Senin, 18 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Jokowi Dilematis soal Beras, Bansos Berlanjut Sampai Juni

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 13 Mei 2024 19:33 WIB
Rubrik Nasional
Jokowi Dilematis soal Beras, Bansos Berlanjut Sampai Juni

Presiden Joko Widodo duduk bersimpuh di depan sebuah lapak pedagang, sambil makan pisang susu dan berbincang dengan pedagang di Pasar Laino Raha, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, seusai mengunjungi gudang Bulog, Senin (13/5). (Dok Setpres)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah menghadapi situasi yang dilematis untuk menjaga kestabilan harga beras. Harga beras tinggi, masyarakat protes tetapi petani senang. Jika harga ditekan lewat impor beras, giliran petani yang kesusahan.

“Jadi terkadang pemerintah itu berada di posisi tidak mudah untuk menjaga keseimbangan agar masyarakat senang, tetapi petani juga senang. Kalau pas kita, saya ke pasar gitu, (bertanya) ‘Pak ini beras naik bagaimana pak?’ kalau ke kempung ke desa ketemu petani, ‘Pak terima kasih Pak harga beras, harga gabah sangat bagus Pak’,” papar Jokowi, saat memberikan sambutan sebelum menyerahkan bansos beras kepada masyarakat di Kompleks Pergudangan Laende, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Senin (13/5/2024).

Apabila mengandalkan impor, Jokowi menyebut harga beras akan membuat petani di dalam negeri merugi. “Harga bisa saja kita tekan, impor banyak biar harga jadi murah. Tapi petani ini rugi,” tutur dia. “Itu ya kita harus ingat itu tidak gampang pemerintah itu agar petani senang dan ibu-ibu juga seneng. Maka oleh sebab itu (bansos) 10 kilogram kita berikan ke masyarakat,” lanjutnya.

Presiden Jokowi mengatakan, bansos beras sebesar 10 kilogram akan diteruskan penyalurannya hingga Juni 2024. Nantinya jika anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) mencukupi, maka bansos beras direncanakan akan berlanjut hingga Desember 2024. “Kita berdoa bersama sama ya supaya bisa terus sampai Desember,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan inisiatif pemberian beras ini merupakan respons terhadap kenaikan harga beras yang terjadi akibat inflasi pangan global. Sementara, harga beras nasional tidak mengalami kenaikan signifikan.

“Jadi kenapa (bansos) beras 10 kilogram ini diberikan kepada Bapak, Ibu sekalian? karena ada kenaikan harga beras, karena harga pangan internasional itu semuanya naik dan kita ini termasuk (kenaikan) masih rendah, ada yang naik tinggi sekali,” ujar Jokowi.

BeritaTerbaru

Andrie Yunus Tolak Oditur Militer

Andrie Yunus Tolak Oditur Militer

Selasa, 12 Mei 2026 20:12 WIB
Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG

Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG

Selasa, 12 Mei 2026 20:09 WIB
Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari

Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari

Sabtu, 9 Mei 2026 07:44 WIB
Guru Honorer Dihapus Akhir 2026, DPR: Operasional Sekolah Jangan Terganggu

Guru Honorer Dihapus Akhir 2026, DPR: Operasional Sekolah Jangan Terganggu

Sabtu, 9 Mei 2026 07:36 WIB

Jokowi mengklaim kenaikan harga beras di dalam negeri tidak drastis, sehingga masih dalam level terkendali, dibandingkan dengan kenaikan harga beras di negara-negara lain. Bahkan, ada negara yang mengalami kenaikan harga beras hingga 50 persen.

“Ini patut kita syukuri. bahwa kita naiknya tidak drastis, ada yang 50 persen, ada yang dua kalinya, jadi di Indonesia (kenaikan harga) beras bisa kita kendalikan,” ucap dia.

Meski begitu, Kepala Negara mengakui, saat ini jumlah ketersediaan beras di Tanah Air pun sedikit mengalami kekurangan. Pemerintah harus melakukan impor kurang dari 5 persen dari kebutuhan beras nasional.

