SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Sejumlah kampus menyampaikan kritik terhadap pemerintah menyikapi situasi politik Indonesia saat ini. Mendengar kritik itu, kuping Istana tidak panas dan menganggapnya sebagai vitamin.
Sejumlah universitas di berbagai wilayah Indonesia telah menyampaikan kritiknya terhadap kondisi politik dan demokrasi Indonesia. Dimulai dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Indonesia (UI), Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar dan Universitas Muhammidyah Yogyakarta (UMY).
Paling anyar, kritik disampaikan 82 guru besar, 23 dosen serta alumni Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, pada Sabtu, (3/2/2024). Mereka menyampaikan petisi bertajuk ‘Selamatkan Negara Hukum yang Demokratis, Beretika dan Bermartabat’.
Ketua Senat Unpad, Prof Ganjar Kurnia mengatakan, aksi ini merupakan respon dari banyaknya peristiwa-peristiwa sosial, politik, ekonomi, dan hukum yang belakangan terjadi. Dalam petisinya, civitas menilai banyak terjadi penurunan kualitas demokrasi menjelang berakhirnya kepemimpinan Presiden Jokowi. “Ini akan terus-menerus. Selama ada etika akademik bermasalah, kita suarakan terus menerus. Tidak ada masa, tidak ada akhir,” tegas Ganjar Kurnia di Kampus Unpad, Bandung.
Istana menanggapi santai seruan para guru besar kampus. Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan, dalam negara demokrasi semua pihak bebas menyampaikan pendapat ataupun kritik. Menurutnya, segala bentuk perbedaan yang diutarakan di tahun politik adalah sesuatu yang wajar. Termasuk kritik dan petisi dari para guru besar. “Kritik adalah vitamin untuk terus melakukan perbaikan pada kualitas demokrasi di negara kita,” katanya.
Menanggapi kritik yang semakin meluas dari para guru besar, Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menganggap itu semua sebagai masukan dan bahan evaluasi. “Kalau saya sih masukan masukan evaluasi dari semua pihak kami terima ya. Masukannya terima kasih,” ujarnya.
Sementara, Capres nomor urut 01 Anies Baswedan menilai, sikap dari para intelektual universitas yang mengkritik pemerintah adalah bentuk kepedulian terhadap bangsa. “Kami senang bahwa kampus menyuarakan dan itu menunjukkan bahwa kampus peduli,” kata Anies di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, (2/2/2024).
Capres nomor urut 03, Ganjar Pranowo justru meminta pemerintah serius dalam menanggapi kritik. Menurutnya, masih ada waktu bagi pihak-pihak yang disinggung untuk segera memperbaiki jalannya demokrasi jelang Pemilu 2024. “Kita harapkan semuanya akan bisa kembali kepada koridor. Rasa-rasanya, yuk kita kembalikan (demokrasi) bareng-bareng. Masih ada waktu, jangan mencederai,” ujarnya, Jumat (2/2/2024). (rm)