SATELITNEWS.COM,TANGERANG—Arsenal harus kehilangan keunggulan dua gol sebelum berimbang 2-2 di markas Liverpool. Anfield memang masih menakutkan untuk The Gunners.
Arsenal menghadapi Liverpool dalam lanjutan Liga Inggris pekan ke-30, Minggu (9/4/2023) malam WIB. Arsenal tampil agresif sejak menit awal dan sudah mencetak gol di menit kedelapan lewat Gabriel Martinelli.
Arsenal mendominasi babak pertama dan menggandakan keunggulan pada menit ke-28 lewat tandukan Gabriel Jesus. Mohamed Salah memperkecil ketertinggalan Liverpool pada menit ke-43 dan itu menumbuhkan harapan tuan tuan rumah.
Di babak kedua, Liverpool lebih menyerang dan bisa saja menyamakan skor andaikan penalti Salah di menit ke-54 tidak gagal. Roberto Firmino akhirnya membuat skor imbang 2-2 pada menit ke-88 dan bertahan hingga laga usai.
Liverpool selamat dari kekalahan dan Arsenal harus gigit jari karena gagal menjaga jarak dengan Manchester City di posisi kedua klasemen Liga Inggris, yang kini terpangkas jadi enam poin.
Tapi, hasil ini tidak mengejutkan mengingat Arsenal punya catatan buruk di kandang Liverpool. Dari 10 lawatan terakhir, Arsenal tidak pernah menang dengan tiga kali imbang dan tujuh kali kalah.
Bahkan gawang Arsenal minimal bobol dua kali di setiap lawatan tersebut! Itu membuktikan betapa angkernya Anfield untuk Arsenal yang terakhir kali menang di sana pada September 2012. Laga Liverpool vs Arsenal juga kembali menghadirkan banyak gol dengan total sudah mencapai 184, terbanyak di antara duel tim-tim Premier League lainnya.
Dalam laga kemarin, Liverpool sebenarnya tampil luar biasa di babak kedua. Mereka punya sejumlah peluang untuk mencetak gol kemenangan di menit akhir laga. Salah satunya saat Ibrahima Konate yang berusaha mencetak gol menggunakan dadanya tapi bisa ditepis Aaron Ramsdale.
Pada laga ini, Si Merah lebih dominan dalam melancarkan serangan. Mereka bikin total 26 tembakan dengan enam mengarah ke gawang. The Gunners hanya bikin sembilan percobaan dengan lima on target.
Manajer Liverpool, Juergen Klopp menilai tim asuhannya layak memenangi laga ini. Meski demikian, pria asal Jerman ini tetap bersyukur Si Merah mendapat satu angka di laga ini.
“Saya terjebak di antara (menjadi bahagia dan tidak). Saya tidak punya masalah dengan hasil imbang. Arsenal bagus tetapi mereka bisa dan seharusnya kalah dalam pertandingan ini. Intinya ini hasil yang lebih baik untuk mereka.”
“Kami memiliki momen dan peluang di mana kami tidak menyelesaikan situasi. Sedikit sering terjadi. Mereka menggebrak sehingga mencetak gol dengan kesempatan pertama mereka. Gol yang kami cetak sangat membantu saat babak pertama belum berakhir. Itu adalah hal yang sensasional. Momentum bagus untuk kemudian menyamakan kedudukan,” jelasnya.
Statistik BBC Sport mencatat kalau Arsenal memang kalah dominan dengan hanya menciptakan sembilan attempts, lima on goal. Liverpool punya enam attempts on target dari total 21!
Oleh karenanya, Arteta selaku manajer merasa bersyukur dengan satu poin ini, mengingat Arsenal bisa saja kalah di laga itu setelah kebobolan gol Salah di menit akhir babak pertama.
“Saya membayangkan sebagai penonton, ini laga luar biasa. Kami memulai dengan sangat baik. Kami kebobolan tepat sebelum jeda dan kami memberikan momentum untuk Liverpool,” ujar Arteta di BBC Sport.
“Kami kehilangan kontrol dan mulai sering kehilangan bola. Laga menjadi lebih terbuka. Kami harus bertahan, kami butuh penyelamatan gemilang dari kiper di menit akhir. Saya rasa imbang hasil yang adil.”
“Penonton begitu bersemangat. Gol memberikan mereka secercah harapan. Kami menguasai laga hingga posisi unggul 2-0. Itulah peluang kami untuk menyudahi laga. Lalu, kami membuat kesalahan. Kami harus menunjukkan keberuntungan dan ketahanan kami.”
Hasil imbang ini bikin Liverpool tertahan di peringkat ke-8 dengan 44 poin. Sementara, Arsenal masih berada di puncak klasemen usai meraih 73 poin. (dm)