SATELITNEWS.COM, SERANG–Pemprov Banten akan mengikutsertakan salah satu produk UMKM lokal, yakni kerajinan Kriya pada ajang pameran Handycraft Internasional, yang akan digelar Maret dan Oktober 2023 mendatang.
Keikutsertaan ini, sebagai bentuk dukungan peningkatan ekspor kerajinan tangan yang ada di Provinsi Banten. Kegiatan itu, dilaksanakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi).
Kepala Disperindag Provinsi Banten Babar Suharso mengatakan, pihaknya akan mencoba memaksimalkan untuk menjaga dan memperkuat ekonomi daerah melalui sektor UMKM, salah satunya melalui momen yang dilaksanakan oleh Asephi itu.
“Asephi sudah banyak membantu, untuk menjual hasil produk UMKM,” kata Babar, usai Sosialisasi Pameran Inacraft 2023, di Aula Disperindag Provinsi Banten, Rabu (18/1/2023).
Kata Babar, Kriya yang dipajang nantinya tidak hanya menampilkan milik Pemprov Banten semata, melainkan juga kerajinan tangan asal kabupaten/kota yang ada di Provinsi Banten. Keikut sertakan ini juga baru diikuti kembalk di 2023 sejak terakhir kali pameran Inacraft di 2015 lalu.
“Ini (Pameran Inacraft,red), kegiatan rutin setahun sekali, dan tahun ini digelar dua kali yaitu Maret dan Oktober. Banten ikut serta, termasuk dengan kabupaten/kota yang tergabung dalam stand yang sama,” ujarnya.
Baca Juga: Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar
Ia juga menjelaskan, handycraft yang ditampilkan merupakan produk unggulan. Dimana produk tersebut memiliki kualitas, kontinuitas, dan tentunya memiliki kelompok atau pelaku seni.
“Bahwa kelompok tersebut dijamin ada berkesinambungan, karena ini pameran internasional, dan yang beli diharapkan dari luar negeri. Jangan ada permintaan, tapi produknya diskontinuitas (tidak berkelanjutan,red),” tambahnya.
Dikatakan Babar, kalau produk tersebut tidak memenuhi tiga komponen tersebut, maka pihaknya akan melakukan kurasi bersama dengan Ashepi dan Kementerian Perindustrian RI. Sehingga produk tersebut benar-benar diakui.
Tak hanya itu, penyelenggaraan pameran juga akan dimeriahkan oleh penampilan ikon dari daerah yang ditunjuk oleh Asephi. Banten direncakan dapat menampilkan ikon untuk penyelenggaraan Pameran Inacraft di 2024 mendatang.
“InsyaAllah jika bisa diterima oleh Asephi, dan ada kesempatan, maka Banten bisa diusung jadi ikon Inacraft di tahun depan,” ungkapnya.
Sementara, Ketua Asephi Banten Subchi mengatakan, dalam Pameran Inacraft ini masing-masing daerah yang ada di Indonesia akan memajang produk unggulan handycraft. Dengan tujuan mendukung peningkatan ekspor.
Baca Juga: Kekeringan Meluas, Ratusan Hektare Sawah di Banten Gagal Panen
“Seperti kerajinan bambu, batu-batuan, dan yang dipajang itu masuk dalam kelas unggulan,” ujar Subchi.
Ditambahkannya, Banten sebelumnya telah mengikuti pameran di 2015 lalu. Namun keikutsertaan kali ini mungkin yang terbesar dibandingkan sebelumnya.
“Untuk pelaksanaannya yaitu di Senayan, Jakarta Selatan,” tuturnya.
Ia mengaku, setiap gelaran Pameran Inacraft akan selalu menampilkan unsur budaya dan kepariwisataan, dan tahun ini akan menampilkan budaya dari Sulawesi Selatan. “Mudah-mudahan tahun depan Banten bisa jadi ikon. Penampilan unsur budaya kepariwisataan ini bisa diangkat bersama dengan kekhasan Banten,” paparnya. (mg2)
























