SATELITNEWS.ID, SERANG – Sejumlah peternak di Kabupaten Serang, memperketat kedatangan hewan dari luar, terutama dari daerah asal penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Untuk mengantisipasi PMK.
General Manager PT Lembu Jantan Perkasa, Sutrisna mengatakan, hingga saat ini sapi yang dimilikinya tidak ada kasus PMK. Namun demikian, untuk mengantisipasi penyebaran PMK pihaknya sudah membuat SOP, seperti lockdown untuk tamu yang tidak terlalu penting dan tidak mendatangkan hewan ternak dari daerah asal yang tertular.
“Menjelang hari raya idul adha ini InsyaAllah stok kita aman, sapi juga dalam kondisi sehat, sehingga bisa dikonsumsi dengan baik,” kata Sutrisna, Minggu (22/5/2022).
Sutrisna menuturkan, hewan sapi yang dimilikinya merupakan impor dari Australia. Sapi tersebut didatangkan melalui prosedur karantina selama 14 hari dan dikontrol oleh dokter hewan karantina.
“Jadi setiap temuan yang mencurigakan pasti akan dilakukan isolasi, pengobatan dan lain lain. Tapi untuk Australia sendiri sudah bebas PMK,” tuturnya.
Sutrisna mengungkapkan jumlah populasi sapi saat ini semuanya ada sebanyak 3000 ekor untuk siap dijual. Kemudian pada akhir bulan ini juga akan datang 1.500 sampai 2000.
Baca Juga: Distan Kabupaten Serang Akan Latih TNI Polri Jadi Tenaga Vaksinator
“Pemasaran kita utamakan di Banten, meliputi Serang, Pandeglang, Pasar Kemis dan Karawaci, kalau stok berlebih biasanya marketing mengatur konsumen kita di jakarta untuk datang,” katanya.
Disinggung mengenai dampak PMK terhadap penjualan sapi, Sutrina mengaku, sampai dengan saat ini pemasaran tidak ada kendala.
Sementara itu, Salah satu peternak dari rumah domba, Rahmat Hidayat sebelumnya mengatakan, para peternak sudah menerima imbauan lll dari dinas terkait mengenai penyebaran PMK. Untuk mengantisipasi penyebaran PMK tersebut, para peternak terus memantau perkembangannya.
“Sampai saat ini memang teman teman peternak ikut aturan yang disampaikan oleh dinas terkait, kita sudah menerima edarannya,” kata Rahmat Hidayat.
Diakui Rahmat pihaknya merasa resah dengan adanya penyebaran PMK. Karena jika tidak ada isu yang berkembang itu, para peternak biasanya sudah mulai menyetok hewan ternak.
“Jadi untuk menjaga penyebaran, untuk dapat diantisipasi kita agak membutuhkan waktu untuk menyetok, seperti tahun tahun sebelumnya,” imbuhnya. (sidik)
Baca Juga: Rekrutmen Manajer Belum Rampung, Ratusan KDMP di Lebak Belum Jalankan Kegiatan
