Kamis, 14 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Bestie, Ini Hasil Utak-atik Jika Capres 2024 Berjumlah Tiga Pasang

Oleh Made Nusantara
Rabu, 25 Mei 2022 11:13 WIB
Rubrik Nasional
Bestie, Ini Hasil Utak-atik Jika Capres 2024 Berjumlah Tiga Pasang

ILUSTRASI

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, JAKARTA—Mengemuka wacana pada pilpres 2024 mendatang jumlah pasangan capres/cawapres sebanyak tiga pasang.  Kalau capres dan cawapres yang muncul nanti seperti ini: Ganjar Pranowo duet dengan Anies Baswedan atau Ganjar duet dengan Erick Thohir melawan Prabowo Subianto yang duet dengan Muhaimin Iskandar atau dengan Khofifah Indar Parawansa, dan satu pasang lagi adalah Andika Perkasa-Puan Maharani, lalu siapa yang berpeluang jadi pemenang ya…

Hitung-hitungan politik ketiga pasang capres itu bisa kita analisis begini. Ganjar-Anies atau Ganjar-Erick bisa maju melalui NasDem dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri atas Golkar, PAN, dan PPP. Koalisi ini sudah cukup untuk mengajukan capres. Baik dari sisi perolehan suara nasional, maupun jumlah kursi di DPR.

Sedangkan Prabowo-Imin atau Prabowo-Khofifah bisa maju dengan dukungan Gerindra dan PKB. Koalisi ini juga sudah cukup untuk mengajukan capres sendiri. Adapun Andika-Puan bisa maju walaupun hanya didukung oleh PDIP. Sebab, PDIP merupakan satu-satunya partai yang sudah memegang tiket mengajukan capres walau tidak berkoalisi dengan partai lain.

Lalu, bagaimana peluang dan chemistry pasangan-pasangan tadi? Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin melihat, Ganjar-Anies merupakan pasangan bagus. Secara chemistry, keduanya terlihat cocok. Sering diskusi dan pernah kerja bareng. “Jika berpasangan, kansnya cukup kuat,” kata Ujang,seperti dilansir RM.id.

Namun, dalam prediksi Ujang, kedua tokoh ini sangat sulit bisa bersanding. Pertama, keduanya sama-sama tak punya partai. Untuk Ganjar, walaupun kader PDIP, akhir-akhir ini justru dijauhi Banteng. Kedua, Ganjar dan Anies sama-sama ingin jadi capres. Bukan cawapres.

Untuk Ganjar-Erick, Ujang menilai, kedua tokoh ini punya kans untuk berduet. Syaratnya, Erick mampu menaikkan elektabilitasnya. Ini syarat penting, karena psikologi massa hanya akan memilih capres-cawapres yang memiliki elektabilitas tinggi.

BeritaTerbaru

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Rabu, 6 Mei 2026 17:31 WIB
Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB

Bisakah elektabilitas Erick didongkrak? Ujang menyatakan, sangat mungkin. Sebagai Menteri BUMN, Erick punya panggung besar untuk semakin dekat dan dikenal rakyat. “Semuanya masih punya peluang yang sama untuk bisa menaikkan elektabilitas masing-masing. Masih ada waktu,” ucapnya.

Caranya, lanjut Ujang, para capres itu harus rajin bertemu dan membantu rakyat dengan nyata. Menyapa rakyat dengan bahasa rakyat. Dengan begitu, hati mereka akan terpikat. Sedangkan untuk Prabowo-Imin atau Prabowo-Khofifah, Ujang melihat, ini juga pasangan yang menarik dan potensial. Duet ini akan saling melengkapi. Antara nasionalis dan Islamis atau kalangan santri.

Imin yang memiliki latar belakang Nahdlatul Ulama (NU) bisa melengkapi kekurangan Prabowo. Dalam Pilpres 2019, Prabowo kalah dari Jokowi karena tak mendapat dukungan dari warga nahdliyin. Prabowo pun sudah menyadari kekurangan ini. Makanya, usai Lebaran kemarin, Prabowo melakukan safari bertemu kiai dan pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur sampai Jawa Barat. “Prabowo butuh akar rumput NU, dan Cak Imin bisa mengisi itu,” tuturnya.

Hanya saja, kata Ujang, Prabowo-Imin sama-sama berasal dari Jawa. Kurang maksimal dalam meraup suara yang berasal dari luar Jawa. Selain itu, kurang unsur perempuan.

Karena itu, bisa saja Prabowo menggandeng Khofifah. Hanya saja belum tentu PKB mau mendukung. Tanpa PKB, Gerindra tak bisa mengusung capres-cawapres sendirian. “Kalau Khofifah yang maju, Imin mau ke mana?” ujarnya.

