SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Pemerintah memutuskan untuk mengkaji ulang pemindahan ribuan orang aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) bulan ini. Sistem digital dan infrastruktur disebut belum siap.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas mengatakan hunian sebenarnya sudah siap. Namun, Presiden Jokowi ingin menyempurnakan sistem digital dan perkantoran lebih dulu.
“Beliau ada arahan terbaru tak mau terburu-buru menunggu penyempurnaan infrastruktur digital dan lain-lain. Karena kalau ASN ke IKN bukan hanya soal pindah kantor, tapi berubah budaya digital, jadi infrastruktur digital selesai dan lain-lain,” kata Anas di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/9).
Anas mengatakan jumlah ASN yang akan dipindahkan ke IKN tak berubah. Sebanyak 1.700 orang akan diboyong ke ibu kota negara baru pada gelombang pertama. “KemenPAN-RB sudah siapkan skema-skema perpindahan, termasuk jabatan yang akan pindah,” katanya.
Dia menambahkan, dalam skema perpindahan ASN ke IKN akan dibedakan mereka yang telah berkeluarga maupun yang belum. Bagi yang telah berkeluarga dapat hunian satu ruang apartemen, sedangkan mereka yang masih lajang akan berbagi dalam satu hunian dengan ASN lainnya.
“Ya, jadi arahan presiden bahwa yang pindah bawa keluarga dapat satu apartemen, kalau single mereka sharing sama yang lain,” katanya.
Meski begitu, ia belum bisa memastikan kapan para ASN itu akan dipindahkan. Anas masih menunggu arahan dari Jokowi dan keputusan Otorita IKN. Namun Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mengatakan pemerintah sudah memiliki skema pemindahan sambil menunggu penyelesaian secara tuntas hunian dan perkantoran.
“Kemarin Menteri PU dan Otorita menyampaikan ada keterlambatan karena cuaca sehingga bandara belum bisa dituntaskan dan lain lain,” katanya. “Kita lihat bisa saja Oktober atau September, masih nunggu Otorita IKN terkait persiapannya,” ujarnya.
Awalnya, rencana pemindahan ASN ke IKN diumumkan Azwar Anas, usai rapat bersama Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin, 1 Juli 2024. Pemerintah menjanjikan hingga November nanti akan ada 47 tower hunian yang selesai. Per tower akan berisi 60 unit dengan besarnya 98 meter. Satu unit dalam tower itu akan berisi tiga kamar.
Saat ini, baru 14 menara rumah susun yang telah selesai dibangun dari target 47 menara yang diharapkan rampung pada Desember 2024. “Ini kan baru 14 [rusun]. Ini akan terus di-update OIKN terkait penyelesaian apartemen ASN. Sekali lagi September Oktober ini mestinya sudah ada yang bisa pindah, tetapi arahan presiden ini disempurnakan dulu sehingga nanti akan ada arahan dari perpindahan,” tutur Anas, kemarin.
Di sisi lain, Azwar juga buka suara mengenai insentif yang bakal diterima bagi ASN yang mau pindah ke IKN. Dia menyebut bahwa anggaran yang akan dibagikan kepada mereka sudah memasuki tahap finalisasi.
“Sudah, tinggal finalisasi sedikit. Ada angkanya belum tuntas, belum fix. Tunjangan kemahalan iya, kemudian tunjangan pindah, dan lain lain. Gitu ya,” pungkas Azwar.
Sebelumnya, Jokowi berencana untuk berkantor di IKN di akhir masa jabatannya. Dia juga berencana memindahkan kantor-kantor pemerintahan secara bertahap mulai Agustus.
Rencana itu ditunda ke September karena sejumlah infrastruktur belum kelar menjelang 17 Agustus. Ia memfokuskan pembangunan pada persiapan upacara 17 Agustus di IKN.
Setelah itu, ia belum kunjung berkantor di IKN. Jokowi beralasan infrastuktur transportasi belum rampung.
“Eeee… lihat kondisi lapangan, karena memang banyak hal yang belum selesai, misalnya kaya airport belum,” ucap Jokowi setelah peresmian gedung baru RSUP dr. Sardjito, Sleman, DIY, Rabu (28/8). (bbs/san)