SATELITNEWS.COM, LEBAK—Beredarnya sebuah proposal permohonan bantuan dana perayaan HUT RI ke 80 dari Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak yang ditujukan ke sekolah-sekolah dengan nominal yang sudah ditentukan mendapat respons dari wakil rakyat setempat. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Acep Dimyati salah satunya memberikan komentar cukup menohok.
Dia menyebut kebijakan itu bisa memicu kepala sekolah untuk melakukan korupsi agar memenuhi kebijakan itu melalui dana BOS karena ketiadaan anggaran lainnya. Menurut Acep, sah-sah aja sebagai warga negara Indonesia berkeinginan untuk memeriahkan HUT RI. Bahkan dirinya pun dengan tegas mendukung. Namun demikian secara anggaran jangan sampai memberatkan sekolah maupun instansi di wilayah kecamatan .
“Saya kira untuk kelangsungan PHBN (Peringatan Hari Besar Nasional) di kecamatan kalau tidak ada sumbangsih dari instansi di wilayah kecamatan setempat, kan sumbernya tidak ada di kecamatan, sementara kegiatan harus berlangsung. Jadi (minta bantuan pendanaan) sah-sah saja, akan tetapi jangan sampai mematok nilainya ya,” tegas Acep.
“Kalau dipatok, artinya dipaksakan untuk maling duit dong. Emang dari mana sekolah, kalau SD misalnya satu juta atau 500 ribu dari mana anggarannya. Berarti kan dipaksa kepala sekolah untuk korupsi cari uang dari mana saja, pakai uang pribadi juga enggak mungkin,” tutur Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lebak ini.
Sebab ujarnya dana bantuan operasional sekolah (BOS), tidak ada juknisnya untuk membiayai kegiatan yang digelar dalam memperingati hari kemerdekaan. Jika pun dipaksakan melalui sumber dana tersebut jelas menyalahi aturan. Acep sangat mendukung acara PHBN digelar di seluruh Kabupaten Lebak. Namun dirinya mengingatkan kembali bahwa kecamatan tidak memiliki anggaran untuk acara tersebut sehingga membutuhkan partisipasi dari masing-masing sekolah dan instansi di wilayah setempat. “Kalau sifatnya partisipasi boleh-boleh saja, dan kewajiban kita juga untuk PHBN intinya jangan ada pemaksaan ya,” imbuhnya.
Senada dikatakan anggota Komisi III DPRD Lebak, Regen Abdul Haris. Kata politisi PPP ini, dalam memeriahkan HUT RI dirinya mendukung namun jangan sampai berlebihan, apalagi sampai memberatkan sekolah. “Kalau menurut saya jangan seperti itu, kalau bisa sekolah seadanya tidak usah menye-menye, cawe-cawe lah. Kemerdekaan itu boleh lah meriah lah tapi jangan sampai memaksakan,” kata singkatnya.
Baca Juga: Massa Desak Juwita Mundur dari Ketua DPRD Lebak
Sebelumnya diberitakan, beredar sebuah proposoal permohonan bantuan dana memeriahkan HUT ke- 80 Kemerdekaan RI yang ditujukan langsung ke desa, sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Nilai pun bervariasi. Mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp1.250.000.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Satelit News surat berkop 80 Tahun Republik Indonesia, Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Rangkasbitung, hal permohonan bantuan dana, yang ditandangani ketua pelaksana H. Dedi Suhendi sebagai Ketua, Sekretaris Ali dan mengetahui Camat Rangkasbitung Zakaria Harianto.
Isi surat tersebut adalah; sehubungan dengan akan dilaksanakannya peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 80 di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, maka melalui proposal ini kami memohon kesediaan bapak/ibu, untuk dapat membantu kami dalam hal penandanaan dalam merayakan pelaksanaan HUT RI ke 80 dengan berbagai kegiatan perlombaan yang akan dilaksanakan di Kecamatan Rangkasbitung.
Adapun rekapitulasi dana yang dibutuhkan, masing-masing desa diminta Rp 1 juta, kelurahan Rp600 ribu, UPT Kecamatan, Korwil, Polsek, Danramil dan kecamatan diakumulasi Rp11 juta. Sementara tingkat sekolah dasar masing-masing 300 ribu, SLTP Rp600 ribu, SLTA 1 juta, dan masing-masing perguruan tinggi Rp1.250.000. Total yang dibutuhkan sebanyak Rp61.650.000.
Anggaran tersebut diperuntukan kegiatan pengajian dan santuan anak yatim Rp10 juta, donor darah Rp2 juta, seragam panitia Rp10 juta, lomba mars PKK Rp2,5 juta, lomba pidato Rp1,5 juta, lomba volly ball Rp7 juta, catur Rp5 juta, lomba bulu tangkis Rp7 juta, lomba jalan santai Rp15 juta, dan lomba hiburan lainnya Rp2 juta.
Salah satu pihak sekolah di Rangkasbitung yang mendapatkan proposal mengaku keberatan. Terlebih anggaran partisipasi telah ditentukan. Sebab mereka tidak memiliki anggaran lain kecuali dana bantuan operasional sekolah (BOS). “Dalam aturan pengelolaan dana BOS tidak ada item anggaran untuk kegiatan PHBN tingkat kecamatan,” jelas salah seorang guru di Kecamatan Rangkasbitung yang namanya enggan disebutkan.
Baca Juga: Massa Tuntut Kasus Penculik Aktivis Lebak Diusut Tuntas
Perihal proposal permohonan bantuan dana untuk perayaan HUT RI di Kecamatan Rangkasbitung, Satelit News.Com pada Senin (28/7/2025) mencoba melakukan komunikasi melalui telepon selulernya ke Camat Rangkasbitung Zakaria Herianto. Bahkan beberapa wartawan mencoba mendatangi kantor camat yang berada di Jalan Sunan Kalijaga tersebut camata tersebut menurut salahsatu pegawai tidak ada ditempat. (mulyana)
























