SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Pemkab Pandeglang memperpanjang (melanjutkan) kerjasama pengelolaan sampah, dengan Kabupaten Serang. Kebijakan itu diambil, karena dinilai mendatangkan manfaat, terutama dalam menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Asda II Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemkab Pandeglang, Nuriah mengatakan, Pemkab Pandeglang telah melalukan perpanjangan kerjasama dengan Pemkab Serang. Oleh karena, kerjasama yang dilakukan bisa mendatangkan manfaat bagi kas daerah dan pembangunan.
Potensi itu, kata dia, harus bisa dimanfaatkan dan dioptimalkan Pemkab Pandeglang. Oleh karena itu, tahun ini Pemkab fokus meningkatkan PAD, sehingga semua potensi yang ada harus bisa dimaksimalkan.
“Ada keuntungan, tetapi harus menutup hal lain di tahun sebelumnya. Mudah-mudahan, perolehan laba tahun ini bisa meningkat, karena Pemkab memfokuskan peningkatan PAD, salah satunya dari Dinas Lingkungan Hidup (LH), dibidang pengelolaan sampah,” kata Nuriah, Jumat (7/2/2025).
Nuriah mengatakan, di tahun 2024 kerjasama pengelolaan sampah berhasil menyumbang PAD hingga Rp3,2 Miliar. Meski masih dibawah target yaitu Rp3,7 Miliar, perolehan tersebut bisa membantu mendanai kegiatan pembangunan di Kabupaten Pandeglang.
“Target retribusi tahun 2024, tidak mencapai 100 persen, belanjanya lebih dari 80 persen. Awalnya, target tahun lalu Rp2,8 Miliar sebelum kerjasama dengan Kabupaten Serang. Setelah kerjasama, naik menjadi Rp3,7 Miliar. Realisasinya diakhir tahun 2024 tanggal 27 Desember, mencapai 87, 48 persen atau Rp3,2 Miliar,” tambahnya.
“Dana ini untuk pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Bangkonol, agar memenuhi standar kementerian LH. Sehingga, dana itu kita pergunakan untuk pembelian lahan di TPA bangkonol hampir 500 meter, pembenahan jalan dan lainnya,” sambungnya.
Direktur Perusahaan Dagang (PD) Pandeglang Berkah Maju (PBM) Kabupaten Pandeglang, Jenal Huri mengatakan, kerjasama yang dilakukan dalam pengelolaan sampah akan berdampak terhadap aspek lain.
Oleh karena, ada pengolahan sampah organik agar bisa bernilai ekonomis dan sampah non organik, juga bisa didaur ulang menjadi bahan bernilai ekonomis.
“Kita juga rencanakan pengolahan sampah organik ini, untuk budidaya magot. Nah, magot ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk bahan pakan ayam, bahkan bisa juga diolah menjadi pelet,” tutur Jenal.
“Kerjasama ini juga, dengan sistem penugasan, jadi nanti kerjasama itu langsung antara Pemkab Serang dengan PD PBM. Kita juga sedang menata, dan mengoptimalkan pengelolaan sampah,” imbuhnya. (adib)