SATELITNEWS.COM, SERANG–Bakal calon gubernur Banten Arief Wismansyah mengikuti penyampaian visi misi di DPW Partai Kebangkita Bangsa (PKB) Provinsi Banten. Banten maju, sejahtera dan berakhlak mulia menjadi visinya.
Dalam pemaparannya Arief menyampaikan bahwa hampir 24 tahun Provinsi Banten dengan berbagai dinamika dan kelebihannya serta kekuatan dan peluang tapi harus paham betul Banten dibandingkan dengan provinsi se- pulau Jawa merupakan provinsi yang harus mengejar ketertinggalan. “Bahkan Kota Tangerang ikut membantu menyediakan asrama haji di Provinsi Banten, itu yang terakhir di Pulau Jawa,” ungkap Arief di Kantor DPW PKB Banten, Kota Serang, Senin (20/5/2024).
Banten katanya memiliki banyak potensi strategis. Pertama, daerah ini punya bandara Soekarno- Hatta sebagai gerbang Indonesia yang terletak di Kota dan Kabupaten Tangerang. Berikutnya Banten adalah daerah perlintasan Sumatera dan Pulau Jawa hingga daerah dengan jumlah penduduk 12 juta orang dan berpotensi memiliki bonus demografi.
“Dengan potensi yang kita miliki seharusnya kita bisa sejahtera,” kata Arief di hadapan pengurus DPW PKB Banten. Dia mengatakan, permasalahan-permasalahan sosial yang dihadapi harusnya bisa diatasi bersama- sama.
Bukan oleh Pemerintah Provinsi Banten saja, melainkan oleh Provinsi Banten yang di dalamnya terdapat delapan kota/kabupaten. Harus bersatu, harus bersama. “Bekerja sama dan sama-sama bekerja, karena dengan demikian kesejahteraan bisa diwujudkan” ungkapnya.
Lebih jauh Arief mengatakan dengan pengalaman 15 tahun pengalaman di pemerintah Kota Tangerang dirinya mendapatkan banyak hal yang bisa kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya. “Ini jadi motivasi dengan pengalaman 15 tahun untuk mewujudkan Banten maju dan sejahtera,” tegasnya.
Baca Juga: Bukber dan Padel: Sore Santai Arief Wismansyah Bersama Wartawan Tangerang
Dan yang tak kalah penting, ujarnya terlepas dari segala kemajuan, perubahan dengan adanya revolusi industri 4.0, smart society 5.0, tentu kita harus berkehidupan, bernegara, bermasyarakat dan berbangsa dengan nilai- nilai akhlak yang mulia. “Potensi ini begitu besar, tadi pagi hadir di acara FSPP dan di Banten, provinsi dengan jumlah ponpes terbesar ketiga di Indonesia, yakni hampir 4.000 pesantren,” ungkapnya.
“Makanya ini rasanya menjadi sebuah kekuatan, bahwa dengan potensinya dan nilai akhlak mulia bisa kita dorong menjadi provinsi yang membanggakan penduduknya,” ucapnya.
Bermodal pengalaman dan potensi itu tadi, dirinya bisa mewujudkan misi pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Banten yang berkualitas. Serta bisa membangun ekonomi berkelanjutan di Banten. Termasuk bisa mewujudkan perilaku warga yang religius, harmoni antar masyarakat dan antar umat beragama.
“Dari visi misi tersebut, kita menghadapi berbagai isu strategis, baik bidang pendidikan kesehatan dan kesejahteraan. Bidang pendidikan misalnya, banyak daerah setiap penerimaan siswa baru selalu mengeluhkan masalah zonasi.
“Alhamdulillah pengalaman di Kota Tangerang sekarang ini menjadi satu- satunya kota yang tidak hanya menggratiskan sekolah negeri, 146 sekolah termasuk swasta dan madrasah digratiskan oleh Pemkot Tangerang, saya juga nggak nyangka, ternyata bisa,”ungkapnya.
Hal itu sangat tambahnya sangat menguntungkan. “Swasta tadinya yang takut kehilangan murid jadi nggak kehilangan murid dan sekarang sekarang mereka jadi partner dalam pendidikan. Mudah-mudahan ini tidak hanya bisa diimplementasikan di Banten dalam SMA dan SMK, tapi juga dalam kota/kabupaten lainnya, sehingga tak ada lagi masyarakat Banten tidak bersekolah,” ujarnya.
Baca Juga: Soal Pendidikan Gratis, Arief Wismansyah Sebut Political Will Adalah Kunci
Sementara dalam isu strategis bidang kesehatan, Arief mengatakan, tenaga kesehatan harus mau menjangkau dan melayani daerah terpencil. Untuk itu, tenaga kesehatan yang bertugas di daerah kantong-kantong terpencil masyarakat tadi harus diberi insentif. “Jadi tidak hanya dibangunkan sarana dan prasarana, melainkan petugas harus hadir, pemerintah harus hadir melayani masyarakat,” ungkapnya.
Ke depan, Arief sendiri tidak ingin Banten ada dikotomi antara Banten bagian barat, selatan dan utara. Pemerintah kabupaten kota katanya harus bisa bersatu untuk rencana pembangunan daerah ini kedepannya. “Maka komunikasi harus dikembangkan terutama soal pembangunan, sehingga Banten bukan 8 kabupaten kota, bukan satu pemerintahan provinsi. Tidak ada lagi Banten utara, selatan, timur, yang ada adalah Banten yang ingin sejahtera,” pungkasnya.(made)
