Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Promo Oktober Honda Wahana Artha

Akal Bulus, Akal Fulus, dan Akal Sehat

Oleh: Najamuddin Khairur Rijal*

Oleh Deddy Maqsudi
Senin, 4 Des 2023 18:02 WIB
Rubrik Kolom
Akal Bulus, Akal Fulus, dan Akal Sehat

AKAL BULUS, AKAL FULUS, DAN AKAL SEHAT: Najamuddin Khairur Rijal, Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Muhammadiyah Malang. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

KETUA Mahkamah Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang juga pakar hukum tata negara Jimly Ashiddiqie dalam suatu kesempatan menyampaikan bahwa dalam kehidupan kebangsaan kita saat ini akal sehat telah dikalahkan oleh dua iblis. Dua iblis itu adalah kekayaan dan kekuasaan, akal fulus dan akal bulus.  Menurutnya, akal fulus itu untuk kekayaan atau uang. Sementara akal bulus itu untuk jabatan atau kekuasaan (Kompas, 26/10/2023).

Masih menurut Jimly, masyarakat kita tidak lagi mau membagi (sharing), peduli (caring), dan memberi (giving) kepada negara. Alih-alih bekerja untuk negara, kebanyakan mereka hanya mau mengambil (taking) dan meminta (asking), bahkan jika perlu merampok (robbing) negara. Mereka yang telah berkuasa menggunakan kekuasaannya untuk merebut kekuasaan yang lebih tinggi. Demikian pula mereka yang telah mendapat kekayaan menggunakan kekayaannya untuk mencari kekayaan yang lebih banyak lagi.

Apa yang dikatakan Jimly di atas tentu tidaklah berlebihan. Sebab, realitas politik kebangsaan kita hari ini menampilkan kenyataan tersebut. Muara dari dua iblis yang disebut di atas adalah merajalelanya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang menjadi perhatian bersama saat ini sekaligus menjadi problem mendasar kebangsaan kita.

Dengan menggunakan logika akal bulus dan akal fulus di atas, kita bisa melihat bagaimana fenomena korupsi hari ini sebagai kombinasi dari keduanya. Para koruptor umumnya adalah pejabat, mereka yang memiliki jabatan dan kekuasaan politik. Dengan kekuasaannya, mereka memiliki kemampuan untuk membuat kebijakan tertentu yang menguntungkan diri atau golongannya. Dengan jabatannya, mereka bisa memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Dengan akal bulusnya (kekuasaan), mereka berusaha melanggengkan posisinya atau bahkan meraih kekuasaan yang lebih besar atau jabatan yang lebih tinggi dengan menghalalkan segala cara.

Selanjutnya, upaya melanggengkan kekuasaan itu membutuhkan sokongan akal fulus, kekayaan, modal, atau uang. Lewat memanfaatkan kekuasaan, adalah jalan tercepat untuk meraih kekayaan. Kebijakan politik bisa dibuat sedemikian rupa untuk memberikan keuntungan ekonomi pada pihak tertentu. Sebab, modal menjadi tidak bisa dilipatgandakan dengan cepat tanpa difasilitasi oleh kebijakan politik. Sebaliknya, lahirnya para pejabat publik yang punya kuasa untuk mendesain kebijakan politik membutuhkan dukungan kuasa modal. Dua-duanya membentuk saling ketergantungan.

Maka tidak heran, dalam setiap praktik korupsi yang tersaji di hadapan publik selama ini selalu melibatkan dua aktor: pejabat publik dan pengusaha. Pejabat memiliki kekuasaan politik, pengusaha menyokong kekuasaan modal. Inilah persekutuan sempurna antara akal bulus dan akal fulus, kuasa politik dan kuasa kapital.

Baca Juga: 36 Operasi Tangkap Tangan, 21 Kepala Daerah Diciduk

Mancur Olson, seorang ahli ekonomi dan ilmuan politik Amerika Serikat, dalam karyanya Dictatorship, Democracy, and Development mengajukan pertanyaan retoris. Mengapa setelah berakhirnya otoritarianisme, kemakmuran justru tak kunjung datang? Padahal otoritarianisme dibenci dan berusaha ditumbangkan dengan dalih karena rezim menyengsarakan kehidupan rakyat. Tapi mengapa, setelah otoritarianisme diusir lalu demokrasi diadopsi sebagai sistem pemerintahan baru, kemakmuran yang didambakan tiada kunjung berwujud nyata. Alih-alih kehidupan menjadi lebih baik, yang terjadi justru munculnya praktik otoritarian gaya baru. Kata Olson, jawabannya karena berkuasanya dua bandit, yang oleh Olson disebut sebagai bandit yang menetap (stationary bandit) dan bandit yang mengembara (roving bandit).

Siapakah mereka? Bandit yang menetap adalah para pejabat, penguasa, yang dengan kekuasaannya menghalalkan segala cara untuk memperoleh kepentingan pribadi atau kelompoknya. Bandit yang menetap ini adalah representasi  akal bulus. Sementara bandit yang mengembara, adalah para pengusaha yang datang atas nama investasi. Tetapi setelah semua kekayaan negara dikeruk, mereka kemudian pergi, menyisakan sejumlah masalah. Bandit ini adalah representasi akal fulus. Tidak jarang pula, kedua bandit ini adalah aktor yang sama. Penguasa yang pengusaha atau pengusaha yang jadi penguasa, lalu dengan sedemikian rupa menguasai semua hal lewat kekuasaan dan kekayaannya.

