SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad boleh jadi kini tengah menjadi tokoh sentral dalam pelaksanaan pilkada serentak 2024, khususnya usai sang ketua umum Prabowo Subianto terpilih sebagai Presiden periode 2024-2029.
Buktinya, lewat cawe- cawenya, pada Pilgub Banten nyaris semua parpol diikat dalam Koalisi Banten Maju dengan mengusung pasangan bakal calon gubernur/wakil gubernur Andra Soni-Dimyati Natakusumah.
Mulai dari Partai Gerindra, PKS, NasDem, PSI, PPP, Demokrat hingga PAN sudah menyatakan bergabung dalam KBM. Sementara kandidat lain tak pelak hanya bertumpu pada tiga partai lainnya yakni Partai Golkar, PDI Perjuangan serta PKB.
Dominannya peran anggota DPR RI dari Dapil Banten III itu tak pelak membuat Ketum PKB Muhaimin Iskandar pun mengaku harus izin kepada Dasco saat mendapat tawaran untuk masuk dalam koalisi di Pilgub Jakarta bersama PKS. Meski disampaikan secara berkelakar, Cak Imin menyatakan harus izin Gerindra soal Pilgub Jakarta.
“Sudah benar tadi kalau ajak koalisi Jakarta memang harus diawali izin Pak Dasco,” ujar Cak Imin dikutip dari detik,com, Selasa (23/7/2024). Ajakan PKB untuk berkoalisi di Jakarta diutarakan Presiden PKS Ahmad Syaikhu. Syaikhu dalam sambutannya melempar pantun mengajak PKB mendukung Anies Baswedan dan Sohibul Iman di Pilgub Jakarta.
“Tentu kami menyadari bahwa kolaborasi yang sudah dibangun ini jangan berhenti sampai Pemilu atau Pilpres saja. Tapi kiranya kita akan bangun juga pada kesempatan yang akan datang,” katanya.
Syaikhu kemudian menyinggung jika PKS telah mendukung Ketum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres 2024. Menurutnya, saat ini giliran PKB yang mendukung PKS di Pilkada Jakarta.
Syaikhu lalu membacakan pantunnya. Dalam pantun itu, Syaikhu menyampaikan keinginan agar PKB mengusung Anies-Sohibul.”Ke Bekasi naik kereta. Turunnya di Stasiun Sudirman. PKS ajak PKB kolaborasi di Jakarta. Dukung Anies dan Sohibul Iman,” kata Syaikhu. (dtc/made)