Kamis, 21 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Kolom

Banten Bertumpu pada Migran

Oleh: Raden Siska Marini*

Oleh Deddy Maqsudi
Minggu, 22 Jun 2025 18:00 WIB
Rubrik Kolom
Banten Bertumpu pada Migran

BANTEN BERTUMPU PADA MIGRAN: Raden Siska Marini, Founder Ruang Aman, Lembaga Advokasi Pengarustamaan Gender. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

KONFLIK global—dari Laut China Selatan, invasi Rusia ke Ukraina yang belum reda, hingga instabilitas di Timur Tengah—menunjukkan bahwa dunia tengah berada dalam masa transisi geopolitik yang tak pasti. Dalam situasi genting ini, salah satu kelompok yang terdampak namun jarang menjadi fokus utama adalah para pekerja migran.

Mereka adalah wajah ketangguhan ekonomi Indonesia, tetapi lebih dari itu, mereka adalah individu-individu yang berani mengambil risiko besar demi keberlangsungan hidup keluarga mereka. Di Provinsi Banten, isu ini menjadi sangat relevan, mengingat wilayah ini telah menjadi salah satu kantong terbesar pengirim pekerja migran ke luar negeri, terutama perempuan dari kawasan pedesaan.

Data terbaru dari BP2MI menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024, total layanan penempatan pekerja migran Indonesia mencapai 297.434 orang, meningkat 0,11 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, penempatan melalui jalur informal masih mendominasi dengan persentase sebesar 79,47 persen.

Pekerjaan yang paling umum meliputi pengasuh lanjut usia (caregiver), asisten rumah tangga, buruh perkebunan, dan tenaga konstruksi. Negara-negara tujuan utama adalah Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Jepang, dan Singapura. Di tengah konflik dan tekanan global, para pekerja migran justru menunjukkan konsistensi sebagai elemen stabil dalam roda ekonomi lintas negara.

Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari manusia yang bermimpi, berjuang, dan sering kali dilupakan setelah mereka mengirimkan uang. Padahal, tanpa mereka, banyak desa akan tenggelam dalam stagnasi ekonomi. Pekerja migran sejatinya bukan hanya pencari nafkah, tetapi aktor pembangunan yang menggerakkan ekonomi dari bawah.

Di Provinsi Banten, peran migrasi internasional sangat terasa. Menurut data BPS Provinsi Banten 2023–2024, Kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang menjadi daerah dengan pengajuan permohonan paspor tertinggi untuk keperluan kerja ke luar negeri. Ini menunjukkan bahwa migrasi adalah strategi hidup, bukan semata ambisi pribadi.

BeritaTerbaru

IMG_20250912_144908

Inklusi Layanan Disabilitas Bukan Ilusi

Jumat, 12 Sep 2025 14:51 WIB
IMG_8130

Pengaruh Media Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Berhitung Permulaan (1–10) Anak Usia 4–5 Tahun di PAUD HI Tunas Mandiri

Kamis, 11 Sep 2025 19:12 WIB
IMG-20250818-WA0030

80 Tahun Indonesia Merdeka Ala Kampung Santri; Napak Tilas Kemerdekaan Belajar Mengajar, Menjadikan Pesantren sebagai Kluster Ketahanan Pangan Nasional dan Dunia

Selasa, 19 Agu 2025 11:28 WIB
80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara

80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara

Kamis, 14 Agu 2025 15:07 WIB

Kantor Imigrasi Serang bahkan mencatat lonjakan permohonan paspor pada semester pertama 2024, dengan tren tujuan utama ke negara-negara Asia Timur dan Timur Tengah. Para pekerja ini membawa harapan keluarga dan semangat bertahan di tengah minimnya opsi kerja di dalam negeri.

Di sisi ekonomi makro, nilai remitansi dari pekerja migran Indonesia juga menunjukkan tren positif. Hingga akhir 2024, nilai remitansi diperkirakan mencapai lebih dari USD 15,5 miliar atau sekitar Rp 251 triliun. Namun nilai ini bukan hanya angka devisa, melainkan hasil dari kerja keras yang tak jarang dilakukan dalam kondisi kerja yang berat dan minim pengakuan.

Pekerja migran layak mendapat pengakuan lebih dari sekadar ‘pahlawan devisa’. Mereka adalah warga negara yang membawa nama baik Indonesia ke luar negeri. Mereka beradaptasi dengan budaya asing, merawat anak dan lansia dari bangsa lain, membangun gedung dan rumah yang tak akan pernah mereka tinggali.

Sektor migrasi harus dilihat sebagai jaringan sosial yang kompleks, bukan hanya urusan ekonomi. Pekerja migran membawa pengetahuan, keahlian, dan ketahanan emosional yang tinggi. Banyak dari mereka kembali ke tanah air dengan keterampilan dan wawasan global yang dapat diolah menjadi aset pembangunan lokal.

Di Banten, meski belum ada angka resmi dari otoritas provinsi, laporan BP2MI dan analisis tenaga kerja menunjukkan bahwa Banten adalah provinsi kontributor utama bagi migrasi internasional. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang legal dan berizin, yang selama ini telah menjalankan fungsinya secara profesional dan akuntabel. Banyak LPK di Banten yang secara konsisten melatih calon pekerja migran dengan kurikulum berbasis kebutuhan pasar kerja global, termasuk pelatihan bahasa, keterampilan teknis, dan pemahaman budaya negara tujuan.

LPK yang legal tidak hanya menjadi mitra strategis pemerintah, tetapi juga menjadi tempat pertama bagi para pekerja migran untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan kesiapan mental sebelum bekerja ke luar negeri.

