SATELITNEWS.COM, TANGERANG--Atlet angkat besi Alyamaulida Kartika Pertiwi tampil gemilang pada ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024. Lifter asal Kabupaten Tangerang itu berhasil merebut medali emas kelas 81 kilogram putri sekaligus memecahkan rekor nasional di angkatan snatch dan clean and jerk pada pertandingan yang berlangsung di Banda Aceh, Minggu (8/9). Total dua angkatan yang dibuat Alya juga membuat rekor baru nasional.
Pertandingan angkatan snatch berlangsung seru dengan diwarnai tiga kali pemecahan rekor nasional. Awalnya, atlet Jawa Barat Yuripah Melsandi yang memecahkan rekor nasional dengan angkatan 86 kilogram. Alya kemudian melewati rekor tersebut dengan mengangkat beban seberat 88 kilogram. Rekor Alya kembali dipecahkan Yuripah dengan angkatan 90 kilogram.
Namun, kesuksesan Yuripah tak bertahan lama. Pada angkatan ketiganya, Alya mengangkat beban 91 kilogram yang menahbiskannya menjadi pemegang rekor nasional. Jarak peringkat pertama dan kedua cukup jauh dibandingkan dengan angkatan peringkat ketiga yakni Denia Ramadani dari Jawa Timur. Denia hanya berhasil mengangkat 83 kilogram.
Di angkatan jenis clean and jerk, persaingan antara Alya dengan Yuripah berjalan ketat. Pada angkatan pertamanya, Yuripah mengangkat beban sebesar 106 kilogram. Sedangkan Alya mengangkat 105 kilogram.
Pada angkatan kedua Yuripah mencoba dengan angkatan 112 kilogram. Sedangkan Alya mengangkat 110 kilogram. Yuripah gagal sedangkan Alya berhasil.
Di angkatan ketiga atau terakhir, Alya mencoba mengangkat 113 kilogram. Namun dia gagal. Sedangkan Yuripah kembali mencoba 112 kilogram dan tetap gagal.
Hasil ini membawa Alya mengantongi total angkatan seberat 201 kilogram sekaligus membuatnya berhak merebut satu medali emas. Medali perak kelas ini direbut Yuripah Melsandi dari Jawa Barat dengan total angkatan 196. Sedangkan Denia Ramadani dari Jawa Timur mengantongi perunggu dengan total angkatan 187 kilogram.
Sekretaris Pengcab PABSI Kabupaten Tangerang Alberti menyatakan Alyamaulida memecahkan semua rekor nasional kelas 81 kilogram putri. Mulai dari angkatan snatch, clean and jerk serta total angkatan. Alya, kata Alberti, adalah lifter putri pertama yang mampu merebut medali emas untuk Provinsi Banten pada ajang PON.
“Angkatan yang dibuat Alya semuanya merupakan rekor baru nasional,” ungkap Alberti yang juga ayah kandung Alyamaulida, Minggu (8/9).
Alberti menjelaskan Alya baru pertama kali bertemu dengan lifter senior asal Jawa Barat, Yuripah Melsandi. Sebab, kata dia, pada babak kualifikasi PON lalu keduanya belum berkompetisi. Meski bertemu dengan atlet senior, mental bertanding atlet kelahiran 2008 itu sangat baik. Dia tidak gentar dengan keberhasilan rivalnya mencetak rekor baru nasional. Alya justru berhasil membuat rekor-rekor baru.
Selanjutnya, Alya akan kembali fokus bergabung dengan Cibubur Youth Athlete Training Center yang merupakan bagian dari program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
“Harapannya sih mampu menembus level internasional,” tutup Alberti.
Dengan tambahan satu medali dari Alya maka Banten kini mengantongi 4 medali emas, 1 perunggu. Dua medali emas disumbang cabang olahraga paramotor atas nama Much. Muklis dan Joko Susanto-Egi Juliano Darmawan dan cabang angkat besi atas nama Rizki Juniansyah dan Alyamaulida Kartika Pertiwi. Sedangkan satu medali perunggu disumbang Joko Susanto dari paramotor. (gatot)