maroko itu, ke ruangan berukuran 1×2 meter.

“Ruang beratap jeruji. Selama 1 jam. Istri dan rombongan di ruang berbeda,” tuturnya.

BeritaTerbaru

Gema Budaya 2026 Bangkitkan Pariwisata Nias

Jumat, 24 Jul 2026 19:17 WIB
Satu Prajurit TNI Dibunuh di Kelapa Dua, 4 Orang Ditangkap Polres Tangsel

Tersangka Pembunuhan Prajurit TNI di Tangerang Bertambah Jadi 7 Orang

Jumat, 24 Jul 2026 16:29 WIB
Kepala Bapenda Banten, Berly Rizki Natakusumah. (ISTIMEWA)

Total Target Rp10,083 Triliun, Realisasi Pendapatan Pemprov Baru Rp4,4 Triliun

Jumat, 24 Jul 2026 13:08 WIB
Massa Tuntut Kasus Penculik Aktivis Lebak Diusut Tuntas

Massa Tuntut Kasus Penculik Aktivis Lebak Diusut Tuntas

Kamis, 23 Jul 2026 18:59 WIB

Pukul 17.30, UAS dan rombongan dipulangkan ke Batam dengan menumpangi kapal feri terakhir. Meskipun dipaksa pulang, UAS mengaku tidak mendapat kejelasan apapun dari pihak Imigrasi Singapura.

Ia pun tidak habis pikir, mengapa Singapura memperlakukannya demikian. “Kami bukan teroris, dan lain-lain. Jika demikian perlakuan mereka terhadap orang-orang terdidik, apalagi terhadap WNI lain,” ungkapnya.

Kronologi yang disampaikan UAS itu menambahkan geram dan emosi. Berbagai kecaman menghujani lini masa Twitter. Mulai dari politisi, hingga warga biasa rame-rame menyatakan kekecewaannya terhadap Singapura.

Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo menjelaskan, Singapura melarang masuk UAS karena dianggap tidak memenuhi kriteria untuk berkunjung ke negeri Singapura. Kenapa demikian? Suryo enggan menjelaskan karena pihak Imigrasi Singapura tak bersedia memberi keterangan.

Baca Juga: Curanmor Diduga Bersenjata Api Gegerkan Citra Raya, Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan

“Untuk lebih jelas lebih baik hubungi Kedubes Singapura di Jakarta, karena kewenangan itu sepenuhnya ada di Pemerintah Singapura,” kata Suryo.

Setelah mendapat atensi dari banyak pihak, KBRI mengirim nota diplomatik ke Kemlu Singapura untuk menanyakan alasan penolakan UAS.

“KBRI juga telah mengirimkan Nota Diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Singapura, guna menanyakan lebih lanjut alasan penolakan tersebut,” lanjut keterangan KBRI.

Di linimasa Twitter, tema soal UAS jadi trending topic. Berbagai kecaman datang kepada negeri Singa itu. Anggota Komisi I DPR Fadli Zon ikut mengecam. Kata dia, UAS adalah warga negara Indonesia terhormat, seorang ulama dan intelektual,. Kata dia, apa yang dilakukan Singapura merupakan bentuk penghinaan.

“Sangat tak pantas pihak Singapura memperlakukan UAS seperti itu, termasuk ‘deportasi’ tanpa penjelasan,” kicau @fadlizon. Ia meminta Dubes RI untuk Singapura mencari tahu apa yang terjadi dengan UAS dan tidak lepas tangan.

Imam Masjid di New York, Amerika Serikat Shamsi Ali ikut mempertanyakan sikap Singapura. Kata dia, saat ada warganya yang diperlakukan tidak hormat, pemerintah mestinya bergerak me­minta klarifikasi.Iamengkau kecewa dengan sikap KBRI yang kurang sigap. “Negara besar itu selalu menjaga warganya,” kicau @shamsiali2.

Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan UAS itu seorang yang disegani di Indonesia, dihormati di banyak negara. Termasuk di Malaysia, Brunei, dan banyak negara lain. Ia pun yakin, UAS sangat disukai dan diidolakan warga Melayu Singapura.

Menurut dia, apa yang dilakukan Singapura menimbulkan rasa tidak adil di hati rakyat Indonesia.

Senada, disampaikan pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra. Kata dia, demi hubungan baik Melayu-Islam di Asia Tenggara, Singapura harus memberikan penjelasan terkait tindakan terhadap UAS.

Mantan Menteri Hukum dan HAM ini menilai, UAS sebagai pemuka agama Islam yang dihormati masyarakat Indonesia. UAS, disebutnya, sebagai ulama garis lurus yang tidak aktif berurusan dengan kekuasaan dan hubungan antarnegara. Terlebih kehadiran UAS ke Singapura adalah kunjungan biasa, bukan untuk kegiatan ceramah.

Dalam konteks ASEAN Community yang hubungan erat antarwarga, penolakan terhadap kehadiran UAS dapat menimbulkan tanda tanya dalam hubungan baik antar-etnik Melayu dan Islam di Asia Tenggara,” kata Yusril.