LPK yang profesional dan berizin tetap harus menjalankan fungsinya secara bertanggung jawab, menjaga kualitas pelatihan dan etika penempatan, agar tetap menjadi bagian dari ekosistem migrasi yang sehat. Dana remitansi yang masuk ke berbagai kabupaten seperti Serang, Pandeglang, dan Lebak menopang konsumsi rumah tangga.

Di sisi lain, dana ini juga menggerakkan sektor UMKM dan menopang investasi pendidikan, menjadikan pekerja migran sebagai salah satu fondasi ekonomi mikro yang vital.
Sudah saatnya pekerja migran dipandang sebagai mitra strategis pembangunan. Bukan hanya dilindungi, tetapi juga dilibatkan dalam perumusan kebijakan. Mereka memiliki pengalaman nyata dan pengetahuan langsung tentang pasar kerja global yang belum tentu dipahami oleh pembuat kebijakan.

Langkah-langkah konkret perlu dimulai dari tingkat lokal. Pemerintah kabupaten/kota harus membangun sistem komunikasi dua arah dengan keluarga pekerja migran, menyediakan layanan hukum proaktif, serta menciptakan ruang aman bagi pengaduan dan penguatan kapasitas pekerja sebelum mereka berangkat.

Banten memiliki modal kuat: jaringan komunitas yang solid, tradisi gotong royong yang masih hidup, dan kekuatan perempuan desa yang terbukti mampu bertahan dalam berbagai tekanan hidup. Jika kekuatan ini diorganisasi, pekerja migran dari Banten dapat menjadi duta kemanusiaan, bukan hanya sekadar buruh ekspor.

Banyak desa di Banten yang kini hidup dari remitansi. Di sejumlah desa, setiap tahun perempuan-perempuan muda berangkat ke luar negeri. Mereka tidak hanya menghidupi keluarganya, tetapi juga membangun rumah, menyekolahkan adik, membuka usaha kecil, dan menjadi tulang punggung sosial di kampung halamannya.

Pekerja migran bukanlah mereka yang gagal di negeri sendiri, tapi justru mereka yang berani mengambil jalan sulit agar negeri ini tidak ikut tenggelam. Maka, menjadi tugas negara untuk memastikan bahwa keberanian mereka dibalas dengan perlindungan dan penghormatan.

Sudah waktunya kita mengubah cara pandang. Migrasi bukan sekadar fenomena sosial atau strategi bertahan hidup. Ia adalah bagian dari sejarah ketangguhan rakyat Indonesia. Dan para pekerja migran adalah wajah paling jujur dari dedikasi, kerja keras, dan keberanian yang sering kali tidak disorot media maupun pidato pejabat.

Mereka layak didengar. Mereka layak dilibatkan. Dan yang paling penting, mereka layak dilindungi. (*)

*(Founder Ruang Aman, Lembaga Advokasi Pengarustamaan Gender)

Tags: Bantenekonomipekerja migran
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Perempuan Banten di Persimpangan Jalan
Headline

Perempuan Banten di Persimpangan Jalan

Jumat, 1 Agu 2025 13:27 WIB
IMG-20250722-WA0004
Kolom

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Di Provinsi Banten Setelah Terbentuk Mau Dibawa Kemana ?

Selasa, 22 Jul 2025 09:23 WIB
IMG-20250720-WA0009
Kolom

Regulasi Apotek Desa, Harapan Baru Atau Angan-angan Baru?

Minggu, 20 Jul 2025 11:45 WIB
Surat Cinta untuk Bupati dan Wali Kota se-Banten, Janji Sekolah Gratis (2)
Headline

Surat Cinta untuk Bupati dan Wali Kota se-Banten, Janji Sekolah Gratis (2)

Selasa, 15 Jul 2025 17:35 WIB
Surat Cinta untuk Gubernur, Janji Sekolah Gratis (1)
Headline

Surat Cinta untuk Gubernur, Janji Sekolah Gratis (1)

Senin, 14 Jul 2025 18:48 WIB
Janji Pendidikan Gratis Banten: Manis di Bibir, Pahit di Madrasah
Kolom

Janji Pendidikan Gratis Banten: Manis di Bibir, Pahit di Madrasah

Senin, 14 Jul 2025 18:33 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Misa Kenaikan Yesus di Paroki Tangerang Berlangsung Khidmat, Umat Diajak Rawat Alam

Misa Kenaikan Yesus di Paroki Tangerang Berlangsung Khidmat, Umat Diajak Rawat Alam Ciptaan

Kamis, 14 Mei 2026 20:13 WIB
HEWAN KURBAN : Salah satu lapak kambing untuk kurban di Kecamatan Pamarayan. Menjelang Idul Adha, ribuan lapak hewan kurban bakal diperiksa oleh Distan Banten. (ADIB FAHRI/SATELITNEWS.COM)

Antisipasi Penyakit Menular, Ribuan Lapak Hewan Kurban Di Banten Bakal Diperiksa

Senin, 18 Mei 2026 13:52 WIB
Cetak Startup Masa Depan, AI Entrepreneurship Academy Resmi Hadir di BSD City

Cetak Startup Masa Depan, AI Entrepreneurship Academy Resmi Hadir di BSD City

Selasa, 19 Mei 2026 20:10 WIB
Kapolda Banten Tanam 1.000 Pohon dan Resmikan Jembatan Presisi di Lebak

Kapolda Banten Tanam 1.000 Pohon dan Resmikan Jembatan Presisi di Lebak

Rabu, 20 Mei 2026 16:24 WIB
155 Juta Orang Naik Kereta Subsidi, Didominasi Layanan Komuter

155 Juta Orang Naik Kereta Subsidi, Didominasi Layanan Komuter

Minggu, 17 Mei 2026 17:24 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.