Minggu, 6 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Disrupsi Pembelajaran Pandemi

Oleh: Dr H.Muhammad Soleh Hapudin M.Si*

Oleh Deddy Maqsudi
Selasa, 14 Apr 2020 17:39 WIB
Rubrik Kolom
Disrupsi Pembelajaran Pandemi
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

…pendidik merasa kaget karena harus mengubah sistem, silabus dan proses belajar secara cepat. Peserta didik terbata-bata karena mendapat tumpukan tugas selama belajar dari rumah. Orang tua murid merasa stress mendampingi proses pembelajaran anak, di samping memikirkan keberlangsungan hidup di tengah krisis.

 

DUNIA saat ini sedang menghadapi pandemi COVID-19 (Corona Virus Diseas) 19. Corona ini adalah salah satu jenis virus yang dapat menyerang siapa saja, bayi, orang dewasa maupun orang tua.

Dalam masa tanggap COVID-19, Sebagai upaya menjauhkan diri dari penyakit penyebaran virus tersebut, pemerintah Indonesia telah memberlakukan Lockdown,  Social Distancing, Physical Distancing. Hal itu yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berlaku secara tiba-tiba, tidak jarang membuat pendidik dan siswa kaget termasuk orang tua bahkan semua orang yang berada dalam rumah,

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, mulai berlaku pada Jumat (10/04). PSBB merupakan pembatasan kegiatan tertentu untuk penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi virus corona, demi mencegah kemungkinan penyebaran virus yang semakin luas.

COVID-19 berimplikasi  sangat besar terhadap berbagai sektor, salah satunya sektor pendidikan yakni proses belajar mengajar, sehingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberlakukan Lockdown atau karantina  kepada seluruh peserta didik satuan pendidikan dari pendidikan Usia Dini sampai dengan di Perguruan Tinggi.

Baca Juga: Jalankan Instruksi, Pemkab Tangerang Pilih Berlakukan WFH

Penghentian sementara pembelajaran tatap muka, berlaku juga di Indonesia sejak tanggal 16 Maret 2020 sampai 31 Maret dan diperpanjang hingga 22 April 2020. Tujuannya,  untuk menghindari penyebaran COVID-19 secara masif dan cepat.

Semua orang menjaga jarak demi memutus mata rantai COVID-19 termasuk dunia pendidikan dengan melalui sistem belajar di rumah (study From Home) yang berbasis pembelajaran jarak jauh atau daring.

BeritaTerbaru

Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Sabtu, 15 Agu 2026 05:26 WIB
Salah Paham tentang Wakaf Saham

Salah Paham tentang Wakaf Saham

Rabu, 12 Agu 2026 15:21 WIB
Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Minggu, 2 Agu 2026 20:06 WIB
144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

Sabtu, 1 Agu 2026 16:36 WIB

Berkenaan kondisi empiris tersebut diatas,  pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Kementerian Pendidikan Nasional melalui Surat Edaran (SE) No 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan  dalam masa darurat penyebaran COVID-19. Diantara klausul tersebut disebutkan bahwa proses belajar dirumah dilaksanakan melalui pembelajaran daring/jarak jauh  diberikan untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020, sejumlah peraturan terkait pelaksanaan PSBB ditetapkan, salah satunya tentang peliburan sekolah. Kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah dihentikan sementara dan digantikan dengan media yang efektif.

Pendidikan kita saat ini telah membuktikan teori disrupsi, salah satunya yaitu digitalisasi pendidikan dengan mengalihkan sementara proses pembelajaran melalui via daring.  Oleh karena itu, Literasi teknologi harus dipelajari oleh seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder pendidikan, terutama dalam pemanfaatannya sebagai pembelejaran  daring atau jarak jauh berbasis on line yang saat ini sedang dilakukan

Beberapa kendala dihadapi ketika diberlakukan pola pembelajaran daring/jarak jauh Study From Home (SFH) selama Pandemi Covid-19, dan  harus dipahami oleh kita bersama, Pertama adalah readiness/ kesiapaan pendidik mengggunakan pembelajaran berbasis daring atau pembelajaran on line.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Waspadai Gelombang Baru Covid-19

Pemanfaatan teknologi informasi yang berlaku secara tiba-tiba, tidak jarang membuat pendidik dan siswa kaget termasuk orang tua. Bahkan semua orang yang berada dalam rumah, yang kesehariannya adalah pembelajaran konvensional bersifat tatap muka, dengan situasi bencana covid beralih kepada pembelajaran berbasis daring atau on line.

