SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Dunia musik tiup Indonesia kembali bergema lewat perhelatan Indonesia Tiup Festival 2025, sebuah ajang langka yang mewadahi musisi tiup dari berbagai penjuru negeri dan mancanegara.
Event ini digelar selama dua hari di Hotel Trembesi BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sejak Jumat (18/7/2025).
Festival ini bukan hanya sekadar kolaborasi, tetapi apresiasi yang tulus bagi para musisi tiup.
Penggagas Indonesia Tiup Festival, Ryan Tjiptahardja mengatakan bahwa festival ini juga menjadi bagian keresahan sekaligus semangat untuk memberikan panggung bagi musisi, bukan sekadar artis populer.
Bagi pria yang sudah menggeluti alat musik tiup sejak 2013 itu, pasar yang luas harus diberikan wadah semacam ini untuk pengembangan pemusik tiup di Indonesia.
“Saya melihat perkembangan alat tiup sampai hari ini luar biasa perkembangannya selama 10 tahun terakhir, tapi disayangkan belum ada yang mengakomodasi orang orang untuk bisa bersama sama berkumpul dalam sebuah acara yang bisa dinikmati bersama,” ujarnya saat menggelar konferensi pers, Jumat malam.
Ryan menjelaskan, Indonesia Tiup Festival 2025 terbuka untuk musisi profesional, pelajar, kolektor, hingga penggemar musik tiup dari seluruh penjuru negeri. Acara ini tidak hanya menjadi ruang hiburan, tapi juga wadah pertumbuhan dan kolaborasi komunitas musik tiup Indonesia.
Baca Juga: Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dari Australia Open
Tak hanya pertunjukan, festival ini juga menghadirkan pameran alat musik tiup yang menampilkan berbagai brand dan produk unggulan, serta layanan repair dan thrifting alat musik tiup, menjadikannya tempat terbaik untuk berburu dan merawat instrumen tiup kesayangan.
Secara tersirat, Ryan menyampaikan bahwa event tersebut tidak menutup kemungkinan akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Namun, Rian menyebut bahwa kembali terselenggara bergantung dengan animo masyarakat dan para pegiat.
“Saya mau festival ini bisa diterima, pasti ada faktor penerimaan masyarakat seperti apa. Saya mau lihat berapa besar jumlah undangan yang hadir pastinya kalau kita mencapai 70-80 persen ini artinya sangat baik, kita diterima ada kemungkinan ini kita jalankan setiap tahun. Ekspektasi ini akan menjadi acara tahunan supaya festival musik tidak gitu-gitu aja,” jelasnya.
Sebagai informasi, hari pertama festival dibuka dengan penampilan eksklusif dari Jody Espina, saxophonist ternama sekaligus pendiri JodyJazz dari Amerika Serikat. Ia akan tampil dalam sesi makan malam, workshop interaktif, hingga saxophone battle yang memperebutkan mouthpiece edisi spesial 25 tahun JodyJazz. Penampilannya akan diiringi oleh band jazz asal Bandung, Makhsudbek.
Sementara di hari kedua, panggung akan diramaikan oleh nama-nama besar, seperti Galaxy Big Band Jazz Orchestra (gabungan musisi Jepang dan lokal), Bandung Jazz Orchestra, hingga penampilan spesial dari Takahiro Miyazaki, saxophonist utama dari band legendaris Jepang T-Square. Puncaknya, konser gala akan ditutup oleh Horns Star Big Band, big band kenamaan dari Jakarta yang dibina oleh Damez Nababan, Hairul Umam Nasution, dan Evan Sinaga.
“Jujur seneng banget bisa terlibat di festival ini karena selain perdana bisa mengumpulkan beberapa rekan rekan tiup. Ini benar-benar suatu acara yang baik dan saya berharap manjang karena sebenernya 9 tahun lalu sempat kepikiran bikin acara cuma waktu itu banyak kendala,” ungkap Damez.
Baca Juga: Indonesia vs Australia, Jalan Menuju Final
Indonesia Tiup Festival 2025 bukan sekadar pertunjukan, tapi sebuah gerakan untuk merayakan, memperkuat, dan menyatukan komunitas musik tiup tanah air. Dengan semangat kolaboratif, edukatif, dan inklusif, festival ini menjadi bukti bahwa musik tiup bukan lagi di pinggiran, melainkan berada di panggung utama. (eko)
