Rabu, 13 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Beli BBM Subsidi Pakai Barcode Palsu, 1 Liter Untung Rp1.800

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 6 Mar 2025 17:09 WIB
Rubrik Nasional
Beli BBM Subsidi Pakai Barcode Palsu, 1 Liter Untung Rp1.800

Para tersangka dan barang bukti dihadirkan dalam ekspose kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan modus menggunakan barcode Pertamina, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (06/03/2025). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Polisi membongkar praktik penjualan solar bersubsidi ilegal dengan modus menggunakan barcode dan surat rekomendasi yang direkayasa senilai Rp4,4 miliar. Sebanyak 16.400 liter solar subsidi terkait kasus ini disita di Tuban, Jawa Timur, dan Karawang, Jawa Barat.

“Kasus dengan modus barcode palsu ditemukan di Tuban, Jawa Timur, sedangkan modus penggunaan surat sertifikat terjadi di Karawang, Jawa Barat,” ujar Direktur Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Nunung Syaifuddin dalam konferensi pers di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (06/03/2025).

Polisi menangkap delapan tersangka. Di Tuban, tiga tersangka berinisial BC, K, dan J diamankan. Di Karawang, lima tersangka berinisial LA, HB, S, AS, dan E dibekuk. “Dua kelompok ini beroperasi secara terpisah dan tidak berada dalam satu jaringan yang sama,” ujar Nunung.

Selama menjalankan aksinya, para pelaku menjual BBM subsidi yang dikumpulkan dengan harga lebih mahal sekitar Rp1.800 dibandingkan harga resmi. “Harga subsidi per liter Rp 6.800, tapi mereka jualnya Rp 8.600,” kata Nunung. “Secara keseluruhan dari dua kasus ini, keuntungan ilegal yang mereka peroleh mencapai lebih dari Rp 4,4 miliar,” imbuhnya lagi.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Berdasarkan informasi itu, pada 26 Februari penyelidik Bareskrim Polri langsung melakukan penyelidikan di dua TKP sekaligus, di Tuban dan Karawang.

Para tersangka di Tuban menggunakan mobil Isuzu Panther untuk mengambil solar subsidi dari SPBU secara berulang-ulang dengan menggunakan 45 barcode berbeda. BBM itu lalu dibawa ke gudang penyimpanan sebelum dijual lagi.

BeritaTerbaru

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB
Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB

Tersangka BC menyewakan lahan pribadinya sebagai tempat penyimpanan solar dengan biaya Rp 1 juta per bulan. Tersangka K dan J berperan sebagai sopir dan kernet tangki PT TAR yang bertugas mengangkut solar dari gudang ke pembeli. Solar yang sudah dikumpulkan dipindahkan ke truk tangki berkapasitas 8.000 liter dengan menggunakan pompa sebelum dikirim kepada pembeli.

“Dalam kasus ini, masih ada dua tersangka lainnya, COM dan CRN, yang melarikan diri dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” tambah Nunung.

Di Karawang, para tersangka memanfaatkan surat rekomendasi pembelian solar untuk petani dan warga di kantor pemerintahan desa guna memperoleh barcode MyPertamina. Barcode tersebut kemudian dikumpulkan dan digunakan untuk membeli solar subsidi dalam jumlah besar.

Tersangka E membeli solar dari SPBU menggunakan kendaraan berbeda secara berulang dengan berbagai barcode palsu. Tersangka LA, S, AS, dan HB berperan dalam pembelian dan pengangkutan solar subsidi dari SPBU.

Mereka menggunakan kendaraan yang sama secara berulang-ulang dengan barcode yang berbeda tanpa melakukan pembayaran di tempat, melainkan melalui transfer. “Ini yang akan kita dalami lebih lanjut, terutama terkait peran pihak SPBU dalam transaksi ini,” tambah Nunung.

Nunung Syaifuddin menyebutkan ada dugaan keterlibatan oknum petugas SPBU dalam kasus di Tuban dan Kepala Desa dalam kasus di Karawang terkait kasus ini. Keduanya memainkan peran krusial dalam pembelian solar subsidi dari SPBU sebelum dijual kembali.

Oknum SPBU di Tuban diduga terlibat dalam membantu tersangka mendapatkan 45 barcode My Pertamina. Di Karawang, diduga ada keterlibatan Kepala Desa Kamijaya Dawuan Barat dalam membuat surat rekomendasi untuk petani agar dapat membeli solar subsidi.

“Kalau keterangan dari saksi, memang betul seperti itu, kami akan tangkap,” kata Nunung.

Hasil penyelidikan menunjukkan, dari dua kasus ini keuntungan ilegal yang diperoleh para tersangka mencapai lebih dari Rp 4,4 miliar. Rinciannya, sindikat Tuban meraup keuntungan sekitar Rp 1,3 miliar selama lima bulan beroperasi. Sementara itu, sindikat di Karawang yang telah beroperasi selama satu tahun mendapat keuntungan mencapai Rp 3,07 miliar.

“Kita masih akan mendalami lebih lanjut, apakah praktik ini memang sudah berjalan seperti pengakuan sementara para tersangka atau lebih lama,” jelas Nunung.

Para tersangka kini dijerat dengan Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, serta Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 6 tahun serta denda hingga Rp 60 miliar. (rmg/san)

Tags: ilegalmiliarsolar
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
IMG_20260501_133748
Banten Region

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Gedung DPR RI

Jumat, 1 Mei 2026 13:46 WIB
Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka
Nasional

Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 17:01 WIB
Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka
Nasional

Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 16:57 WIB
Klaim Urus Kasus Modus Penipuan, KPK Beri Peringatan
Nasional

Klaim Urus Kasus Modus Penipuan, KPK Beri Peringatan

Selasa, 28 Apr 2026 20:39 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

HL (2) (1)

Tambahan Anggaran BBM Bus Sekolah Gratis di Tangerang Selatan Dikaji

Kamis, 7 Mei 2026 12:21 WIB
IMG-20260419-WA0031

Penganiaya Petugas Damkar di Pinang Akhirnya Ditahan Polisi

Jumat, 8 Mei 2026 20:02 WIB
IMG_20260507_200156

Aktivis Mahasiswa Kota Tangerang Kritik MBG hingga Sistem Outsourcing

Kamis, 7 Mei 2026 20:08 WIB
UPTD PPA Tangsel Fokus Pulihkan Psikis Korban Pencabulan di Pondok Cabe

Penanganan Korban Pencabulan di Pondok Cabe Tangsel Tunggu Rujukan Polisi

Kamis, 7 Mei 2026 12:29 WIB
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang, Abdul Gofur. (SIDIK/SATELITNEWS.COM)

Klaim Banyak Capaian Positif, Wakil Ketua DPRD Serang Apresiasi Kepemimpinan Bupati Zakiyah

Kamis, 7 Mei 2026 17:00 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.