Sabtu, 16 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Adanya Wacana Sistem Pemilu Proporsional Tertutup, SBY : MK Harus Mendengar Suara Mayoritas Parpol

Oleh Mardiana
Senin, 29 Mei 2023 16:14 WIB
Rubrik Nasional
SBY berbincang dengan Muhammad Haris. (ISTIMEWA)

SBY berbincang dengan Muhammad Haris. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ikut memberikan tanggapannya terhadap klaim Denny Indrayana, mengenai rencana Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengembalikan sistem Pemilu Legislatif (Pileg) ke sistem proporsional tertutup atau coblos partai.

SBY menyatakan keprihatinannya atas kemungkinan terjadinya kekacauan politik, akibat perubahan tersebut.

Melalui akun Twitter pribadinya, SBY menulis, “Menarik yang disampaikan Prof Denny Indrayana melalui twitnya tentang informasi bakal ditetapkannya Sistem Proporsional Tertutup oleh MK dalam Pemilu 2024. Juga menarik, mengait PK Moeldoko di MA, yg digambarkan Partai Demokrat sangat mungkin diambil alih Moeldoko.”

SBY menambahkan, bahwa Denny Indrayana adalah mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM yang kredibel. Sehingga, ia merasa tergerak untuk memberikan tanggapannya terkait sistem pemilu yang akan diputuskan oleh MK dan perkembangan kasus PK Moeldoko, yang dikaitkan dengan Partai Demokrat.

SBY juga mengajukan pertanyaan, terkait urgensi pergantian sistem pemilu di tengah proses pemilu yang sedang berjalan.

Ia mengingatkan, bahwa Daftar Caleg Sementara (DCS) baru saja diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sehingga, perubahan sistem pemilu di tengah jalan berpotensi menimbulkan kekacauan politik.

BeritaTerbaru

370930

Geruduk DPRD Kabupaten Tangerang, Warga Tolak Kenaikan BBM Non Subsidi

Jumat, 8 Mei 2026 12:59 WIB
jamaah haji indonesia fase kedua tiba

12 Jamaah Haji Indonesia Wafat

Jumat, 8 Mei 2026 12:53 WIB
Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat

Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat

Rabu, 6 Mei 2026 17:34 WIB
Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Rabu, 6 Mei 2026 17:31 WIB

Selain itu, SBY mempertanyakan apakah UU Sistem Pemilu Terbuka benar-benar bertentangan dengan konstitusi.

Menurutnya, tugas MK seharusnya adalah, menilai apakah sebuah Undang-Undang bertentangan dengan konstitusi, bukan menentukan sistem pemilu mana yang paling tepat, apakah itu Sistem Pemilu Tertutup atau Terbuka.

“Penetapan UU tentang sistem pemilu, seharusnya menjadi kewenangan Presiden dan DPR, bukan MK,” kata SBY, Senin (29/5/2023).

Ia menekankan, pentingnya mendengarkan suara mayoritas Partai Politik (Parpol), yang telah menyatakan penolakan terhadap perubahan sistem terbuka menjadi tertutup.

SBY berharap, agar KPU dan Partai Politik siap menghadapi kemungkinan “krisis” akibat perubahan tersebut, dan berharap hal ini tidak mengganggu pelaksanaan pemilu tahun 2024.

Ia mengakhiri pernyataannya dengan menyampaikan keprihatinan terhadap nasib rakyat jika terjadi perubahan sistem pemilu yang tidak diharapkan.

Dalam konteks yang sama, SBY juga menanggapi klaim Denny Indrayana, mengenai penyelesaian Peninjauan Kembali (PK), terkait kepengurusan DPP Partai Demokrat yang diajukan oleh Kepala Staf Presiden Moeldoko.

SBY menyatakan, bahwa sulit untuk menerima jika PK Moeldoko dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA), mengingat KSP Moeldoko telah kalah sebanyak 16 kali di pengadilan.

