SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Stok hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini melimpah sehingga menyebabkan terjadinya penurunan harga kambing, sapi dan domba. Pemerintah kini berupaya meningkatkan harga hewan kurban sehingga para peternak masih dapat meraup keuntungan.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kementan), Agung Suganda saat menghadiri rapat kerja nasional Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) 2025 di Puspemkot Tangsel, Selasa (13/5).
Agung menyatakan bahwa kebutuhan hewan kurban tahun ini mencapai sekitar 2 juta ekor mencakup sapi, kambing, dan domba. Menurut dia, ketersediaan hewan tersebut dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Berdasarkan dari data kita, kebutuhan kurban baik sapi, kambing dan domba kurang lebih sekitar 2 juta. Dan itu stok kita melebihi itu, jadi dari sisi ketersedian insya Allah aman,” ujarnya.
Selain memastikan stok, kata dia, pihaknya juga memperketat pengawasan kesehatan hewan untuk mencegah penularan penyakit menjelang Idul Adha. Identifikasi hewan kurban dilakukan untuk menjamin kesehatan ternak.
“Kementerian Pertanian saat ini terus melakukan identifikasi ternak kurban kita bersama dengan teman-teman dinas provinsi dan kabupaten/kota. Kita jaga terkait dengan penyakit hewan menular pada ternak kurban. Kita jaga agar pedagang, para masyarakat yang akan kurban ternaknya dijamin sehat dan tidak ada penyakit,” paparnya.
Baca Juga: Ramah Lingkungan, Paramount Land Bagikan Daging Kurban Pakai Besek Bambu
“Alhamdulillah untuk penyakit menular saat ini bisa kita kendalikan, laporan ada di daerah produsen tetapi tidak begitu banyak. Artinya kita bisa kendalikan penyakitnya dan tidak ada informasi soal peningkatan kasus,” lanjutnya.
Agung juga mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban di lapak resmi yang telah diawasi pemerintah daerah. Pemerintah telah menerbitkan surat edaran kepada otoritas peternakan di seluruh wilayah untuk siaga melakukan pengawasan intensif terhadap lapak dan tempat penjualan hewan kurban.
“Yang pasti sejak jauh-jauh hari sudah menerbitkan surat edaran kepada seluruh otoritas veteriner di provinsi kabupaten/kota, untuk bersiap siaga dan melakukan pengawasan terkait dengan kesehatan ternak di wilayah masing-masing, lapak-lapak harus diawasi,” jelasnya.
Dari sisi harga, Agung menyebut saat ini terjadi penurunan harga karena pasokan yang melimpah.
“Harganya saat ini relatif turun karena terlalu banyak suplainya, tapi mudah-mudahan segera bisa kita dongkrak agar harga bisa menguntungkan bagi peternak. Artinya, ketersediaannya cukup banyak. Kalau untuk kambing dan domba di angka 60 ribu per kilogram tapi di Jakarta di angka 51 per kilogram berat hidup untuk kambing dan domba. Untuk sapi di kisaran 55 sampai 60 ribu,” ungkapnya.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan dalam kesempatannya menyampaikan bahwa para peternakan harus bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi setiap jamannya. Apalagi, lanjut dia, penyesuaian jaman bagi peternak penting untuk dilakukan.
Baca Juga: Wahana Artha Group Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Gunung Sahari
“Dan juga tentu saja kita sebagai seorang peternak, harus bisa bagaimana adaptasi dengan perubahan-perubahan yang lain, bagaimana teknologi harus dikedepankan, lalu kita lihat juga rata-rata kalau bermasalah ini berkotaan apa, rata-rata adalah rata-rata itu panas, rata-rata itu bermasalahnya konflik sosial itu pasti ada kejadian,” pungkasnya. (eko)

















