SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Angin kencang yang melanda Kampung Basisir, Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, menyebabkan tujuh rumah dan ruko hancur. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Informasi yang berhasil didapat, musibah itu terjadi pada Senin (18/11/2024) sekira pukul 00.30 WIB. Sebelum rumah dan ruko hancur, di Kampung Basisir, Desa Sumberjaya, diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Warga setempat yang sedang tertidur, kemudian terbangun akibat gemuruh hujan disertai angin kencang.
Beberapa saat kemudian, sejumlah rumah dan ruko yang ada dilokasi tersebut hancur, akibat tertiup angin kencang. Para pemilik bangunan kemudian berhamburan keluar, untuk menyelamatkan diri dari puing bangunan rumah.
Kepala Desa (Kades) Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Cecep Mulyadi, membenarkan adanya musibah tersebut. Akibat kejadian itu, ada tujuh bangunan rumah dan ruko yang biasa digunakan untuk menjual ikan, mengalami kerusakan parah pada bagian atap karena tertiup angin.
“Iya, kejadiannya semalam, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah kami, dan menyebabkan beberapa bangunan rumah dan ruko atapnya rusak. Kerugiannya bisa sampai puluhan juta,” kata Cecep, Senin (18/11/2024).
Cecep mengatakan, bangunan ruko yang mengalami kerusakan itu biasa digunakan untuk menjual ikan hasil tangkapan nelayan. Kerusakan itu, kata dia, berdampak terhadap perekonomian masyarakat yang terkena dampak cuaca ekstrem, yang melanda wilayahnya.
“Bagi warga yang terkena dampak, kami harap agar bisa bersabar. Karena memang, tempat usaha mereka mengalami kerusakan akibat tertiup angin kencang,” tambahnya.
Cecep juga mengaku, pihaknya sudah menyampaikan dan melaporkan musibah tersebut kepada instansi terkait, agar bisa mendapatkan bantuan.
Terlebih, saat ini sedang musim paceklik bagi para nelayan, sehingga penghasilan atau perekonomian mereka sedikit terganggu.
“Kita sudah sampaikan kejadian ini, semoga saja bisa mendapatkan bantuan. Karena ruko yang rusak itu, merupakan tempat masyarakat mencari uang. Semoga saja bisa segera mendapatkan bantuan,” harapnya.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana, mengaku sudah mendapatkan laporan mengenai musibah tersebut, dan menerjunkan tim ke lokasi untuk membantu proses evakuasi dan melakukan pendataan.
“TRC (Tim Reaksi Cepat), sudah berangkat ke lokasi kejadian. Kita hanya bisa memberikan bantuan sembako, dan bantuan cepat lainnya. Terkait usulan bantuan perbaikan rumah, akan disampaikan kepada instansi terkait,” imbuhnya. (adib)