Kamis, 10 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Soekasti, Perempuan Pejuang Kemerdekaan RI; Berjuang Sejak Usia 17 Tahun

Oleh Made Nusantara
Selasa, 23 Agu 2022 11:08 WIB
Rubrik Kota Tangerang, Metro Tangerang, Sosok
Soekasti, Perempuan Pejuang Kemerdekaan RI; Berjuang Sejak Usia 17 Tahun

Sosok Soekasti, yang dahulu ikut berjuang merebut kemerdekaan RI. ISTIMEWA

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Sosok Soekasti (94) adalah perempuan pejuang Kemerdekaan RI yang sejak remaja bergabung di Laskar Puteri Indonesia di Kota Solo, Jawa Tengah. Saat itu usianya baru beranjak 17 tahun.  Soekasti berjuang bersama laskar yang dihimpun oleh Ibu Tien Soeharto.

Ditemui di kediamannya Jalan Elang VII Blok KB VI Nomor 6 RT 05 RW 11 Kelurahan Gebang Raya Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Soekasti  yang sudah menggunakan alat bantu berjalan tetap tampak sehat dan bersemangat menceritakan kisahnya bergerilya berjuang merebut kemerdekaan RI.

Soekasti dan perempuan pejuang lainnya yang bergabung dididik oleh pejuang-pejuang lainnya yang berasal dari tentara PETA atau satuan militer yang dibentuk oleh Jepang di masa kependudukannya. “Laskar itu semacam tentara saat itu, kalau laskar itu nggak dipersiapkan tetapi turut berjuang untuk kemerdekaan,” ujarnya belum lama ini.

Lebih lanjut Soekasti mengatakan, perjuangannya pertama kali adalah berjuang di front terdepan, mengantarkan makanan untuk pejuang, kemudian berjaga di stasiun. Salah satunya menjaga orang-orang yang berpura-pura hamil padahal isinya terdapat barang-barang perdagangan yang dilarang saat itu. “Berjuang sebisanya saja, kalau kita mau makan kita di laskar cari makan sendiri, begitu juga kalau butuh senjata maka mencari sendiri,” katanya.

Seiring waktu, Soekasti bersama dua pejuang perempuan lainnya dipercaya menjadi Caraka atau utusan oleh Gubernur Militer Solo Semarang Pati dan Madiun (GMSSPM). Saat agresi militer ke II, Jenderal Soedirman memutuskan bergerilya melawan Belanda yang melanggar perjanjian. Soekasti bertugas memastikan tempat atau jalur yang aman yang dapat dijadikan jalan keluar oleh pejuang jika sewaktu-waktu disergap oleh musuh.

“Selain mengantarkan surat, Caraka bertugas meneliti tempat misalkan ke sana hutannya kondisinya seperti ini. Kalau lewat jembatan seperti ini, harus hapal sewaktu-waktu disergap bisa memberi jalan untuk keluar,” ungkap Soekasti yang mampu berbahasa Belanda ini. Kemudian Soekasti juga diberikan tugas ke Pura Mangkunegaran Surakarta. Soekasti memastikan secara tertulis sikap Raja Mangkunegoro berpihak apakah ke Indonesia atau ke Belanda. “Untuk masuk ke Pura (Mangkunegaran) sulitnya setengah mati tetapi dengan bantuan orang-orang didalamnya saya berhasil ketemu secara langsung dan memastikan Mangkunegoro setia ke Republik (Indonesia), “pungkasnya.

Baca Juga: Rangkaian HUT Kemerdekaan RI Ke-77, Kecamatan Karawaci Gelar Jalan Sehat

Soekasti terkenang semangat berkobar yang digelorakan oleh Bung Tomo setiap pagi melalui radio. Semangat itu yang mengajak pemuda-pemudi dari Sabang sampai Merauke bersatu menolak kembali kedatangan Belanda setelah kekalahan Jepang  dalam perang Asia Pasifik atas sekutu dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945.

“Bung Tomo itu teriak-teriak lewat udara membangunkan kita, bangkitkan semangat  kita supaya bersatu melawan jangan sampai mau dijajah lagi. Nah itu akhirnya kita melawan semua dari Sabang sampai Merauke itulah terjadinya revolusi,” ujar Soekasti. Menurutnya pesannya dari peristiwa tersebut adalah perjuangan dapat dilakukan meski tanpa disertai modal apapun. Saat itu pejuang hanya bermodalkan semangat bersatu yang membara untuk satu tujuan yaitu memiliki pemerintahan sendiri. “Pemuda-pemudi menolak Belanda ambil Indonesia untuk dijajah lagi,” katanya.

BeritaTerbaru

APRINDO dan UBM Kembangkan Talenta Ritel, Siapkan Retail Talent Pipeline

APRINDO dan UBM Kembangkan Talenta Ritel, Siapkan Retail Talent Pipeline

Rabu, 9 Sep 2026 22:56 WIB
Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat

Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat

Rabu, 9 Sep 2026 21:13 WIB
Wali Kota Tangerang Sachrudin Putuskan PJJ Diperpanjang hingga Jumat

Wali Kota Tangerang Sachrudin Putuskan PJJ Diperpanjang hingga Jumat

Rabu, 9 Sep 2026 21:02 WIB
Kasus ISPA Naik 19,8 Persen, Dinkes Tangsel Belum Pastikan Dampak Abu Vulkanik

Kasus ISPA Naik 19,8 Persen, Dinkes Tangsel Belum Pastikan Dampak Abu Vulkanik

Rabu, 9 Sep 2026 20:59 WIB

Soekasti menyebut perjuangan melawan penjajah lebih mudah dilakukan daripada perjuangan generasi muda saat ini melawan penjajahan era modern.  “Saat ini saya sebagai orangtua sebetulnya saya tidak pernah merasa istimewa, sama, saat ini kita semua pejuang, kalau veteran berjuang melawan Belanda merebut kemerdekaan kalau sekarang berjuangnya lebih berat, anak-anak muda melawan narkoba, berjuang meningkatkan persatuan yang sekarang sekadar di mulut saja, semangat nasional terlihat sudah jeblok sekarang, harus dibangkitkan kembali semangat nasionalnya,” ungkapnya.

