SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Sebanyak 24 calon duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) Republik Indonesia telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi I DPR RI. Hasilnya akan segera diserahkan ke pimpinan DPR untuk diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan mayoritas para calon dubes yang mengikuti fit and proper test berlatar belakang diplomat karier. Utut menyebutkan mereka semua adalah kelas berat.
“Ini mostly diplomats, mostly diplomats. Ada satu Pak Hotmangaradja. Beliau itu dulu Letnan Jenderal TNI. Jadi kalau dari petinju ini kelas berat semua, heavyweight,” kata Utut saat agenda fit and proper test calon dubes di gedung DPR RI, Jakarta, Minggu (6/7/2025).
Para calon dubes yang mengikuti Fit and proper test Sabtu (5/7): Abdul Kadir Jaelani, Dubes RI (Jerman), Redianto Heru Nurcahyo (Slovakia, Umar Hadi (PTRI New York), Hotmangaradja Pandjaitan (Singapura), Nurmala Kartini Sjahrir (Jepang), Indroyono Soesilo, (Amerika Serikat), Adam Mulawarman Tugio (Vietnam), Laurentius Amrih Jinangkung (Belanda), Judha Nugraha (Uni Emirat Arab), Sidharto Reza Suryodipuro (PBB), Andhika Chrisnayudhanto (Brazil), Syahda Guruh Langkah Samudera (Qatar)
Para calon dubes yang mengikuti Fit and proper test pada Minggu (6/7): Andi Rahardian (Oman), Imam As’ari (Ekuador), Listyowati (Bangladesh dan Nepal), Kuncoro Giri Waseso (Mesir), Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo (Malaysia), Mayjen (Purn) Gina Yoginda (Korea Utara), Yusron Bahauddin Ambary (Algeria), Lukman Hakim Siregar (Suriah), Berlian Helmy (Ajerbaizan), Hari Prabowo (Thailand), Okto Dorinus Damanik (Papua Nugini), Andi Rachmianto (Belgia)
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menyatakan kepuasannya terhadap hasil proses tersebut. Ia menilai bahwa para calon yang diajukan pemerintah merupakan figur-figur berkaliber tinggi. “Saya pribadi puas. Dari awal saya yakin bahwa pilihan-pilihan Presiden sudah melalui evaluasi dan pertimbangan yang matang,” ujar Budi.
Menanggapi sorotan terhadap calon dubes RI untuk Malaysia, Raden Dato Mohammad Iman Hascarya—yang diketahui pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran—Budi menegaskan bahwa Komisi I tidak menilai latar belakang politik.
“Kami tidak melihat seperti itu. Semua calon dinilai berdasarkan kapasitas, jam terbang, dan rekam jejak yang dimiliki,” tegasnya. Ia menambahkan, proses seleksi murni mempertimbangkan pengalaman diplomasi dan kemampuan membangun jejaring internasional. “Kami menilai secara objektif dari uji kelayakan selama dua hari ini. Mereka punya bekal yang cukup untuk menjalankan tugas di negara tujuan masing-masing.”
Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo sendiri mengakui kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto. “Alhamdulillah saya dekat dengan Pak Prabowo juga,” ujar dia usai mengikuti fit and proper test
Iman membenarkan bahwa dirinya adalah eks Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Meskipun bukan dari jalur diplomat karier, Iman mengaku memiliki pengalaman tinggal di Malaysia cukup lama dan memiliki kedekatan kultural dengan negeri jiran tersebut.
“Cuma saya pengalamannya tinggal di Malaysia cukup lama dan menikah dengan orang Malaysia. Mungkin jalan hidup aja ya seperti begitu,” katanya. (rmg/san)