Senin, 7 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Dua Asteroid Pemusnah Dinosaurus

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 14 Okt 2024 17:53 WIB
Rubrik Kolom
Dua Asteroid Pemusnah Dinosaurus

ILUSTRASI kemusnahan dinosaurus. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Asteroid raksasa menghantam bumi 66 juta tahuh yang lalu. Tak hanya satu, dua asteroid menumbuk bumi yang penjadi penyebab musnahnya dinosaurus.

Temuan terbaru para ilmuwan menunjukkan, asteroid yang menghantam bumi kala itu tidak berjumlah satu, melainkan dua batuan. Batuan luar angkasa kedua yang lebih kecil menghantam laut lepas pantai Afrika Barat dan menciptakan kawah besar pada era yang sama.

Para ilmuwan mengatakan, asteroid yang menghantam bumi itu bisa memicu “bencana besar” seperti tsunami setinggi setidaknya 800 meter di Samudera Atlantik. Uisdean Nicholson, periset dari Universitas Heriot-Watt di Skotlandia, pertama kali menemukan kawah Nadir tersebut pada tahun 2022.

Saat itu Nicholson terjebak ketidakpastian mengenai bagaimana kawah tersebut sebenarnya terbentuk. Kini dia dan rekan-rekannyai yakin bahwa depresi–lubang yang terbentuk– sepanjang sembilan kilometer tersebut disebabkan asteroid yang meluncur ke dasar laut.

Para periset itu tidak dapat menentukan tanggal pasti terjadinya peristiwa tersebut atau mengatakan apakah peristiwa tersebut terjadi sebelum atau sesudah asteroid yang meninggalkan kawah Chicxulub selebar 180 kilometer di Meksiko–yang mengakhiri era dinosaurus.

Ukuran asteroid yang membentuk Kawah Chicxulub di Teluk Meksiko diperkirakan memiliki panjang 12km. Asteroid ini telah membentuk luas lingkaran kawah 200km. Dalam proses menabrak ke permukaan bumi, asteroid ini telah memicu gempa bumi yang dahsyat, tsunami dan kebakaran besar secara global.

Baca Juga: Jurassic World Rebirth, Cinta Scarlett Johansson-Dinosaurus

Banyak material berdebu membumbung ke angkasa, dan membuat bumi membeku karena tidak ada sinar matahari yang masuk. Dinasaurus tak mampu bertahan dengan perubahan iklim yang drastis ini.

Namun batuan luar angkasa yang lebih kecil juga muncul pada akhir periode Cretaceous ketika dinosaurus punah. Ketika menabrak atmosfer bumi, sebuah bola api terbentuk.

BeritaTerbaru

Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Sabtu, 15 Agu 2026 05:26 WIB
Salah Paham tentang Wakaf Saham

Salah Paham tentang Wakaf Saham

Rabu, 12 Agu 2026 15:21 WIB
Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Minggu, 2 Agu 2026 20:06 WIB
144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

Sabtu, 1 Agu 2026 16:36 WIB

“Bayangkan sebuah asteroid menghantam Glasgow dan Anda berada sekitar 50 kilometer jauhnya dari kota itu–di Edinburgh,” kata Nicholson, seperti dilansir BBC 11 Oktober 2024. “Bola api tersebut berukuran sekitar 24 kali ukuran Matahari di langit–cukup untuk membakar pohon dan tanaman di Edinburgh,” tuturnya lagi.

Ledakan udara yang sangat keras akan terjadi setelah asteroid menghantam bumi, sebelum akhirnya memicu gempa bumi berkekuatan 7 skala Richter. Air dalam jumlah besar mungkin meninggalkan dasar laut, dan kemudian mengalir kembali ke bawah sehingga menciptakan bekas unik di dasar lautan.

Keluarnya asteroid sebesar itu dari tata surya menuju bumi dalam waktu yang singkat bukanlah peristiwa yang umum terjadi. Namun para peneliti tidak mengetahui mengapa keduanya menghantam Bumi dalam waktu yang berdekatan.