Soekasti meminta generasi muda dapat membayangkan perjuangan pahlawan kemerdekaan di masa itu yang tak memiliki modal apapun, kecanggihan hingga harta benda. Namun  saat itu dapat maju dan berhasil dikarenakan memiliki semangat persatuan dan kesatuan yang tinggi.  “Ini yang harus dicermati, kita semangat dan bersatu harapan saya anak-anak sekarang ditingkatkan pembinaannya terkait semangat nasionalisme,” ungkapnya.

Agresi militer Belanda ke II tahun 1948 berakhir dengan angkat kakinya Belanda dari tanah air. Pemerintah RI saat itu membuka kesempatan bagi pejuang yang ingin melanjutkan menjadi Tentara RI.  Soekasti yang telah berumah tangga memilih tetap berada di Laskar Puteri Indonesia dengan menjadi bagian dari Divisi Tulanggeni.

Dalam perjalanannya, Soekasti turut membidani kelahiran organisasi Korps Wanita Veteran Indonesia (Kowaveri). Gagasan pendirian Kowaveri berawal dari keinginan ibu Tien Soeharto selaku pendiri Laskar Puteri Indonesia mengadakan reuni antar mantan anggota laskar.  “Pada tahun 1976 diadakan reuni akbar laskar, saat itu dibicarakan wadah yang dapat dibentuk untuk mempersatukan gerak langkah selanjutnya. Lalu disepakati pembentukan Yayasan Wirawati Catur Panca,” katanya.

Baca Juga: Siaga di Balik Layar, PMI Kota Tangerang Siapkan Posko Hingga Relawan di Alun-Alun Ahmad Yani

Yayasan memiliki kegiatan melestarikan jiwa semangat nasional, bakti sosial dan membantu sesama pejuang yang membutuhkan pertolongan. Pendirian yayasan Wirawati Catur Panca mendorong berdirinya Kowaleri pada tahun 1978 dalam Munas IV LVRI di Jakarta. Soekasti aktif sebagai pengurus Kowaveri DKI Jakarta. “Akhirnya pejuang perempuan punya korps sendiri di luar LVRI, saya saat ini satu-satunya perempuan pejuang kemerdekaan dari unsur Laskar yang masih hidup,” tutupnya.(made)

Tags: HUT RI ke-77Laskar Putri IndonesiaSoekasti
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Satpol PP Tangsel Razia Tiga Lokasi, Sita Ratusan Botol Miras
Kota Tangsel

Satpol PP Tangsel Razia Tiga Lokasi, Sita Ratusan Botol Miras

Rabu, 9 Sep 2026 20:56 WIB
Pemkot Tangerang Selatan Putuskan Tak Perpanjang PJJ
Edukasi

Pemkot Tangerang Selatan Putuskan Tak Perpanjang PJJ

Rabu, 9 Sep 2026 20:53 WIB
Kota Tangerang

Uji Emisi di Kota Tangerang, 95 Persen Kendaraan Bensin Lolos

Rabu, 9 Sep 2026 10:33 WIB
Jenazah 2 Hari Tertahan di Bandara Soekarno-Hatta, Keluarga Tanggung Biaya Tambahan
Kota Tangerang

Jenazah 2 Hari Tertahan di Bandara Soekarno-Hatta, Keluarga Tanggung Biaya Tambahan

Rabu, 9 Sep 2026 07:57 WIB
SIM Keliling Tangerang Selatan Senin 7 September 2026, Lokasi dan Jadwalnya
Kota Tangsel

SIM Keliling Tangerang Selatan Rabu 9 September 2026, Cek Lokasinya

Rabu, 9 Sep 2026 07:49 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya
Kota Tangerang

SIM Keliling Kota Tangerang Rabu 9 September, Cek Lokasinya

Rabu, 9 Sep 2026 07:36 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

BERDOA BERSAMA -- Pengurus dan jajaran anggota SMSI-PWI Pandeglang, berdoa bersama untuk keselamatan 5 Jurnalis 2 Crew Kapal dan 1 Guide, yang hingga kini hilang kontak. (ISTIMEWA)

5 Jurnalis Hilang Kontak, Anggota SMSI-PWI Pandeglang Panjatkan Doa Keselamatan Bersama

Rabu, 9 Sep 2026 10:50 WIB
Al Nassr Telan Kekalahan Pertama

Al Nassr Telan Kekalahan Pertama

Minggu, 6 Sep 2026 17:17 WIB
Waspada Sebaran Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Gunakan Masker

Waspada Sebaran Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Gunakan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 15:57 WIB
SIM Keliling Tangerang Selatan Jumat 4 September 2026, Cek Lokasi, Syarat dan Biayanya

SIM Keliling Tangerang Selatan Jumat 4 September 2026, Cek Lokasi, Syarat dan Biayanya

Jumat, 4 Sep 2026 07:27 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya

Layanan SIM Keliling Kota Tangerang Jumat 4 September, Cek Lokasinya

Jumat, 4 Sep 2026 07:24 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.