Kamis, 23 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Soekasti, Perempuan Pejuang Kemerdekaan RI; Berjuang Sejak Usia 17 Tahun

Oleh Made Nusantara
Selasa, 23 Agu 2022 11:08 WIB
Rubrik Kota Tangerang, Metro Tangerang, Sosok
Soekasti, Perempuan Pejuang Kemderkaan RI; Berjuang Sejak Usia 17 Tahun

Sosok Soekasti, yang dahulu ikut berjuang merebut kemerdekaan RI. ISTIMEWA

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Sosok Soekasti (94) adalah perempuan pejuang Kemerdekaan RI yang sejak remaja bergabung di Laskar Puteri Indonesia di Kota Solo, Jawa Tengah. Saat itu usianya baru beranjak 17 tahun.  Soekasti berjuang bersama laskar yang dihimpun oleh Ibu Tien Soeharto.

Ditemui di kediamannya Jalan Elang VII Blok KB VI Nomor 6 RT 05 RW 11 Kelurahan Gebang Raya Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Soekasti  yang sudah menggunakan alat bantu berjalan tetap tampak sehat dan bersemangat menceritakan kisahnya bergerilya berjuang merebut kemerdekaan RI.

Soekasti dan perempuan pejuang lainnya yang bergabung dididik oleh pejuang-pejuang lainnya yang berasal dari tentara PETA atau satuan militer yang dibentuk oleh Jepang di masa kependudukannya. “Laskar itu semacam tentara saat itu, kalau laskar itu nggak dipersiapkan tetapi turut berjuang untuk kemerdekaan,” ujarnya belum lama ini.

Lebih lanjut Soekasti mengatakan, perjuangannya pertama kali adalah berjuang di front terdepan, mengantarkan makanan untuk pejuang, kemudian berjaga di stasiun. Salah satunya menjaga orang-orang yang berpura-pura hamil padahal isinya terdapat barang-barang perdagangan yang dilarang saat itu. “Berjuang sebisanya saja, kalau kita mau makan kita di laskar cari makan sendiri, begitu juga kalau butuh senjata maka mencari sendiri,” katanya.

Seiring waktu, Soekasti bersama dua pejuang perempuan lainnya dipercaya menjadi Caraka atau utusan oleh Gubernur Militer Solo Semarang Pati dan Madiun (GMSSPM). Saat agresi militer ke II, Jenderal Soedirman memutuskan bergerilya melawan Belanda yang melanggar perjanjian. Soekasti bertugas memastikan tempat atau jalur yang aman yang dapat dijadikan jalan keluar oleh pejuang jika sewaktu-waktu disergap oleh musuh.

“Selain mengantarkan surat, Caraka bertugas meneliti tempat misalkan ke sana hutannya kondisinya seperti ini. Kalau lewat jembatan seperti ini, harus hapal sewaktu-waktu disergap bisa memberi jalan untuk keluar,” ungkap Soekasti yang mampu berbahasa Belanda ini. Kemudian Soekasti juga diberikan tugas ke Pura Mangkunegaran Surakarta. Soekasti memastikan secara tertulis sikap Raja Mangkunegoro berpihak apakah ke Indonesia atau ke Belanda. “Untuk masuk ke Pura (Mangkunegaran) sulitnya setengah mati tetapi dengan bantuan orang-orang didalamnya saya berhasil ketemu secara langsung dan memastikan Mangkunegoro setia ke Republik (Indonesia), “pungkasnya.

Baca Juga: Rangkaian HUT Kemerdekaan RI Ke-77, Kecamatan Karawaci Gelar Jalan Sehat

Soekasti terkenang semangat berkobar yang digelorakan oleh Bung Tomo setiap pagi melalui radio. Semangat itu yang mengajak pemuda-pemudi dari Sabang sampai Merauke bersatu menolak kembali kedatangan Belanda setelah kekalahan Jepang  dalam perang Asia Pasifik atas sekutu dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945.

“Bung Tomo itu teriak-teriak lewat udara membangunkan kita, bangkitkan semangat  kita supaya bersatu melawan jangan sampai mau dijajah lagi. Nah itu akhirnya kita melawan semua dari Sabang sampai Merauke itulah terjadinya revolusi,” ujar Soekasti. Menurutnya pesannya dari peristiwa tersebut adalah perjuangan dapat dilakukan meski tanpa disertai modal apapun. Saat itu pejuang hanya bermodalkan semangat bersatu yang membara untuk satu tujuan yaitu memiliki pemerintahan sendiri. “Pemuda-pemudi menolak Belanda ambil Indonesia untuk dijajah lagi,” katanya.

BeritaTerbaru

Gadai Motor Sudah Dilunasi, Kendaraan Tak Kunjung Kembali, Polsek Ciledug Bergerak

Gadai Motor Sudah Dilunasi, Kendaraan Tak Kunjung Kembali, Polsek Ciledug Bergerak

Rabu, 22 Jul 2026 17:59 WIB
Satu Prajurit TNI Dibunuh di Kelapa Dua, 4 Orang Ditangkap Polres Tangsel

Satu Prajurit TNI Dibunuh di Kelapa Dua, 4 Orang Ditangkap Polres Tangsel

Rabu, 22 Jul 2026 16:38 WIB
Kali Cantiaga Larangan Dinormalisasi

Kali Cantiaga Larangan Tangerang Dinormalisasi

Rabu, 22 Jul 2026 16:21 WIB
Sudah 1,4 Juta Jiwa Penduduk Kota Tangerang Punya KTP-el

Sudah 1,4 Juta Jiwa Penduduk Kota Tangerang Punya KTP-el

Rabu, 22 Jul 2026 16:00 WIB

Soekasti menyebut perjuangan melawan penjajah lebih mudah dilakukan daripada perjuangan generasi muda saat ini melawan penjajahan era modern.  “Saat ini saya sebagai orangtua sebetulnya saya tidak pernah merasa istimewa, sama, saat ini kita semua pejuang, kalau veteran berjuang melawan Belanda merebut kemerdekaan kalau sekarang berjuangnya lebih berat, anak-anak muda melawan narkoba, berjuang meningkatkan persatuan yang sekarang sekadar di mulut saja, semangat nasional terlihat sudah jeblok sekarang, harus dibangkitkan kembali semangat nasionalnya,” ungkapnya.