Asteroid yang menciptakan kawah Nadir berukuran lebar sekitar 450-500 meter. Posisinya berada lebih dari 300 meter di bawah dasar laut, sekitar 400km di lepas pantai Guinea, Afrika barat. Diameternya kawah sekitar 8,5km.

Baca Juga: Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Para ilmuwan memperkirakan asteroid itu menghantam Bumi di kedalaman 500-800 meter dengan kecepatan sekitar 72.000 kilometer per jam. Saat menabrak bumi, asteroid ini memicu tsunami dengan ketinggian satu kilometer, serta gempa berkekuatan 6,5 Magnitudo atau lebih. Kekuatan yang dilepaskan ada sekitar 1.000 kali lebih besar dari peristiwa letusan gunung yang disertai tsunami di Tonga pada Januari 2022.

Peristiwa terdekat yang pernah terjadi pada manusia adalah peristiwa Tunguska pada tahun 1908 ketika sebuah asteroid setinggi 50 meter meledak di langit di atas Siberia. Asteroid Nadir berukuran sebesar Bennu, yang saat ini merupakan objek paling berbahaya yang mengorbit dekat Bumi.

Para ilmuwan mengatakan tanggal paling mungkin Bennu bisa menabrak Bumi adalah 24 September 2182, menurut NASA. Namun potensi kejadian itu adalah satu berbanding 2.700.

Belum pernah ada dampak asteroid sebesar ini dalam sejarah manusia. Para ilmuwan biasanya harus mempelajari kawah yang terkikis di Bumi atau gambar kawah di planet lain.

Untuk lebih memahami kawah Nadir, Nicholson dan tim risetnya menganalisis data 3D resolusi tinggi dari perusahaan geofisika bernama TGS. Sebagian besar kawah terkikis tetapi kawah ini terpelihara dengan baik, sehingga para ilmuwan dapat melihat lebih jauh tingkat batuan tersebut.

“Ini pertama kalinya kami bisa melihat bagian dalam kawah tubrukan asteroid seperti ini. Sungguh menarik,” kata Nicholson, seraya menambahkan bahwa hanya ada 20 kawah laut di dunia namun belum ada yang dipelajari secara mendetail seperti ini.

Temuan Nicholson dan tim risetnya dipublikasi di jurnal Nature Communications Earth & Environment. (bbc)

Tags: asteroiddinosaurusraksasa
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Kolom

Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat

Jumat, 17 Jul 2026 13:10 WIB
Nasib Malang Rupiah
Kolom

Nasib Malang Rupiah

Senin, 13 Jul 2026 20:32 WIB
Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI
Kolom

Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI

Rabu, 17 Jun 2026 18:56 WIB
Kolom

“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu: Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”

Minggu, 14 Jun 2026 08:52 WIB
Kolom

Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja: Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban

Jumat, 5 Jun 2026 16:35 WIB
Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang
Kolom

Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang

Jumat, 29 Mei 2026 13:19 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

TIM DAMKAR - Petugas Damkar BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, sedang berupaya memadamkan kobaran api yang membakar rumah di Kampung Cayang Maneuh RT 003 RW 001, Desa Kadumadang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, ludes terbakar, Kamis (3/9/2026) dini hari. (ISTIMEWA)

Korsleting Listrik, 1 Rumah di Cimanuk Pandeglang Ludes Terbakar

Kamis, 3 Sep 2026 18:48 WIB
Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas

Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas

Selasa, 1 Sep 2026 17:39 WIB
DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK

DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK

Minggu, 6 Sep 2026 19:54 WIB
Laos vs Indonesia, Demi Jaga Kans Lolos

Laos vs Indonesia, Demi Jaga Kans Lolos

Rabu, 2 Sep 2026 21:04 WIB
PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Dalam Kondisi Terbaik

PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Dalam Kondisi Terbaik

Sabtu, 5 Sep 2026 07:43 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.