Rabu, 22 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Jokowi Dilematis soal Beras, Bansos Berlanjut Sampai Juni

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 13 Mei 2024 19:33 WIB
Rubrik Nasional
Jokowi Dilematis soal Beras, Bansos Berlanjut Sampai Juni

Presiden Joko Widodo duduk bersimpuh di depan sebuah lapak pedagang, sambil makan pisang susu dan berbincang dengan pedagang di Pasar Laino Raha, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, seusai mengunjungi gudang Bulog, Senin (13/5). (Dok Setpres)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah menghadapi situasi yang dilematis untuk menjaga kestabilan harga beras. Harga beras tinggi, masyarakat protes tetapi petani senang. Jika harga ditekan lewat impor beras, giliran petani yang kesusahan.

“Jadi terkadang pemerintah itu berada di posisi tidak mudah untuk menjaga keseimbangan agar masyarakat senang, tetapi petani juga senang. Kalau pas kita, saya ke pasar gitu, (bertanya) ‘Pak ini beras naik bagaimana pak?’ kalau ke kempung ke desa ketemu petani, ‘Pak terima kasih Pak harga beras, harga gabah sangat bagus Pak’,” papar Jokowi, saat memberikan sambutan sebelum menyerahkan bansos beras kepada masyarakat di Kompleks Pergudangan Laende, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Senin (13/5/2024).

Apabila mengandalkan impor, Jokowi menyebut harga beras akan membuat petani di dalam negeri merugi. “Harga bisa saja kita tekan, impor banyak biar harga jadi murah. Tapi petani ini rugi,” tutur dia. “Itu ya kita harus ingat itu tidak gampang pemerintah itu agar petani senang dan ibu-ibu juga seneng. Maka oleh sebab itu (bansos) 10 kilogram kita berikan ke masyarakat,” lanjutnya.

Presiden Jokowi mengatakan, bansos beras sebesar 10 kilogram akan diteruskan penyalurannya hingga Juni 2024. Nantinya jika anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) mencukupi, maka bansos beras direncanakan akan berlanjut hingga Desember 2024. “Kita berdoa bersama sama ya supaya bisa terus sampai Desember,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan inisiatif pemberian beras ini merupakan respons terhadap kenaikan harga beras yang terjadi akibat inflasi pangan global. Sementara, harga beras nasional tidak mengalami kenaikan signifikan.

“Jadi kenapa (bansos) beras 10 kilogram ini diberikan kepada Bapak, Ibu sekalian? karena ada kenaikan harga beras, karena harga pangan internasional itu semuanya naik dan kita ini termasuk (kenaikan) masih rendah, ada yang naik tinggi sekali,” ujar Jokowi.

Baca Juga: Stok Beras 5,3 Juta Ton, Harga Pangan Bergerak Beragam

Jokowi mengklaim kenaikan harga beras di dalam negeri tidak drastis, sehingga masih dalam level terkendali, dibandingkan dengan kenaikan harga beras di negara-negara lain. Bahkan, ada negara yang mengalami kenaikan harga beras hingga 50 persen.

“Ini patut kita syukuri. bahwa kita naiknya tidak drastis, ada yang 50 persen, ada yang dua kalinya, jadi di Indonesia (kenaikan harga) beras bisa kita kendalikan,” ucap dia.

BeritaTerbaru

Praperadilan Roy Suryo Ditolak, Status Tersangka Sah

Praperadilan Roy Suryo Ditolak, Status Tersangka Sah

Senin, 20 Jul 2026 18:00 WIB
KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih, Jabar Terbanyak

KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih, Jabar Terbanyak

Senin, 20 Jul 2026 17:58 WIB
Hina Wartawan, Hotman Paris Dikecam

Hina Wartawan, Hotman Paris Dikecam

Minggu, 19 Jul 2026 21:20 WIB
Ketum Kesthuri Gugat Penggeledahan, KPK Siap Hadapi Asrul Azis

Ketum Kesthuri Gugat Penggeledahan, KPK Siap Hadapi Asrul Azis

Minggu, 19 Jul 2026 21:17 WIB

Meski begitu, Kepala Negara mengakui, saat ini jumlah ketersediaan beras di Tanah Air pun sedikit mengalami kekurangan. Pemerintah harus melakukan impor kurang dari 5 persen dari kebutuhan beras nasional.

“Sebagian kecil, enggak ada 5 persen, kita harus impor. Kita harus impor, ada yang dari Vietnam, Thailand, ada yang dari mana Pak? Kamboja, Pakistan. Harus impor dari sana. Karena penduduk kita ini sekarang 280 juta orang, 280 juta orang, semuanya ingin. Nah itu tidak mudah,” ujar dia.