“Sebagian kecil, enggak ada 5 persen, kita harus impor. Kita harus impor, ada yang dari Vietnam, Thailand, ada yang dari mana Pak? Kamboja, Pakistan. Harus impor dari sana. Karena penduduk kita ini sekarang 280 juta orang, 280 juta orang, semuanya ingin. Nah itu tidak mudah,” ujar dia.

Sejauh ini berdasarkan data terakhir pada awal Mei 2024, realisasi importasi beras mencapai 1,3 juta ton dari kuota total 3,6 juta ton. Perum Bulog mencatat kebutuhan beras di Indonesia pada 2024 mencapai 31,2 juta ton. Artinya, sejauh ini impor beras di Indonesia yang sudah direalisasikan baru mencapai 4,1 persen dari total kebutuhan di Indonesia.

Sementara itu, cadangan beras pemerintah atau CBP telah mencapai volume tertinggi selama empat tahun terakhir atau mencapai 1,81 juta ton. Salah satu pendorongnya adalah penyerapan beras dari dalam negeri.

Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Epi Sulandari mengatakan Bulog akan fokus menyerap beras lokal selama masa panen raya atau pada Mei-Juni 2024. Bulog menargetkan penyerapan beras lokal mencapai 600.00 ton pada Januari-Mei 2024.

“Sampai dengan kemarin, Rabu (8/5), realisasi penyerapan setara beras mencapai 427.279 ton dari target 600.000 ton,” kata Epi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (13/5).

Epi memerinci, sebanyak 371.674 ton beras lokal yang diserap ditujukan sebagai CBP, sedangkan 55.604 ton untuk keperluan komersial Bulog. Bulog setidaknya akan menyerap 900.000 ton beras lokal pada tahun ini.

Epi memaparkan Bulog menargetkan 99% dari target serapan beras lokal bulog atau 593.634 ton berhasil diserap pada bulan ini. Seluruh beras tersebut direncanakan berasal dari delapan wilayah, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Barat, Nusa Tenggara Barat, Lampung, DI Yogyakarta, dan Sumatra Selatan, dan Bangka Belitung.(bbs/san)

Tags: berasJoko Widodopresiden
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

370930
Edukasi

Geruduk DPRD Kabupaten Tangerang, Warga Tolak Kenaikan BBM Non Subsidi

Jumat, 8 Mei 2026 12:59 WIB
jamaah haji indonesia fase kedua tiba
Nasional

12 Jamaah Haji Indonesia Wafat

Jumat, 8 Mei 2026 12:53 WIB
Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat
Nasional

Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat

Rabu, 6 Mei 2026 17:34 WIB
Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan
Nasional

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Rabu, 6 Mei 2026 17:31 WIB
Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen
Bisnis

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang
Bisnis

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Sekda Lebak Beberkan Kendala Naiknya Gaji PPPK Paruh Waktu

Sekda Lebak Beberkan Kendala Naiknya Gaji PPPK Paruh Waktu

Selasa, 12 Mei 2026 18:29 WIB
Sampah Menumpuk di Jalan Rawa Kucing, Ini Respons Camat Neglasari

Sampah Menumpuk di Jalan Rawa Kucing, Ini Respons Camat Neglasari

Senin, 18 Mei 2026 16:46 WIB
Pastikan Bebas PMK, 96 Petugas Periksa 35 Ribu Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang

Pastikan Bebas PMK, 96 Petugas Periksa 35 Ribu Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang

Minggu, 17 Mei 2026 19:34 WIB
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo. (SIDIK/SATELITNEWS.COM)

DKPP Kabupaten Serang Pastikan Hewan Kurban Aman Dikonsumsi Masyarakat

Selasa, 12 Mei 2026 16:27 WIB
Salahsatu pengantar jamaah haji, yang tidak kuasa menahan tangis saat saudaranya berangkat menunaikan rukun Islam ke lima, di Pendopo Pemkab Lebak, Kamis (14/5/2026) malam. (MULYANA/SATELITNEWS.COM)

Tangis Haru Pecah di Pendopo Lebak Saat Ratusan Calon Haji Dilepas ke Tanah Suci

Jumat, 15 Mei 2026 09:25 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.