Soekasti meminta generasi muda dapat membayangkan perjuangan pahlawan kemerdekaan di masa itu yang tak memiliki modal apapun, kecanggihan hingga harta benda. Namun  saat itu dapat maju dan berhasil dikarenakan memiliki semangat persatuan dan kesatuan yang tinggi.  “Ini yang harus dicermati, kita semangat dan bersatu harapan saya anak-anak sekarang ditingkatkan pembinaannya terkait semangat nasionalisme,” ungkapnya.

Agresi militer Belanda ke II tahun 1948 berakhir dengan angkat kakinya Belanda dari tanah air. Pemerintah RI saat itu membuka kesempatan bagi pejuang yang ingin melanjutkan menjadi Tentara RI.  Soekasti yang telah berumah tangga memilih tetap berada di Laskar Puteri Indonesia dengan menjadi bagian dari Divisi Tulanggeni.

Dalam perjalanannya, Soekasti turut membidani kelahiran organisasi Korps Wanita Veteran Indonesia (Kowaveri). Gagasan pendirian Kowaveri berawal dari keinginan ibu Tien Soeharto selaku pendiri Laskar Puteri Indonesia mengadakan reuni antar mantan anggota laskar.  “Pada tahun 1976 diadakan reuni akbar laskar, saat itu dibicarakan wadah yang dapat dibentuk untuk mempersatukan gerak langkah selanjutnya. Lalu disepakati pembentukan Yayasan Wirawati Catur Panca,” katanya.

Baca Juga: Siaga di Balik Layar, PMI Kota Tangerang Siapkan Posko Hingga Relawan di Alun-Alun Ahmad Yani

Yayasan memiliki kegiatan melestarikan jiwa semangat nasional, bakti sosial dan membantu sesama pejuang yang membutuhkan pertolongan. Pendirian yayasan Wirawati Catur Panca mendorong berdirinya Kowaleri pada tahun 1978 dalam Munas IV LVRI di Jakarta. Soekasti aktif sebagai pengurus Kowaveri DKI Jakarta. “Akhirnya pejuang perempuan punya korps sendiri di luar LVRI, saya saat ini satu-satunya perempuan pejuang kemerdekaan dari unsur Laskar yang masih hidup,” tutupnya.(made)

Tags: HUT RI ke-77Laskar Putri IndonesiaSoekasti
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Nelayan yang Hilang di Lebak Ditemukan Tewas Mengapung
Headline

Nelayan yang Hilang di Lebak Ditemukan Tewas Mengapung

Rabu, 22 Jul 2026 15:31 WIB
Christian Lois Dorong Penguatan Posyandu hingga Kesejahteraan Guru Agama Kota Tangerang
Kota Tangerang

Christian Lois Dorong Penguatan Posyandu hingga Kesejahteraan Guru Agama Kota Tangerang

Rabu, 22 Jul 2026 15:21 WIB
Kota Tangerang

Fraksi PKB Desak Kemendagri Segera Setujui TPP PPPK Teknis Kota Tangerang

Rabu, 22 Jul 2026 12:35 WIB
Headline

Dipicu Ekonomi dan Perselingkuhan, Kasus Cerai ASN di Kota Tangerang Capai 11

Rabu, 22 Jul 2026 12:01 WIB
DJP Tegaskan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bukan Petugas Pajak
Bisnis

DJP Tegaskan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bukan Petugas Pajak

Rabu, 22 Jul 2026 11:03 WIB
Makan Bersama Siswa SD, Bupati Tangerang Sosialisasikan Pangan ASUH
Edukasi

Makan Bersama Siswa SD, Bupati Tangerang Sosialisasikan Pangan ASUH

Selasa, 21 Jul 2026 22:56 WIB
Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke 66 Dinkes Tangsel
Rustandi Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang

Berita Pilihan

Minat Terhadap Bus Transjabodetabek di Tangsel Meningkat, Rute Alam Sutera-Blok M Diminati

Jumat, 17 Jul 2026 18:42 WIB
Perebutan Gelar Juara MotoGP Ditentukan Rider

Perebutan Gelar Juara MotoGP Ditentukan Pebalap

Senin, 20 Jul 2026 18:14 WIB
Kepala Diskan Kabupaten Serang, Momahad Ishak Abdul Rouf (kiri), menerima kunjungan Profesor dari The Unversity of Sydney. (ISTIMEWA)

Kapal Perang Karam di Pulo Panjang Kabupaten Serang Jadi Objek Penelitian

Selasa, 21 Jul 2026 16:23 WIB
TERIMA PENGHARGAAN -- Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno Indra Setyadi, menerima penghargaan Presisi Award. (ISTIMEWA)

Kapolres Pandeglang Terima Penghargaan Dari Lemkapi

Kamis, 16 Jul 2026 20:13 WIB

Pelindo Lanjutkan Konservasi Terumbu Karang, Kali Ini di Cilegon

Sabtu, 18 Jul 2026 07:32 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.