Setelah mendapat kecaman bertubi-tubi, Singapura akhirnya buka suara. Kementerian Dalam Negeri (MHA) Singapura membenarkan UAS tiba di Terminal Feri Tanah Merah Singapura pada Senin 16 Mei 2022 dari Batam dengan enam pendamping perjalanan. Dalam rilis persnya, MHA menuding, UAS merupakan seseorang yang menyebarkan ajaran “ekstremis” dan “segregasi” sosial.

Selain itu, MHA menilai UAS mengajarkan gagasan-gagasan yang “tidak dapat diterima di Singapura, dengan masyarakatnya yang multiras dan beragam agama.” Sebagai contoh, pertama, UAS dikatakan pernah berceramah tentang keabsahan bom bunuh diri dalam konteks penjajahan Israel atas Palestina. UAS juga disebut pernah membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal ‘jin (roh/setan) kafir.

MHA juga mempersoalkan penggunaan istilah “kafir” untuk menggambarkan “orang-orang non-Muslim.” MHA menganggap, kedatangan UAS ke negaranya tidak sekadar kunjungan sosial biasa. Karena itu, Pemerintah Singapura “mengambil langkah serius.” Ditegaskan pula, diterbitkannya izin untuk masuk Singapura bukanlah hak atau sesuatu yang otomatis bagi siapapun yang hendak ke negara ini.

“Pemerintah Singapura memandang serius setiap orang yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi. Somad dan teman perjalanannya ditolak masuk ke Singapura,” demikian penutup pernyataan MHA. (rmid)

ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Judol Picu Rumah Tangga di Lebak Berantakan, Perceraian Capai 1.304 Perkara
Banten Region

Judol Picu Rumah Tangga di Lebak Berantakan, Perceraian Capai 1.304 Perkara

Kamis, 23 Jul 2026 18:25 WIB
Pengamat Kebijakan Publik, Ikhsan Ahmad. (ISTIMEWA)
Banten Region

Anggaran TA Pemprov Fantastis, Pengamat Sebut Eksekutif dan Legislatif Teledor

Kamis, 23 Jul 2026 13:35 WIB
Kekeringan Melanda Pagedangan Tangerang, 200 KK Krisis Air Bersih
Headline

Kekeringan Melanda Pagedangan Tangerang, 200 KK Krisis Air Bersih

Rabu, 22 Jul 2026 20:37 WIB
MENUNJUKKAN BARANG BUKTI : Kabid Humas Polda Banten Kombespol Maruli Ahiles Hutapea (kiri), menunjukkan barang bukti BBL. (ISTIMEWA)
Banten Region

Upaya Penyelundupan 50 Ribu Benih Bening Lobster Senilai Rp7,5 Miliar Digagalkan

Rabu, 22 Jul 2026 19:27 WIB
Kemarau Panjang, Puskesmas Panongan Krisis Air Bersih, Pelayanan Tetap Berjalan
Headline

Kemarau Panjang, Puskesmas Panongan Krisis Air Bersih, Pelayanan Tetap Berjalan

Rabu, 22 Jul 2026 19:22 WIB
DEKLARASI - Abuya Muhtadi Cidahu, beserta Ketua dan jajaran anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, mendeklarasikan penolakan LGBT, di ruang Bamus DPRD Kabupaten Pandeglang, Rabu (22/7/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

Di DPRD Pandeglang, Abuya Muhtadi Cidahu Turun Langsung Deklarasi Menolak LGBT

Rabu, 22 Jul 2026 15:43 WIB
Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke 66 Dinkes Tangsel
Rustandi Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang

Berita Pilihan

Fraksi PKB Desak Kemendagri Segera Setujui TPP PPPK Teknis Kota Tangerang

Rabu, 22 Jul 2026 12:35 WIB
Sopir Gelapkan Uang Majikan Rp25 Juta, Polsek Serpong Kejar hingga Cianjur, Korban Beri Apresiasi

Sopir Gelapkan Uang Majikan Rp25 Juta, Polsek Serpong Kejar hingga Cianjur, Korban Beri Apresiasi

Sabtu, 25 Jul 2026 12:26 WIB

Perpustakaan Ecopark “Terbengkalai”, Mahasiswa Buka Taman Baca

Kamis, 23 Jul 2026 08:45 WIB
MEMERIKSA LAHAN : Tim gabungan RSUD Labuan, BPN, Masyarakat, Dinkes Banten, memeriksa lahan yang akan dibebaskan untuk areal parkir RSUD MIDL. (ISTIMEWA)

RSUD Muhammad Irsyad Djuwaeli Labuan Siap Bangun Area Parkir

Rabu, 22 Jul 2026 09:57 WIB
KUNJUNGAN - Anggota Fraksi Partai Gerinda Kabupaten Serang, mengunjungi kediaman Marni. (ISTIMEWA)

Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang Pastikan Marni Tetap Melanjutkan Sekolah

Rabu, 22 Jul 2026 18:35 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.