BeritaTerbaru

Putusan Terbuka, Identitas Terlindungi: Mencari Batas Anonimisasi di Peradilan Kita

Putusan Terbuka, Identitas Terlindungi: Mencari Batas Anonimisasi di Peradilan Kita

Sabtu, 19 Sep 2026 17:46 WIB
Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Sabtu, 15 Agu 2026 05:26 WIB
Salah Paham tentang Wakaf Saham

Salah Paham tentang Wakaf Saham

Rabu, 12 Agu 2026 15:21 WIB
Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Minggu, 2 Agu 2026 20:06 WIB

Akibatnya, mereka hanya mau mengambil (taking) apapun yang bisa diambil dari negara atau meminta (asking) apapun yang bisa diminta dari negara. Atau, jika perlu merampok (robbing) negara sekalipun dilakukan demi sebuah nafsu kekuasaan dan kekayaan. Maka kita menyaksikan betapa korupsi telah menggurita di semua sektor dan level lembaga negara. Korupsi telah mengorupsi Indonesia. Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga yang diberi mandat untuk berdiri di garda terdepan pemberantasan korupsi juga tidak luput dari praktik tindak pidana korupsi itu sendiri.

Untuk itulah, dibutuhkan akal sehat dalam memilih pemimpin menjelang suksesi kepemimpinan nasional mendatang. Juga akal sehat para pemimpin, siapa pun yang terpilih, untuk meletakkan kepentingan negara dan rakyat di atas segalanya. Di tengah berbagai problematika kebangsaan, penting bagi siapa pun untuk menjalankan kekuasaan dengan bijak dan tidak membiarkan kekayaan menggantikan nilai-nilai moral dan etika. Hanya dengan begitu, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil, makmur, sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam konteks itu, kita membutuhkan pemimpin yang berintegritas tinggi, jujur, adil, dan transparan. Dengan integritas itu, diharapkan dapat mewujudkan pemerintahan yang bersih dan anti-korupsi. Lebih dari itu, harus memperkuat hukum dan aparat penegak hukum dengan menjalankan hukum tanpa pandang bulu. Karena itu, integritas dan komitmen para kandidat presiden dan wakil presiden pada pemberantasan korupsi dan penegakan hukum harus benar-benar kita diuji. Paling tidak, dokumen visi-misi mereka yang berisi agenda strategis bangsa lima tahun mendatang perlu dikaji agar publik tahu siapa yang memiliki gagasan besar dan realistis untuk memajukan Indonesia. (*)

 

*(Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Muhammadiyah Malang)

Baca Juga: Khalid Basalamah Akui Setor US$554.500

Tags: hukum tata negarakpkmkmkmk
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern
Kolom

144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

Sabtu, 1 Agu 2026 16:36 WIB
Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat
Kolom

Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat

Jumat, 17 Jul 2026 13:10 WIB
Nasib Malang Rupiah
Kolom

Nasib Malang Rupiah

Senin, 13 Jul 2026 20:32 WIB
Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI
Kolom

Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI

Rabu, 17 Jun 2026 18:56 WIB
“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu:  Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”
Kolom

“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu: Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”

Minggu, 14 Jun 2026 08:52 WIB
Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja:  Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban
Kolom

Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja: Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban

Jumat, 5 Jun 2026 16:35 WIB
Promo Oktober Honda Wahana Artha Promo Oktober Honda Wahana Artha
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja
500 th Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin DPC Gerindra Kab Serang
Selamat Hari Jadi Ke 26 Provinsi Banten DPD HKTI Prov. Banten
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni

Berita Pilihan

Gerakan Pangan Murah di Tigaraksa, Beras 5 Kg Disubsidi Jadi Rp24.500

Gerakan Pangan Murah di Tigaraksa, Beras 5 Kg Disubsidi Jadi Rp24.500

Kamis, 15 Okt 2026 17:09 WIB
SELFIE : Gubernur Banten Andra Soni (dua dari kiri), ikut selfie bersama sejumlah siswi di salah satu sekolah di Kabupaten Pandeglang, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

Pengamat Sebut Program Sekolah Gratis di Banten Belum Berdampak Signifikan

Selasa, 20 Okt 2026 10:34 WIB
Turidi Sebut Gedung DPRD Kota Tangerang Bakal Pindah, Ini Tempatnya

Turidi Sebut Gedung DPRD Kota Tangerang Bakal Pindah, Ini Tempatnya

Rabu, 21 Okt 2026 18:25 WIB
Tekan Biaya Operasional, OPD Lebak Bakal Dirampingkan

Tekan Biaya Operasional, OPD Lebak Siap Dirampingkan

Minggu, 18 Okt 2026 15:06 WIB
BEDOLAN PAMARAYAN -- Masyarakat sekitar, tampak antusias mengikuti kegiatan Bedolan Pamarayan, di Kabupaten Serang, Sabtu (17/10/2026) lalu. (ISTIMEWA)

Bedolan Pamarayan Kabupaten Serang, Tradisi Turun Temurun yang Dinanti Masyarakat

Minggu, 18 Okt 2026 18:04 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.