Rabu, 13 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Plus Minus Kepala Daerah Hasil Pilkada Langsung

Oleh Made Nusantara
Senin, 17 Jun 2024 08:03 WIB
Rubrik Nasional
PPK dan PPS Dituding Cawe-cawe Peserta Pemilu, Begini Kata KPU Lebak

ILUSTRASI: Tahapan pemungutan suara pemilu 2024 pada 14 Februari lalu. MULYANA/SATELIT NEWS.COM

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Raker antara Komisi II DPR dengan Mendagri Tito Karnavian soal evaluasi Penjabat (Pj) Kepala Daerah beberapa waktu lalu jadi buah bibir. Dalam rapat tersebut, Menteri Tito membeberkan plus minus kepala daerah hasil pilkada langsung dengan penunjukan langsung. Kata Tito, salah satu minus pilkada langsung ialah menghambat pembangunan. Gara-gara omongan itu, polemik soal Pilkada langsung menghangat kembali.

Tito menegaskan, setiap tiga bulan sekali pihaknya rutin melakukan evaluasi para Pj Kepala Daerah. Evaluasi dilakukan karena ia tidak ingin mengambil risiko. Menurut dia, tanggung jawab penunjukan penjabat tidak hanya berdampak pada rakyat, tetapi juga menjadi pertaruhan bagi presiden dan dirinya sebagai Mendagri yang menunjuk para Pj Kepala Daerah.

Dengan evaluasi rutin dan pembatasan masa jabatan ini, diharapkan kinerja pejabat publik akan semakin baik dan akuntabel. Sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Nah, Tito lalu membandingkan hasil kepala daerah dari pilkada dengan penunjukan langsung.

Tito menilai momentum pemilihan kepala daerah lewat penunjukan ini digunakan untuk menyelesaikan pembangunan tanpa hambatan politik. Menurut dia, selama ini, sering terjadi hubungan yang kurang harmonis antara gubernur dan bupati/wali kota, terutama jika partai mereka berbeda. Bahkan, dalam partai yang sama pun bisa terjadi rivalitas. Apalagi jika berasal dari parpol yang berbeda. “Ada hambatan politis di sana, ini mengganggu pembangunan untuk rakyat,” kata Tito.

Sisi positif yang lain, kata Tito, tidak ada biaya politik dalam penunjukan Pj Kepala Daerah. Tidak ada transaksi politik atau biaya politik yang harus dikeluarkan. Pj Kepala Daerah juga tidak perlu mengeluarkan biaya politik seperti yang harus dilakukan dalam pilkada.

BeritaTerbaru

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB
Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB

“Mereka tidak perlu bermain-main untuk mengembalikan biaya politik. Ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja dengan baik,” ungkapnya.

Selain itu, kata Tito, Pj Kepala Daerah diangkat bukan dari kalangan politisi. Sehingga mereka tidak memiliki beban politik yang bisa mengganggu kinerja mereka. Fokus mereka murni pada tugas administratif dan pengelolaan pemerintahan.

Terakhir, kata dia, Pj Kepala daerah biasanya diambil dari pejabat struktural dengan jabatan pimpinan tinggi madya dan pratama. Mereka memiliki pengalaman dan pengetahuan yang mendalam dalam tata kelola pemerintahan, administrasi keuangan, penyusunan anggaran, serta penyusunan APBD.

Meski begitu, Tito memahami, Pj Kepala Daerah memiliki kekurangan. Pertama, legitimasi publik lemah, karena tidak dipilih langsung oleh rakyat. Kedua, lanjut Tito, Pj Kepala Daerah kurang inovatif. Pj Kepala Daerah kurang berani mengambil terobosan-terobosan kreatif. Mereka seringkali berpikir dalam kerangka rutinitas dan aturan normatif.

Sementara, menurut Tito, kepala daerah hasil pilkada memiliki legitimasi yang kuat dan menciptakan iklim demokrasi yang sehat. Dengan begitu, calon-calon dapat muncul dari berbagai kalangan, sehingga kader-kader bangsa yang bagus memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin daerah.

Dari data itu, Tito mengatakan, pihaknya ingin melakukan studi perbandingan antara kepala daerah yang diangkat melalui penugasan dan yang dipilih melalui pilkada. Kajian ini akan melibatkan ahli untuk melihat dari segi kuantitatif dan kualitatif mana yang lebih baik. Dengan jumlah yang hampir sama, 270 Kepala Daerah hasil pilkada 2020 dan 271 Kepala Daerah hasil penugasan. Menurut Tito, ini adalah momentum yang bagus untuk melakukan perbandingan.

“Setelah itu, kami akan memberikan hasil kajian kepada publik, DPR, dan partai politik. Apapun hasilnya, jika kepala daerah hasil pilkada lebih baik, maka ini akan memperkuat sistem rekrutmen melalui pilkada. Jika kepala daerah hasil penugasan lebih baik, maka ini juga perlu dipertimbangkan,” papar Tito.

Menanggapi pemaparan tersebut, Anggota Komisi II DPR, Guspardi Gaus mengapresiasi, laporan dari Tito. Namun, politisi PAN ini mengingatkan bahwa konteks penunjukan langsung kepala daerah harus dalam bingkai pilkada langsung. Jadi, meski pilkada langsung memiliki kelemahan dan penunjukan langsung memiliki banyak kelebihan, semua pihak harus memastikan bahwa pilkada adalah proses yang demokratis. (rm)

Tags: Mendagri TitoPemiluPilkada Langsung
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
IMG_20260501_133748
Banten Region

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Gedung DPR RI

Jumat, 1 Mei 2026 13:46 WIB
Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka
Nasional

Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 17:01 WIB
Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka
Nasional

Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 16:57 WIB
Klaim Urus Kasus Modus Penipuan, KPK Beri Peringatan
Nasional

Klaim Urus Kasus Modus Penipuan, KPK Beri Peringatan

Selasa, 28 Apr 2026 20:39 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

DPRD Kota Tangerang Minta Penanganan Banjir Wilayah Timur Diprioritaskan Tahun Ini

DPRD Kota Tangerang Minta Penanganan Banjir Wilayah Timur Diprioritaskan Tahun Ini

Rabu, 6 Mei 2026 15:22 WIB
DI WAWANCARA - Kanit PPA Satreskrim Polres Pandeglang, IPDA Widianto, saat di wawancara di ruang kerjanya, Kamis (7/5/2026). (MARDIANA/SATELITNEWS.COM)

Per April 2026, Polres Pandeglang Terima 31 Laporan Dugaan Kekerasan Perempuan dan Anak

Kamis, 7 Mei 2026 19:19 WIB
Pastikan PMK dan LSD Terkendali, DKPPP Tangsel Awasi Hewan Kurban

Pastikan PMK dan LSD Terkendali, DKPPP Tangsel Awasi Hewan Kurban

Selasa, 12 Mei 2026 20:03 WIB
IMG_20260507_193614

FS dan DED Dua Flyover di Lebak Mulai Dibahas

Kamis, 7 Mei 2026 19:49 WIB
Viral Keributan Pedagang di Pasar Lama Tangerang, Nasrullah Sampaikan Kronologi Versinya

Viral Keributan Pedagang di Pasar Lama Tangerang, Nasrullah Sampaikan Kronologi Versinya

Senin, 11 Mei 2026 18:54 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.