SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meraih penghargaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.
Penghargaan diberikan dalam rangka Peringatan 22 Tahun Unjuk Kerja dan Apresiasi BPOM yang diselenggarakan di Jakarta, akhir pekan lalu.
“Saya apresiasi kepada mitra strategis dan sahabat-sahabat BPOM, organisasi profesi maupun organisasi masyarakat, dan semua pihak yang telah berkolaborasi, bekerja sama, dan mendukung kerja BPOM melayani dan melindungi negeri ini,” jelas Kepala BPOM, Penny K Lukito dikutip Selasa (21/2)
Penghargaan PB IDI diterima langsung oleh Ulul Albab, Sekretaris Jendral (Sekjen) PB IDI dan IDAI diterima oleh Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), Ketua Pengurus Pusat IDAI.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian BPOM terhadap dukungan dan kerjasama dari PB IDI dan IDAI selama ini. Kami selalu siap menjadi mitra strategis Pemerintah dalam penanggulangan masalah kesehatan di Indonesia demi masyarakat luas,” kata Dr Ulul Albab, Sekjen PB IDI sewaktu menerima penghargaan tersebut.
Dalam situasi terutama diawal masa pandemi, para dokter dan tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dan benteng terakhir dalam penanganan Covid-19 Berdasarkan data Tim Mitigasi IDI, sebanyak lebih dari 2 ribu tenaga kesehatan gugur, dan 756 di antaranya adalah dokter umum dan dokter spesialis.
Selain PB IDI dan IDAI, penghargaan juga diberikan pada Letjen TNI (Purn) Doni Monardo dan Jenderal TNI, Andika Perkasa. Keduanya dinilai sebagai sosok yang berjasa dalam penanganan Covid-19 dan pengembangan kemandirian vaksin dalam negeri.
Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mendedikasikan sepenuhnya penghargaan ini untuk seluruh relawan Covid-19 dan tenaga medis yang berjibaku dalam penanganan Covid-19.
Penghargaan terhadap PB IDI dan IDAI dilakukan bersama dengan pameran Expo UMKM Nusantara & Sistem Pengawasan Life Cycle Produk Obat dan Makanan. oleh BPOM RI. Expo menyajikan proses bisnis pengawasan obat dan makanan dari hulu ke hilir, mulai dari tahapan riset – pengembangan – piloting – produksi massal – distribusi produk – penjualan, sampai pengawasan dan penindakan. (gto)