Oleh karena itu, tenaga pendidik harus lebih adaftif dan menyelaraskan kompetensinya dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang. Terutama mengubah paradigma pembelajaran yang mengarah pada pembelajaran berbasis teknologi.

Kehadiran teknologi informasi harus dihadapkan pada peran guru. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bisa berjalan secara pararel dan saling komplementer atau mengisi di antara peran guru dan peran teknologi serta media untuk memecahkan permasalahan dalam pembelajaran.

TIK berpotensi memberikan peran signifikan dalam proses pembelajaran. Karena itu, guru di abad 21 harus menerima secara kreatif dan menerima kehadirannya.

Kedua, pentingnya  partisipasi aktif  atau keterlibatan orang tua peserta didik secara penuh dalam proses pembelajaran putra atau puterinya. Proses belajar mengajar dengan pola daring/jarak jauh, memaksa orang tua untuk terlibat langsung. Melakukan pendampingan kepada putera/puterinya dalam kegiatan belajar melalui media on line,seperti Google class room, zoom meeting maupun lainnya.

Ramai di berbagai media sosial para orangtua menceritakan pengalaman mereka selama pembelajaran di rumah, baik positif maupun negatif. Hal tersebut memberikan kesadaran  bahwa mendidik anak itu tidak mudah memerlukan ilmu dan kesabaran yang besar.

Sebagian pendidik merasa kaget karena harus mengubah sistem, silabus dan proses belajar secara cepat. Peserta didik terbata-bata karena mendapat tumpukan tugas selama belajar dari rumah. Sementara, orang tua murid merasa stress ketika mendampingi proses pembelajaran dengan tugas-tugas, di samping harus memikirkan keberlangsungan hidup dan pekerjaan masing-masing di tengah krisis.

Ketiga, kesiapan sekolah. Sekolah sebagai instutisi pendidikan harus bersiap-siap terhadap transformasi perubahan manusia saat ini. Adanya pandemic COVID-19 dapat menjadi momentum melakukan migrasi layanan pendidikan konvensional ke digital. Sekolah harus mulai memikirkan sarana dan prasanan penunjang pembelajaran daring, melatih para guru agar memehami dan menguasai teknologi pembelajaran serta diseminasi kepasa seluruh peserta didik termasuk orang tua tentang perubahan pembelajaran yang akan digunakan.

Setiap perubahan peradaban akan mengandung dampak negatif maupun positif, dan setiap individu harus bias mengitu transformasi tersebut tentunya dengan etika atau norma yang berlaku dimasyarakat.

Perubahan perilaku manusia dari konvensional kearah pola pikir digital ( Digital Mindset Behavior) yang terjadi saat ini dari pandang positifnya adalah dapat mempermudah urusan manusia, pekerjaan tersebut tanpa memerlukan waktu lama, dan dilakukan ditempat yang tidak terbatas. (*)

 

*Dosen Akademi Telkom Jakarta, Dosen Program Studi PGSD Universitas Esa Unggul, dan  penulis buku “ Membentuk Karakter Baik Pada diri Anak”

Tags: Covid-19dampak coronapandemivirus corona
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Kolom

Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat

Jumat, 17 Jul 2026 13:10 WIB
Nasib Malang Rupiah
Kolom

Nasib Malang Rupiah

Senin, 13 Jul 2026 20:32 WIB
Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI
Kolom

Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI

Rabu, 17 Jun 2026 18:56 WIB
Kolom

“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu: Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”

Minggu, 14 Jun 2026 08:52 WIB
Kolom

Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja: Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban

Jumat, 5 Jun 2026 16:35 WIB
Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang
Kolom

Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang

Jumat, 29 Mei 2026 13:19 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Debit Air Sungai Cisadane Tangerang Terus Menyusut

Debit Air Sungai Cisadane Kota Tangerang Terus Menyusut

Selasa, 1 Sep 2026 14:04 WIB
Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina

Selasa, 1 Sep 2026 08:44 WIB
Alam Sutera Tambah Hunian Premium, AGNA Resmi Diperkenalkan

Alam Sutera Tambah Hunian Premium, AGNA Resmi Diperkenalkan

Selasa, 1 Sep 2026 17:01 WIB
MENUNJUKKAN BARANG BUKTI : Dirreskrimum Polda Banten Kombespol Dian Setyawan (tengah) menunjukkan barang bukti pencurian kendaraan roda empat. (ISTIMEWA)

Empat Pelaku Pencurian Mobil Diamankan ke Mapolda Banten, Satu Orang DPO

Selasa, 1 Sep 2026 13:34 WIB
Polres Lebak Siagakan Satgas Karhutla

Polres Lebak Siagakan Satgas Karhutla

Senin, 31 Agu 2026 20:39 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.