SATELITNEWS.COM, SERANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang, Ahmadi, mengaku banyak menerima keluhan atau pengaduan keberadaan calo tenaga kerja (Naker) dari masyarakat, bahkan banyak yang terkena tipu. Keluhan tersebut, saat dirinya menggelar reses masa sidang ke tiga.
Politisi Partai NasDem ini mengatakan, reses dalam upaya menyerap aspirasi masyarakat dilakukan di enam titik, antara lain Desa Ciruas, Pandean, Gosara, Bumi Jaya, Pontang, dan Mekarsari Carenang. Saat reses tersebut, utamanya paling banyak keluhan soal tenaga kerja.
“Memang di Kabupaten Serang ini, dilihatnya banyak perusahaan, tapi penyerapannya kurang maksimal. Terus kedua, perihal memang ada oknum percaloan tenaga kerja di perusahaan, baik yang dilakukan oleh oknum perusahaan itu sendiri maupun eksternalnya,” kata Ahmadi, Rabu (21/5/2025).
Ahmadi pun berharap, dengan adanya pergantian Bupati yang baru nanti bisa lebih memfokuskan pemberantasan percaloan, yang bekerjasama dengan Aparat Penegak Hukum (APH). Karena, banyak juga masyarakat yang terkena tipu.
“Ngasih uang (kepada oknum calo,red), tapi nyatanya tidak bekerja, tapi kendalanya memang sebelum dilaporkan selalu kena intimidasi, sehingga masyarakat tidak berani untuk melaporkan,” tuturnya.
Disinggung terkait upaya penanganan pengangguran, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang ini mengungkapkan, DPRD Kabupaten Serang pernah membuat Peraturan Daerah (Perda) dengan harapan penyerapan tenaga kerja mencapai 80 persen. Tetapi ini ditolak, oleh provinsi dan Mendagri.
Baca Juga: Pemkab Dan DPRD Serang Kaji Bersama Pembentukan UPT Pengelola Puspemkab
“Alasannya, Kabupaten Serang bukan negara bagian, tetapi Negara ini adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dimana memang semua warga masyarakat punya hak yang sama,” tuturnya lagi.
Namun demikian, menurut Ahmadi, penanganan masalah pengangguran ini harus ada keseriusan dari Pemerintah Daerah dalam hal ini eksekutif. Pemerintah memanggil semua pengusaha di Kabupaten Serang, untuk duduk bersama melakukan MoU agar memproritaskan masyarakat Kabupaten Serang.
“Supaya bisa memangkas masalah pengangguran, saya kira kalau pemerintah serius ini bisa beres,” pungkasnya.
Sementara, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, Faisal Rahmansyah mengakui, saat ini sedang ramai praktik percaloan tenaga kerja. Namun dalam mengatasi persoalan tersebut, Disnakertrans tidak bisa mengatasi permasalahan tersebut sendirian.
Faisal pun mengaku, telah membahas terkait Pembentukan Satgas Pungli untuk memberantas pungli, dalam rekrutmen tenaga kerja. Satgas tersebut, akan melibatkan pihak kepolisian.
“Nanti segera dibentuk,” imbuhnya. (sidik)
Baca Juga: Anggota Dewan Rekomendasikan 6 Catatan Untuk Pemkab Serang























