SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten menargetkan peningkatan produksi padi di tahun 2025, mencapai 2,8 juta ton atau meningkat hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya, sebesar 1,5 juta ton. Kenaikan target itu juga, harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan petani, dimana harga jual gabah dari petani harus paling rendah sebesar Rp6.500/Kg.
Hal itu, diungkapkan Gubernur Banten Andra Soni, seusai mengikuti panen raya yang dilaksanakan secara serentak di 14 Provinsi bersama Bapak Presiden RI Probowo Subianto, secara virtual, Senin (7/4/2025).
Pada kesempatan itu, Gubernur Banten Andra Soni bersama jajaran Forkopimda, melakukan panen raya padi menggunakan Komben di Kampung Dermayon, Desa Pamengkang, Kecamatan Kramawatu, Kabupaten Serang.
Andra mengungkapkan, pada tahun 2024, luas lahan panen kita mencapai 299.000 hektar dengan produksi 1,5 juta ton gabah. Di tahun 2025 ini, kita targetkan menjadi 530.000 hektar atau setara dengan 2,8 juta ton gabah.
“Ini bisa kita lakukan, dengan mengoptimalkan mekanisasi sistem pengairan. Apalagi separuh dari lahan baku kita, merupakan sawah tadah hujan sehingga butuh dukungan pengairan yang cukup,” ujar Andra.
“Kalau melihat dari hasil serapan yang sudah dilakukan, kita itu tidak butuh cetak sawah baru, tapi cukup memaksimalkan yang ada dengan jaringan ketersediaan air yang baik sepanjang musim,” sambung Andra.
Baca Juga: Lama Sekolah Anak Di Banten Meningkat Menjadi 9,56 Poin
Meski demikian, Andra juga mengingatkan kepada Perum Bulog, yang menyerap gabah petani agar membeli dengan harga yang sudah ditentukan yakni sebesar Rp6.500/Kg. Jika dalam realitanya masih ada yang membeli di bawah harga itu, Andra mendorong agar masyarakat melapor.
“Laporkan kepada kami atau anggota dewan setempat, sehingga kami bisa melakukan pengawasan dengan baik,” ujarnya.
Harga itu, kata Andra, berlaku secara umum, baik padi dengan kualitas super maupun standar. Baik itu yang dipedalaman maupun yang mudah diakses.
“Nanti kedepan akses infrastruktur yang menuju pusat-pusat pertanian itu akan kita perbaiki,” imbuhnya.
Selain itu, Andra juga meminta kepada Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, agar meningkatkan bantuan Alat Bantu Sistem Pertanian (Alsintan) baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya, sehingga para petani bisa memanfaatkan dengan maksimal.
“Saat ini saya masih mendengar para petani kita ada yang sampai menyewa Komben sampai Lampung. Ini tolong harus diperhatikan,” pungkasnya.
Baca Juga: Program Sekolah Gratis Tingkat SMA Di Banten Bermasalah
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid menambahkan, dirinya optimis target itu akan tercapai apalagi saat ini berbagai faktor penentu produksi padi sudah bisa diatasi.
“Seperti ketersediaan air. Saat ini kami bersama dinas teknis terkait sedang melakukan optimalisasi sejumlah irigasi sehingga pasokan ketersediaan air bisa tercukupi dengan baik,” tuturnya.
Selain itu, mekanisme pompanisasi juga terus dilakukan. Apalagi, sebagian besar wilayah persawahan kita masih tadah hujan.
“Artinya antara pompanisasi dan saluran irigasi itu kita padukan, sehingga ini semakin kuat,” imbuhnya.
Selanjutnya, ketersediaan pupuk sudah baik. Lalu bibit padi juga kita cukup. Bahkan dalam waktu dekat bapak Gubernur Banten akan memberikan bibit padi kepada petani secara gratis.
“Belum lagi dukungan anggaran baik yang bersumber dari APBD maupun APBN,” pungkasnya. (luthfi)