Sejauh ini berdasarkan data terakhir pada awal Mei 2024, realisasi importasi beras mencapai 1,3 juta ton dari kuota total 3,6 juta ton. Perum Bulog mencatat kebutuhan beras di Indonesia pada 2024 mencapai 31,2 juta ton. Artinya, sejauh ini impor beras di Indonesia yang sudah direalisasikan baru mencapai 4,1 persen dari total kebutuhan di Indonesia.

Sementara itu, cadangan beras pemerintah atau CBP telah mencapai volume tertinggi selama empat tahun terakhir atau mencapai 1,81 juta ton. Salah satu pendorongnya adalah penyerapan beras dari dalam negeri.

Baca Juga: Prabowo Kunci BBM Subsidi, Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap

Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Epi Sulandari mengatakan Bulog akan fokus menyerap beras lokal selama masa panen raya atau pada Mei-Juni 2024. Bulog menargetkan penyerapan beras lokal mencapai 600.00 ton pada Januari-Mei 2024.

“Sampai dengan kemarin, Rabu (8/5), realisasi penyerapan setara beras mencapai 427.279 ton dari target 600.000 ton,” kata Epi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (13/5).

Epi memerinci, sebanyak 371.674 ton beras lokal yang diserap ditujukan sebagai CBP, sedangkan 55.604 ton untuk keperluan komersial Bulog. Bulog setidaknya akan menyerap 900.000 ton beras lokal pada tahun ini.

Epi memaparkan Bulog menargetkan 99% dari target serapan beras lokal bulog atau 593.634 ton berhasil diserap pada bulan ini. Seluruh beras tersebut direncanakan berasal dari delapan wilayah, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Barat, Nusa Tenggara Barat, Lampung, DI Yogyakarta, dan Sumatra Selatan, dan Bangka Belitung.(bbs/san)

Tags: berasJoko Widodopresiden
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Program MBG Buat BGN Punya Utang Rp 1,7 Triliun
Nasional

Program MBG Buat BGN Punya Utang Rp 1,7 Triliun

Minggu, 19 Jul 2026 15:37 WIB
Nasional

Kontak Tembak di Yahukimo, Tiga Anggota KKB Tewas

Sabtu, 18 Jul 2026 17:49 WIB
Bisnis

Ancol Gratiskan Tiket Rekreasi Anak pada Peringatan Hari Anak Nasional 2026

Sabtu, 18 Jul 2026 15:26 WIB
Nasional

Polri Serahkan Tersangka Korupsi Don Ritto ke Kejagung

Jumat, 17 Jul 2026 19:19 WIB
Nasional

Gus Lilur Usulkan Mahfud MD Jadi Menko Polkam, Busyro Muqoddas Wamenko

Jumat, 17 Jul 2026 18:38 WIB
Investasi Tembus Rp1.010 Triliun, Hilirisasi Masih Jadi Andalan
Nasional

Investasi Tembus Rp1.010 Triliun, Hilirisasi Masih Jadi Andalan

Kamis, 16 Jul 2026 18:00 WIB
Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke 66 Dinkes Tangsel
Rustandi Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang

Berita Pilihan

Cedera, Yakob Sayuri Tinggalkan Timnas

Cedera, Yakob Sayuri Tinggalkan Timnas

Minggu, 19 Jul 2026 21:13 WIB
Kemarau, Krisis Air Bersih Melanda Cibuah Lebak

Kemarau, Krisis Air Bersih Melanda Cibuah Lebak

Minggu, 19 Jul 2026 17:07 WIB
Christian Lois Dorong Penguatan Posyandu hingga Kesejahteraan Guru Agama Kota Tangerang

Christian Lois Dorong Penguatan Posyandu hingga Kesejahteraan Guru Agama Kota Tangerang

Rabu, 22 Jul 2026 15:21 WIB
Kalahkan Ganda Nomor 1 Dunia, Fajar/Fikri Juara

Kalahkan Ganda Nomor 1 Dunia, Fajar/Fikri Juara

Minggu, 19 Jul 2026 21:10 WIB
PELANTIKAN - Pengurus Karang Taruna Kabupaten Pandeglang Periode 2025 - 2030, resmi dilantik. (ISTIMEWA)

Resmi Dilantik, Karang Taruna Pandeglang Segera Konsolidasi Hingga Tingkat Desa

Selasa, 21 Jul 2026 18:56 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.