SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang menyatakan sudah tiga kelompok terbang (kloter) jamaah haji meninggalkan Kota Tangerang diberangkatkan. Kloter keempat atau yang terakhir rencananya akan dilepas menuju asrama haji Pondok Gede, besok atau Senin (20/6).
Kepala Seksi Ibadah Haji dan Umroh Kementerian Agama Kota Tangerang Tutun HS menyampaikan bahwa Tangerang akan memberangkatkan sebanyak 4 kloter haji. Di mana dua kloter sebelumnya yaitu kloter 02 dan kloter 15 sudah diberangkatkan lebih awal pada 4 dan 11 Juni 2022. Kloter ketiga diberangkatkan Minggu (19/6) pagi. Selanjutnya, Kemenag memberangkatkan kembali dua kloter haji lagi.
“Semua total ada 4 kloter, jadi kloter 02 yang pertama sudah diberangkatkan ada 393 jamaah, menyusul kloter 02 juga sebanyak 393 dan kemudian pada hari Minggu dan Senin akan diberangkatkan lagi,” ucap Tutun, Jumat (17/6).
Lanjut Tutun, jumlah jamaah kloter 25 yang akan diberangkatkan pada hari Minggu sebanyak 91 orang. Sedangkan untuk hari Senin mendatang pada kloter 27 sebanyak 16 orang.
“Kloter 27 ada sebanyak 14 jamaah dengan 2 petugas, sehingga totalnya 16 orang,” lanjutnya.
Rombongan haji pertama yaitu kloter 02 yang diberangkatkan pada 04 Juni 2022 dengan dilepas oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim saat ini sudah berada di Mekkah. “Jadi kalau kloter 02 saat ini sudah di Mekkah,” jelas Tutun.
Baca Juga: Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi
Meski demikian, saat ini turut menjadi perbincangan terkait masa tunggu ibadah haji hingga maksimal selama 26 tahun. Namun, menurut Tutun, 26 tahun itu bukanlah sebuah patokan yang terikat. Sebab batas waktu maksimal keberangkatan tersebut akan berubah mengikuti kondisi dan kekosongan kursi.
“Tentang nunggu waktu 26 tahun untuk berangkat haji, itu bukan patokan yang terikat, jadi 26 tahun itu kalau ada penambahan atau kemudian ada yang meninggal, nanti dia bisa turun urutannya (lama waktu keberangkatan), tidak terpatok 26 tahun,” tegasnya.
Sebab, lanjut Tutun, pembagian urutan keberangkatan haji ditentukan oleh sistem pada saat waktu calon jama’ah haji melakukan pendaftaran. Selain itu, faktor lain yaitu sebab saat ini kuota haji yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia jauh lebih sedikit dibandingkan dengan masa sebelum covid-19, yaitu sebanyak 100.051, dan untuk Provinsi Banten hanya sebanyak 860 kuota.
“Itu ada sistem yang menentukan yang urutan berangkatnya nanti, karena jatah dari Arab Saudi untuk Indonesia cuma 100.051, dan nama-nama calon jama’ah yang berangkat lebih dahulu diambil dari pendaftaran dan nomor kursi,” tuturnya.
Saat ini pendaftar haji hanya sekitar diangka 1000 hingga 1800 jamaah jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum covid-19 melonjak tajam.
“Sekarang tidak begitu banyak yang daftar, karena yang daftar kemarin 2021 itu kan masih covid, itu sekitar 1000-an, sekarang juga kisaran segitu, sebab masyarakat belum pulih sepenuhnya, padahal biasanya kalau normal mencapai angka 2.000-an jama’ah haji yang daftar,” pungkasnya. (irfan)
Baca Juga: Muhadjir Effendy Bongkar Jejak Pengalihan Kuota Haji
