“Hal ini bisa menjadi bukti, adanya intervensi politik yang bertujuan untuk mengganggu Partai Demokrat, agar tidak bisa berpartisipasi dalam Pemilu 2024,” tambahnya.

SBY berharap, agar pihak yang berwenang, baik di ranah politik maupun hukum, tetap bertindak dengan amanah, menegakkan kebenaran dan keadilan.

Ia menekankan bahwa, Indonesia bukanlah negara yang menganut kekuasaan penguasa yang memangsa yang lemah atau hukum rimba.

Dalam pesannya kepada kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia, SBY meminta mereka untuk mengikuti perkembangan kasus PK Moeldoko dan berdoa memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Esa.

“Jika keadilan tidak datang, SBY mengingatkan, agar mereka tetap memperjuangkannya secara damai dan sesuai dengan konstitusi,” ujarnya.

Sementara, Muhamad Haris, Wakil Ketua Departemen Politik dan Pemerintahan DPP Partai Demokrat sekaligus Calon Anggota DPR-RI Dapil II Banten, juga menyampaikan keprihatinannya terkait sistem proporsional tertutup yang diusulkan oleh Denny Indrayana.

Menurut Haris, sistem pemilu semacam itu dapat mengancam keadilan dan kekuatan demokrasi.

Ia menyatakan, Prof Denny Indrayana adalah mantan Wamenkumham & ahli hukum yang kredibel.

“Karenanya, saya tergerak berikan tanggapan tentang sistem pemilu yang akan diputus MK & PK Moeldoko di MA, yang ramai diisukan Partai Demokrat bakal dikalahkan  dan diambil alih oleh Kepala Staf Presiden Moeldoko,” pungkas Haris.

Muhamad Haris, dengan tegas, menyuarakan keprihatinannya terhadap sistem proporsional yang tertutup. Ia mengungkapkan kekhawatiran, bahwa sistem pemilu semacam itu dapat mengancam keadilan dan kekuatan demokrasi.

“Dengan begitu, penting bagi kita mempertahankan semangat perjuangan, untuk menjaga prinsip-prinsip demokrasi yang adil dan kuat,” ucapnya. Ia menyatakan,

Ditambahkannya, mayoritas Partai Politik telah sampaikan sikap, menolak pengubahan sistem terbuka menjadi tertutup.

“Ini mesti didengar. Kalau di tengah jalan diubah oleh MK, menjadi persoalan serius. KPU dan Parpol harus siap kelola ‘krisis’ ini,” pungkasnya. (rls/mardiana)

Tags: mkMuhammad Harispartai demokratSBY
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen
Bisnis

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang
Bisnis

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus
Bisnis

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB
Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG
Nasional

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB
Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Ingin Kuliah Gratis, 1.458 Pemuda Tangerang Berebut Beasiswa Tangerang Gemilang

Ingin Kuliah Gratis, 1.458 Pemuda Tangerang Berebut Beasiswa Tangerang Gemilang

Selasa, 12 Mei 2026 19:30 WIB
IMG_20260516_145243

Panen Jagung, Polri Dukung Upaya Penguatan Ketahanan Pangan

Sabtu, 16 Mei 2026 15:12 WIB
IMG-20260514-WA0022

Polsek Cikeusal Amankan Miras dari Warung dan Kios

Kamis, 14 Mei 2026 13:22 WIB
Tangerang Utara Jadi Prioritas Utama, Pemkab Kunci 40 Persen APBD untuk Infrastruktur

Tangerang Utara Jadi Prioritas Utama, Pemkab Kunci 40 Persen APBD untuk Infrastruktur

Selasa, 12 Mei 2026 19:40 WIB
Bocah Korban Terseret Arus Sungai Cisimeut Lebak Belum Ditemukan

Bocah Korban Terseret Arus Sungai Cisimeut Lebak Belum Ditemukan

Minggu, 10 Mei 2026 19:16 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.