SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Cuaca buruk yang melanda perairan Selat Sunda sejak sepekan terakhir, dikeluhkan para nelayan Teluk Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.
Hal itu karena, mereka tidak bisa mencari ikan ke laut lepas karena terjadi gelombang tinggi dan membahayakan.
Yadi Cahyadi, pemilik perahu di Kecamatan Labuan mengatakan, kondisi perairan di Selat Sunda sedang tidak baik karena ombak tinggi dan terjadi cuaca buruk. Akibat hal itu, sejak sepekan terakhir tidak ada nelayan yang berani mencari ikan ke laut.
“Sudah sepekan, puncaknya pas awal puasa ini, enggak ada nelayan yang berani pergi ke laut karena ombaknya tinggi, cuaca buruk, jadi kami memilih untuk tetap di rumah untuk sementara waktu,” kata Yadi, Kamis (14/3/2024).
Yadi mengatakan, cuaca buruk dan gelombang tinggi itu terjadi karena sudah masuk angin barat. Kondisi itu, menjadi salah satu hal menakutkan bagi para nelayan, oleh karena kondisi laut tidak bisa diprediksi dan bisa menyebabkan kecelakaan laut akibat diterjang ombak besar.
“Iya sudah mulai masuk angin barat. Kalau kita memaksakan melaut juga percuma karena ikannya sulit didapat. Ditambah, ombak tinggi, cuaca buruk, bisa-bisa kapal kita hancur karena gelombang tinggi,” tambahnya.
Baca Juga: Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR
Yahya (45), nelayan Teluk, Kecamatan Labuan mengatakan, dirinya tidak melaut menangkap ikan karena masuk musim angin barat. Apabila dipaksakan mencari ikan ke laut, khawatir perahu yang dibawanya terbalik.
“Mau bagaimana, kalau melaut kita yang bahaya. Sementara kita di rumah saja dulu daripada membahayakan. Untuk bertahan hidup, kita gunakan tabungan yang ada dulu sampai kondisi kembali normal,” ujar Yahya.
Sumardi, nelayan lainnya mengaku, untuk bertahan hidup selama tidak melaut, dirinya menggunakan semua tabungan yang ada. Apabila hal itu tidak cukup, terpaksa menggadaikan peralatan rumah tangga dan benda berharga lainnya.
“Tabungan udah mulai habis. Kalau sampai dua minggu cuaca masih buruk, mau enggak mau menggadaikan barang,” keluhnya.
Manajer Tempat Pelelangan Ikan (TPI) II Labuan Tb Eman Saepulrohman mengakui, selama terjadi angin barat, aktivitas di TPI II Labuan sepi dan tidak seramai kondisi biasanya. Hal itu terjadi karena banyak nelayan memilih tinggal di rumah dibandingkan mencari ikan ke Laut lepas.
“Udah pasti sepi, semalam saja sepi, bahkan kondisi diperairan juga cukup mengkhawatirkan, ombaknya besar kalau dipaksakan membahayakan juga. Tentunya berpengaruh kepada target pendapatan, tetapi mau bagaimana lagi,” imbuhnya. (adib)
Baca Juga: Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata
























