SATELITNEWS.COM, LEBAK—Seorang balita berusia 3 tahun yang sedang dirawat di RSUD Malingping Kabupaten Lebak mengalami gejala mirip Gagal Ginjal Akut. Namun Dinas Kesehatan Lebak menyatakan berdasarkan laporan dan hasil observasi, anak tersebut bukan alami penyakit gagal ginjal melainkan penyakit Sindrom Nefrotik.
“Kita (Dinkes) sudah mendapat konfirmasi dari RSUD Malingping yang menyebut bahwa balita tersebut bukan mengalami gagal ginjal akut. Tapi Sindrom Nefrotik. Gangguan ginjal tapi tidak sampai gagal ginjal,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Lebak dr Budi Mulyanto, Selasa (25/10/2022).
Budi menjelaskan, (gejala gagag ginjan dan Sindrom Nefrotik) memang ada kemiripan mulai dari pembengkakan pada tubuh dan berkurangnya volume urine. Akan tetapi, pasien yang kini sedang dirawat di RSUD Malingping tersebut, dipastikan mengalami Sindrom Nefrotik.
“Kalau Sindrom Nefrotik fungsi ginjal menurun tapi tidak sampai melewati batas normal. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan penurunan albumin darah serta adanya protein pada air kencing. Sedangkan pada gangguan ginjal akut, fungsi ginjalnya sangat menurun dengan pemeriksaan laboratorium ureum dan kreatinin nilainya di atas normal dan harus cuci darah,” papar Budi.
Budi kembali menjelaskan, sindrom nefrotik terjadi karena proses autoimun. Ginjal tak mampu menyaring protein sehingga terbuang melalui urine. “Bukan karena obat atau aditif lainnya dan bisa disembuhkan. Sindrom nefrotik dengan penanganan yang tidak tepat bisa juga berlanjut ke gagal ginjal,” jelas Budi.
Belum lama ini ramai adanya seorang balita yang dirawat di RSUD Malingping mengalami gagal ginjal akut. Mustofa orangtua balita saat dihubungu melalui telepon selulernya menuturkan, tubuh anaknya mengalami pembengkakan, muntah, batuk dan pilek.
Baca Juga: 10 Pejabat Dinkes dan Puskesmas di Lebak Diperiksa Kejaksaan
“Tadinya memang bengkak-bengkak sekujur tubuhnya, kemudian juga jarang kencing. Di situ kami konsultasi ke dokter umum di Bayah, dari sana disarankan untuk ditangani oleh dokter anak,” kata Mustofa.
Karena khawatir, sesuai anjuran dokter umum, Mustofa bergegas membawa anaknya ke Rumah Sakit Pelabuhan Ratu. Kata dia, anaknya menjalani pemeriksaan urine. “Hasilnya positif bocor ginjal akut,” ucap Mustofa. Dia mengaku, obat-obatan sirup memang biasa diberikan Mustofa kepada anak untuk meredakan demam, batuk dan pilek. “Biasa begitu ya, kalau panas, batuk atau pilek kami kasih obat sirup dari dokter atau apotek,” katanya.(mulyana)
























