SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menemukan pengurangan takaran pada produk minyak goreng bersubsidi Minyakita. Temuan itu merupakan hasil pengawasan di Pasar Serpong pekan lalu.
“Itu sebagai bentuk pengawasan, ada beberapa Minyakita yang dicoba kita sampel dan ternyata dari 5 distributor ada 1 (yang tidak sesuai takaran),” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tangsel, Abdul Aziz, Senin (17/3).
Aziz melanjutkan, dari lima distributor yang diuji, satu di antaranya memang terbukti menjual Minyakita dengan volume tidak sesuai standar. Sumber minyak tersebut juga rupanya berasal dari distributor asal Depok yaitu PT Artha Eka Global Asia.
Dimana, perusahaan itu sebelumnya juga telah menjadi sorotan beberapa hari terakhir, bahkan perusahaan ini disegel oleh Kementerian Perdagangan akibat dugaan pelanggaran serupa.
“Distributornya sama yang dari depok, PT Artha Eka Global Asia yang kemarin ramai juga yang sudah disegel juga tempatnya sama Kemendag. Dia kan (jualnya) ke pedagang-pedagang, kan pedagang minyak bukan hanya jual merk minyakita doang, ada merek-merek lain,” ungkapnya.
Kata Aziz, Disperindag Tangsel telah menginstruksikan pengelola pasar untuk menarik kembali produk Minyakita dari distributor bermasalah dan memastikan tidak ada lagi peredaran produk yang tidak sesuai takaran.
Baca Juga: Dua Padel di Tangsel Beroperasi tanpa Izin, Fraksi PSI Desak Satpol PP Tegas
“Jadi untuk di pasar lain saya sudah ke para pengelola pasar untuk minyakita tidak diedarkan dan minta dikembalikan dari pedagang ke distributornya. Agar tidak ada penjualan dari distributor itu lagi,” katanya.
Aziz menambahkan pengawasan ini dilakukan pada pekan pertama Ramadan 2025, seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok, termasuk minyak goreng bersubsidi. Ke depan, Disperindag akan terus melakukan pengawasan secara acak untuk memastikan tidak ada lagi pelanggaran.
“Itu hasil pengawasan minggu kemarin, di pekan pertama puasa. Pokoknya yang kemarin lagi rame-rame itu. Secara random saja sih, paling nanti kedepan kita akan cek secara random. pengawasan tetap harus dilakukan,” pungkasnya. (eko)