Mengenai Andika-Puan, Ujang menilai agak berat. Meski PDIP sudah memegang tiket untuk bisa mengajukan capres sendiri, tapi terlalu berisiko jika mengusung Andika-Puan. Sebab, elektabilitas keduanya belum cukup untuk maju capres-cawapres. Dari berbagai survei, elektabilitas keduanya masih di bawah 2 persen. “Agak berat pasangan ini bisa bersatu. Andika tak ada elektabilitasnya. Kalau pun ada, kecil,” ujarnya.

Pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno punya analisa lain. Soal pasangan Ganjar-Anies, Adi menilai kedua pasangan ini sulit dipasangkan. Mungkin Ganjar dan Anies bisa saja bekerja bareng. Namun, pendukung keduanya sulit bersatu. Para pendukung mereka bagaikan air dan minyak. “Pada level ini saja sudah rumit. Apalagi yang lain,” kata Adi.

Selain itu, lanjut Adi, KIB sepertinya tak akan mau mengusung jika tidak ada unsur Airlangga di dalamnya. “Apapun judulnya, bagi Golkar, Airlangga harga mati maju Pilpres,” ulasnya.

Mengenai Prabowo-Imin, Adi menilai, simulasi ini cukup aneh. Sebab, di Pilpres 2019, elite-elite PKB getol banget mengkritik Prabowo. Eks Danjen Kopassus itu dianggap kurang layak. Jika di 2024 dipasangkan, akan ada kecanggungan. Terutama dari sisi Gerindra. “Apalagi sampai sekarang elite Gerindra merespons dingin wacana duet ini,” ujarnya.

Persoalan lain, kata dia, Gerindra sepertinya sudah sangat mesra dengan PDIP. Terlihat dari kedekatan Prabowo dengan Megawati. Sejak 2019, kedua partai ini juga sudah saling melempar sinyal untuk berkoalisi di 2024. “Gerindra sepertinya ingin menggandeng rekan duet yang perolehan suaranya setara atau lebih besar,” ulasnya.

Mengenai Andika-Mbak Puan, Adi menilai, duet ini bisa dipertimbangkan. Dia menilai, Andika kandidat yang bagus. Sangat berpotensi untuk maju di Pilpres. Beberapa bulan terakhir, namanya masuk di survei capres-cawapres. Meski masih kecil, masuknya nama Andika di radar survei adalah keuntungan. Pasalnya, Andika tak pernah kelihatan melakukan kampanye atau tebar pesona seperti membuat baliho, spanduk, atau membentuk relawan. Dengan jabatannya saat ini, sangat mungkin elektabilitas Andika naik.

“Andika muda, fresh, dan punya latar belakang pendidikan militer yang mentereng. Modal besar untuk berlaga di Pilpres,” kata Adi. Ia menilai, posisinya sebagai Panglima TNI sangat seksi dan jadi magnet politik elektoral. Direktur Eksekutif Parameter Politik ini menilai, dari berbagai survei diketahui, capres dengan latar belakang militer masih diminati publik.

Sosok Andika juga diterima di semua kalangan. Termasuk PDIP. Jadi, bisa saja Andika berpasangan dengan Puan. Hanya saja, saat ini PDIP sudah terlanjur dekat dengan Gerindra. Jika sama-sama yang dipilih adalah kalangan militer, tentu saja nilai jual Prabowo lebih besar karena sebagai ketua parpol. (rm.id)

Tags: Calon Presiden 2024pemilu 2024Pilpres 2024
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG
Nasional

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB
Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
IMG_20260501_133748
Banten Region

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Gedung DPR RI

Jumat, 1 Mei 2026 13:46 WIB
Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka
Nasional

Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 17:01 WIB
Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka
Nasional

Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 16:57 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

FP SPS IKBA Kabupaten Serang Beri Pelatihan Kesehatan Mental Bagi Guru

FP SPS IKBA Kabupaten Serang Beri Pelatihan Kesehatan Mental Bagi Guru

Kamis, 14 Mei 2026 12:02 WIB
RAKOR - Jelang Iduladha, Bupati Serang Ratu Rahmatuzakiyah intensifkan Rakor bersama jajaran Forkopimda. (ISTIMEWA)

Bupati Serang Intensifkan Rakor Bersama Forkopimda

Selasa, 12 Mei 2026 16:30 WIB
Tempat Kejadian Perkara (TKP) dugaan kasus pembunuhan, di Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, dipasang police line, Jumat (8/5/2026). (ISTIMEWA)

Ini Motif Seorang Pria di Pandeglang Yang Nekat Habisi Nyawa Kekasihnya

Jumat, 8 Mei 2026 18:22 WIB
Camat Mekarjaya Wildan Pratama, mengunjungi rumah TKP pembunuhan warga, di Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, Jumat (8/5/2026). (ISTIMEWA)

8 Tahun Berpacaran Berujung Maut, Tim Polres Pandeglang Dalami Penyebabnya

Jumat, 8 Mei 2026 14:52 WIB
Maia Estianty Ungkap Kebahagiaan Menjadi Oma

Maia Estianty Ungkap Kebahagiaan Menjadi Oma

Senin, 11 Mei 2026 13:56 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.